Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Menjanjikan! Peluang Usaha Pengembangan Itik Petelur di Tala

- Apahabar.com     Kamis, 2 September 2021 - 13:50 WITA

Menjanjikan! Peluang Usaha Pengembangan Itik Petelur di Tala

Norsalim Salim peternak itik petelur di Desa Batilai, Kecamatan Takisung, Tala. Foto: Istimewa

apahabar.com, PELAIHARI – Peluang untuk pengembangan ternak itik petelur di Kabupaten Tanah Laut (Tala), cukup besar potensinya, bahkan sangat prospektif di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Hal itu bisa dilihat pasokan telur itik yang tiap bulan membutuhkan 1 sampai 2 ton telur. Sementara ketersediaan telur masih kurang.

Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tala, Suharyo, mengatakan peternakan itik petelur merupakan peternakan tradisional bisa dikelola dengan mudah. Hal itu menurutnya sudah dialami oleh masyarakat Tanah Laut.

“Kalau ditindaklanjuti oleh para peternak milenial seperti ini sangat baik sekali karena selama ini masih kekurangan telur itik,” ucap dia saat meninjau lokasi ternak itik milik Norsalim Yahya di Desa Batilai RT 03 RW 02, Takisung, Tala, Kamis (2/9)

Menurutnya, selama ini kebanyakan telur itik didatangkan dari Hulu Sungai dan Jawa. Sehingga ini kesempatan masih bagus bagi para kelompok ternak itik di Tala bisa mengelola peternakan jenis unggas tersebut dengan baik. Diharapkan nantinya bisa mengisi peluang usaha kekurangan telur itik untuk mencukupi kebutuhan.

Pemasaran telur itik sendiri, kata Suharyo, tidak saja di Tala, namun bisa dijual ke Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru. Ia pun mengimbau jangan pernah khawatir kalau ternak itik dan telurnya tidak laku. “Bahkan telur itik sendiri bisa diolah menjadi telur olahan dan telur itik itu tidak ada matinya,” imbuhnya.

Sementara itu, Norsalim Yahya menerangkan awal mula dirinya ternak itik petelur pada 2018 semuanya berjumlah 100 ekor. Selanjutnya di tahun berikutnya perkembangan ternak itiknya itu semakin meningkat ditambah lagi sebanyak 100 ekor.

“Saat ini sudah ada 240 ekor, saya bagi itiknya di dua kandang,” ucapnya.

Menurut Norsalim, penjualan telur itik pangsa pasarnya menjanjikan dan masih mudah menjualnya. Di saat seperti ini ternak itik sudah menjadi pilihan usahanya.

Dalam per hari jelas Salim, bisa mendapat 6 sampai 7 rak telur, meski ada penurunan 60 persen hasilnya dikarenakan itik miliknya sudah berusia satu tahun lebih. Harga satu telur itik diantar ke pasar dihargai Rp 2.000 kalau dijual di rumah Rp 2.200.

Bahkan dia berencana akan menambah itik miliknya. “Saya berencana tiga bulanan mendatang akan menambah indukan itik petelur sebanyak 100 ekor,” pungkasnya.

Itik Petelur

Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tanah Laut, Suharyo meninjau lokasi peternakan itik petelur di Desa Batilai. Foto: Istimewa

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Klaster Perkantoran

Tanah Laut

Klaster Perkantoran Merajalela, Satu ASN Tala Terpapar Covid-19
Tanah Laut

Tanah Laut

Tekan Covid-19 di Tala, Pengunjung Wisata Bandel Dibubarkan
puting beliung

Tanah Laut

Brakkk! Rumah Warga Tanah Laut Rusak Dihantam Puting Beliung
Avanza

Tanah Laut

Senggolan dengan Avanza, Pengendara Motor di Tala Meregang Nyawa

Tanah Laut

‘Kampaser’ Minuman Botol Dibacok Pria Tak Dikenal di Pelaihari

Tanah Laut

Pasien Covid-19 Tala Melonjak, Pedagang Buah Kebanjiran Pesanan Parsel
tenaga medis

Tanah Laut

Tala Banjir Besar, Tenaga Medis Siaga Penuh!
Sukamta

Tanah Laut

Pondok Pesantren Terus Tumbuh, Sukamta Ingin Tala Jadi Kota Santri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com