Perampokan Bos Emas Banjar-Batulicin: Korban Disekap, Dibacok, Diseret Bak Binatang Obok-Obok Rutan Barabai: Petugas Dites Urine, Temukan Silet hingga Batu Resmi, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 3 Pekan Setelah Viral Kisah Perjuangan Istri Alm Brimob Kalsel Hidupi 8 Anak Kronologi Lengkap Pembunuhan di Pelambuan Gara-Gara Istri Diganggu

Mengomel di Pinggir Lapangan, Josep Guardiola Dianggap Rendahkan Profesi Pemain

- Apahabar.com     Kamis, 16 September 2021 - 19:19 WITA

Mengomel di Pinggir Lapangan, Josep Guardiola Dianggap Rendahkan Profesi Pemain

Ekspresi pelatih Manchester City, Josep Guardiola, ketika mengomeli Riyad Mahrez dalam pertandingan melawan RB Leipzig. Foto: Twitter

apahabar.com, MANCHESTER – Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, dikritik sejumlah pengamat sepakbola akibat memarahi pemain di pinggir lapangan.

Kemarahan Josep Guardiola tumpah kepada Jack Grealish dan Riyad Mahrez, ketika Manchester City mengalahkan RB Leipzig di matchday pertama fase grup Liga Champions, Kamis (16/9).

Manchester City menang 6-3 berkat gol-gol Nathan Ake, Riyad Mahrez, Jack Grealish, Joao Cancelo, Gabriel Jesus, serta gol bunuh diri Nordi Mukiele.

Namun kemenangan tersebut tak membuat Josep Guardiola senang, mengingat Manchester City kebobolan 3 gol. Ironisnya ketiga gol itu diborong Christopher Nkunku di menit 42, 51 dan 73.

Hal ini terlihat dari ekspresi sang pelatih yang terlihat marah-marah kepada Jack Grealish dan Riyad Mahrez di pinggir lapangan.

Rekaman video kemarahan Josep Guardiola pun sempat menjadi viral di lini masa Twitter, sebelum akhirnya pelatih berusia 50 tahun itu menjelaskan latar belakang kejadian tersebut.

“Kami sudah berbicara di babak pertama tentang strategi yang harus dilakukan. Namun mereka (Mahrez dan Grealish) bermain diluar strategi,” tegas Guardiola seperti dilansir BolaSport.

“Leipzig bermain bagus dan cepat menyerang, serta memakai empat pemain untuk menarik perhatian kami. Tak mudah mengontrol mereka, kalau sejumlah pemain tak menjalankan instruksi,” imbuhnya.

Di sis lain, Jack Grealish mengaku Josep Guardiola menekankan aksi defensif. Pun pemain yang sempat memecahkan rekor transfer termahal di Liga Inggris ini menerima saja omelan sang pelatih.

“Saya tak mau terlalu banyak membahas, karena Josep Guardiola mungkin ingin taktik yang sama dengan pertandingan selanjutnya,” sahut Grealish.

“Itulah manajer kami yang selalu menginginkan aksi bertahan dan menyerang sama baik. Pelatih hanya membagikan informasi yang berguna,” tambahnya.

Sedianya banyak yang memaklumi aksi Josep Guardiola. Namun tidak sedikit pula yang mengkritik aksi itu, terutama sejumlah analis sepakbola di BeIn Sport.

“Sebuah pemandangan tidak profesional.. Marah-marah di depan publik adalah skandal dan saya tak menyukai itu,” cetus Mohamed Aboutrika.

“Guardiola tak menghormati Riyad Mahrez,” ketus Hatem Trabelsi.

Sementara Tariq Diab ingin mengetahui aksi Josep Guardiola, ketika Lionel Messi membuat kesalahan serupa.

“Guardiola adalah pelatih yang licik. Kalau menghadapi Lionel Messi, apa yang dia lakukan?” tandasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Piala Uber

Sport

8 Pebulutangkis Indonesia Peraih Medali Emas Sepanjang Sejarah Olimpiade
apahabar.com

Sport

Hasil MotoGP Eropa 2020, Joan Mir dan Alex Rins Bawa Suzuki Berjaya
apahabar.com

Sport

Usai Mengalahkan Persipura, Persidago Gorontalo Benahi Fisik

Sport

Mirip Marseille, Logo Baru Inter Milan Dikritik Penggemar
apahabar.com

Sport

Tanpa Diego Campos Hadapi Persib, Kalteng Putra Berusaha Bangkit
PON Papua

Sport

Kericuhan Tinju di PON Papua Berujung Damai
apahabar.com

Sport

PB ISSI Kecewa, Berikut 37 Cabor yang Dipertandingkan di PON Papua 2020
PON XX Papua

Sport

Sherly Ungkap Rahasia Jatim Juara Umum Wushu PON Papua
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com