Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Membangun di Tengah Pandemi, APBD Perubahan Batola 2021 Disetujui Rp1,35 Triliun

- Apahabar.com     Senin, 13 September 2021 - 21:02 WITA

Membangun di Tengah Pandemi, APBD Perubahan Batola 2021 Disetujui Rp1,35 Triliun

Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, menandatangani Berita Acara Persetujuan Bersama Raperda Perubahan APBD 2021, Senin (13/9). Foto: Prokopimda Batola

apahabar.com, MARABAHAN – Melalui beberapa tahapan pembahasan, DPRD Barito Kuala menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Perubahan 2021 senilai Rp1,35 triliun.

Kesepakatan ini diputuskan dalam Rapat Paripurna Penandatangan Berita Acara Persetujuan Bersama Raperda Perubahan APBD 2021, Senin (13/9).

Dalam berita acara persetujuan, perubahan dalam APBD 2021 ditambah 6,71 persen dari APBD murni atau senilai Rp1,37 triliun.

Pertambahan itu disebabkan penurunan pendapatan dari APBD murni senilai Rp1,24 triliun.

Pendapatan tersebut diperoleh melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp62 miliar, pendapatan transfer Rp1,1 triliun dan lain-lain pendapatan yang sah Rp57 miliar.

Sementara total anggaran belanja dalam perubahan APBD 2021 meningkat menjadi Rp1,35 triliun.

Rinciannya belanja operasi Rp910 miliar, belanja modal Rp216 miliar, belanja tak terduga Rp3,5 miliar dan belanja transfer Rp220 miliar.

Imbasnya perubahan APBD 2021 memunculkan defisit senilai Rp106 milar yang akan ditutupi sisa penerimaan pembiayaan netto sebesar Rp106 miliar.

Sementara dalam laporan hasil pembahasan yang disampaikan anggota DPRD Batola, Basrin, dijelaskan bahwa pendapatan daerah dari kelompok pendapatan transfer mengalami penurunan 1,96 persen dari target.

Hal tersebut merupakan tindak lanjut Permenkeu Nomor 17/PMK.07/2021 dalam rangka mendukung penanganan pandemi Covid-19.

Dalam rangka penanganan Covid-19, pemerintah daerah diminta mengalokasikan minimal 2,5 persen dari transfer umum untuk mendukung pemulihan ekonomi.

Kemudian pemerintah daerah juga diwajibkan mengalokasikan anggaran untuk dukungan belanja kesehatan dan prioritas lain sebesar minimal 8 persen dari DAU.

“Total pendapatan terkoreksi mengalami penurunan sebesar 0,60 persen dari target semula. Namun pendapatan dalam kelompok PAD naik 23,46 persen yang disebabkan koreksi atas target pendapatan pajak daerah,” beber Basrin.

Sedangkan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, terdapat kenaikan sebesar 17,75 persen.

“Kemudian target pendapatan lain-lain yang sah mengalami kenaikan 29,92 persen dari target APBD TA 2021,” tambah Basrin.

Sementara Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, memaparkan perubahan APBD 2021 sangat dinantikan sebagai sumber daya penyempurnaan kinerja.

“Meskipun terjadi penurunan pendapatan yang sebagian besar dari penurunan pendapatan transfer Pemerintah Pusat, pembiayaan daerah juga bertambah,” papar Noormiliyani.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemkab Batola

Rapid Test di Pasar Wangkang, Pedagang Main Kucing-kucingan
apahabar.com

Pemkab Batola

Melalui Gebyar Sekolah Model, Batola Incar Peringkat Teratas UNBK
apahabar.com

Pemkab Batola

Selama PSBB Jilid Kedua, Batola Adaptasi Penerapan New Normal
apahabar.com

Pemkab Batola

Dilepas Tapung Tawar, Bantuan dari Batola Meluncur ke Pulau Sebuku
apahabar.com

Pemkab Batola

Menjelang SKD CPNS, Ini Pesan Bapegdiklat Batola
apahabar.com

Pemkab Batola

Meski Agak Rumit, Suparyono Siap Mengurus Izin Pangkalan
apahabar.com

Pemkab Batola

Tanpa Perda, IPLT Tabing Rimbah Belum Optimal

Pemkab Batola

Songsong 2021, Barito Kuala Prioritaskan Pelayanan Publik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com