Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Mengenal Perbedaan Covid-19 Varian Delta dan Mu

- Apahabar.com     Jumat, 10 September 2021 - 07:49 WITA

Mengenal Perbedaan Covid-19 Varian Delta dan Mu

Ilustrasi virus corona. Foto-iStockphoto/koto_feja

apahabar.com, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah mewaspadai mutasi virus corona (Covid-19) varian Mu atau B.1.621 yang dikhawatirkan dapat kebal vaksin. Di sisi lain, saat ini varian Delta atau B.1.617.2 dilaporkan mendominasi kasus infeksi di dunia.

Mu merupakan varian kelima Covid-19 yang diawasi oleh WHO sejak Maret lalu. Meski dibutuhkan penelitian lebih lanjut, WHO memperingatkan varian ini memiliki sejumlah mutasi yang menunjukkan dia bisa lebih tahan terhadap vaksin.

“Varian Mu memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan,” kata WHO dalam sebuah pernyataan beberapa waktu lalu seperti dikutip dalam laporan surat kabar The Washington Post.

Data awal menunjukkan ada penurunan efektivitas vaksin, mirip dengan yang terlihat untuk varian Beta. WHO mengatakan akan memantau penyebaran varian Mu di kawasan Amerika Selatan, bersamaan dengan varian Delta.

Varian MU membawa setidaknya 21 titik mutasi di materi genetic SARS-CoV-1, sembilan di antaranya berada di lonjakan protein virus. Mutasi kunci dari varian Mu antara lain N501Y seperti varian Alpha, E484K seperti varian Beta, dan P681H seperti varian Delta.

Sampai saat ini penyebaran varian Mu di antara kasus Covid-19 di dunia berada di bawah 0,1 persen

Pakar penyakit menular dan genomik di Universitas San Francisco de Quito di Ekuador, Prof. Paúl Cárdenas mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap perkembangan varian Mu.

Varian Mu memiliki tingkat resiko penyebaran yang tergolong rendah. Hingga kini WHO juga mencatat tingkat penyebaran belum mengalami peningkatan yang melonjak.

Varian Mu pertama kali terdeteksi di Kolombia pada awal tahun lalu dan kini sudah menyebar ke 40 negara. Varian ini sudah menjalar hingga Amerika Serikat, beberapa bagian Eropa dan Amerika Selatan, serta Jepang.

Berbeda dengan varian MU, Covid-19 varian Delta mempunyai kemampuan untuk menginfeksi dengan mudah dan cepat. Varian itu pertama kali terdeteksi di India dan menyebar ke lebih dari 60 negara, termasuk Indonesia.

Bhakti Hansoti yang merupakan profesor kedokteran darurat dan kesehatan internasional di Universitas Johns Hopkins, mengatakan infeksi varian Delta di India dan AS menunjukkan gejala yang sama seperti virus Sars-CoV-2 awal. Namun, gejala yang nampak akibat infeksi varian Delta cenderung lebih parah.

Hansoti mengatakan dokter menemukan kemungkinan peningkatan gangguan pendengaran, sakit perut parah dan mual pada pasien yang terinfeksi varian Delta.

Lansir dari CNNIndonesia.com, dalam banyak kasus, pasien infeksi varian Delta kebanyakan harus dirawat di rumah sakit dan lebih memerlukan perawatan serta pasokan oksigen, di samping mengalami komplikasi.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kesehatan

Kenali Glaukoma pada Anak, Apa Penyebab dan Gejalanya?

Kesehatan

Rutin Pakai Masker dalam Setahun Bisa Picu Kanker?

Kesehatan

Tubuh Keluarkan Keringat Berlebih di Malam Hari, Ketahui Sebabnya
apahabar.com

Kesehatan

Covid-19 Mengalami Perubahan Genetik, Terdapat 7 Strain
apahabar.com

Kesehatan

Uang Kertas Menyebarkan Covid-19, Benarkah?
Hilang Indra Penciuman

Kesehatan

Jangan Panik Hilang Indra Penciuman, Simak Cara Sembuh ala Dokter Tirta

Kesehatan

Remdesivir vs Obat Generik Murah Cegah Kematian Covid-19, Ini Kata Pakar

Kesehatan

5 Kebiasaan yang Bikin Imun Turun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com