Pemukiman Warga Danau Rangas Palangka Raya Kini Jadi Daerah Banjir Terparah Duh, Petugas Dishub Palangka Raya Dipukul Gegara Tertibkan Jukir Liar Tugu Soekarno Azis Syamsuddin Tersangka Dugaan Suap Terancam Hukuman Hanya 5 Tahun Penjara Jadi Tersangka, Azis Syamsuddin Diduga Suap Mantan Penyidik KPK Rp 3,1 Miliar Bukti Cukup, KPK Tetapkan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin Tersangka Suap

Melihat Realisasi Diskon Pajak Kendaraan di Kalsel: Target Turun, Capaian Baru Rp 16 M

- Apahabar.com     Sabtu, 4 September 2021 - 20:37 WITA

Melihat Realisasi Diskon Pajak Kendaraan di Kalsel: Target Turun, Capaian Baru Rp 16 M

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan diskon pembayaran pajak kendaraan sebesar 50 persen di bawah tahun 2021 beserta penghapusan denda pajak. Program ini bergulir dari 9 Agustus sampai dengan 9 Oktober 2021. Foto ilustrasi: CNN

apahabar.com, BANJARBARU – Kalimantan Selatan menjadi satu dari sembilan provinsi di Indonesia yang memberikan pemutihan hingga diskon pajak kendaraan bermotor (PKB). Lantas, sudah sejauh mana realisasinya?

Hingga 31 Agustus tadi, realisasi daripada kebijakan relaksasi tersebut mencapai sekitar Rp16 miliar.

“Ini masih Rp16 miliar sampai tanggal 31 Agustus tadi,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Perpajakan Daerah (P3D) Bakeuda Kalsel, Rustamaji kepada apahabar.com, Sabtu (4/9).

Rustamaji tetap optimistis realisasi PKB tersebut mencapai target Rp40 miliar. Target sendiri telah diturunkan, dari sebelumnya Rp50 miliar. Penurunan target lebih karena adanya penyesuaian dengan perpanjangan pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM.

“Jadi sebelum itu kami menargetkan Rp50 miliar karena ini PPKM berlanjut dan masih berjalan sampai sekarang jadi kita ada koreksi sekitar Rp40 miliaran dalam 2 bulan ini mulai 9 Agustus sampai 9 Oktober 2021,” jelasnya.

Hingga akhir Agustus tadi, jumlah kendaraan bermotor yang memanfaatkan kebijakan keringanan dari pemerintah ini, untuk roda dua mencapai 13.7621 unit. Sedangkan, roda empat sebanyak 2.909 unit. Dengan realisasi penerimaan sebesar Rp16 miliar lebih.

Progres dari kebijakan ini dinilai Rustamaji cukup baik sehingga ia pun optimistis hingga 9 Oktober nanti target bisa menembus Rp40 miliar.

“Insya Allah target yang telah kita tetapkan tercapai minimal Rp40 miliar lebih, semoga level PPKM di Provinsi Kalsel menurun dan pergerakan mobilitas sosial serta ekonomi semakin meningkat, hal ini akan terkorelasi dengan pemenuhan kewajiban membayar pajak dan lainnya, baik itu tahunan maupun lima tahunan, demikian  pula terhadap tunggakan pajak kendaraan bermotor,” harapnya.

Lantas, apa kendala dalam pelaksanaan kebijakan relaksasi atau keringanan ini?

“Jadi, kendalanya itu Samsat [Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap] di Kalsel ini harus menyiapkan pembagian wilayah pelayanan, ada wilayah pelayanan 5 tahunan ada tunggakan ada tahunan. Jadi kami pisah yang tahunan ini di halaman atau tempat khusus untuk melakukan pelayanan tahunan, kemudian yang tunggakan maupun yang 5 tahunan itu ada di ruang pelayanan lainnya,” ungkapnya.

Hal tersebut demi penerapan protokol kesehatan ketat dapat dilaksanakan dengan baik.

“Karena pelayanan dipisah-pisah di masing-masing Samsat, Alhamdulillah semua berjalan lancar dan tidak ada kendala berarti,” ucapnya.

Adapun upaya penguatan regulasi dan penagihan secara langsung kepada wajib pajak dapat dilakukan, apabila pandemi menurun dan ekonomi pulih. Dengan begitu,  PKB atau pendapatan lainnya terkorelasi mengalami tren positif atau meningkat.

“Intinya pulihkan kesehatan dan ekonomi seiring upaya kondusif dan persuasif terhadap kepatuhan dan pemenuhan kewajiban pajaknya dll. Sementara ini relaksasi dan insentif harus dilakukan dalam rangka mengurangi beban masyarakat dan pelaku usaha,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pajak relaksasi PKB yang diberikan berupa bebas denda PKB, BBNKB ke-2, tunggakan tarif PKB progresif dan diskon 50 persen tunggakan PKB non progresif (tunggakan untuk kendaraan berusia tahun 2020 ke bawah).

Progres penerimaan PKB sampai dengan Agustus 2021 sebesar Rp463 miliar lebih terhadap target yang telah ditentukan sebesar Rp753 miliar atau telah diperoleh sebesar 61,57 persen.

Untuk diketahui, diskon pembayaran PKB tersebut telah bergulir dari 9 Agustus sampai dengan 9 Oktober 2021.

View this post on Instagram

A post shared by Setda Prov Kalsel Bergerak !!! (@setdaprovkalselbergerak)

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

bantuan

Pemprov Kalsel

Lewat Udara, Paman Birin Salurkan Bantuan Korban Banjir dari Jokowi
Sawit-Sapi

Pemprov Kalsel

Libatkan 8 Perusahaan, Kalsel Kembangkan Integrasi Sawit-Sapi
Distribusikan Ratusan Paket Sembako

Pemprov Kalsel

Paman Birin Distribusikan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Isoman
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Hindari Klaster Pesantren, Paman Birin Beri Wejangan untuk Para Santri
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Stok Blangko Aman, Disdukcapil Kalsel Tak Keluarkan KTP Sementara
Harga Karet di Kalsel

Pemprov Kalsel

Harga Karet di Kalsel Capai Rp21 Ribu per Kilogram
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Kalsel Lakukan Intensifikasi Untuk Produktivitas Pertanian
Disbunnak Kalsel

Pemprov Kalsel

Pascabanjir, Disbunnak Kalsel Kunjungi Kebun Lada di HST
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com