Sisihkan 20 Peserta, 3 Barista Banjarbaru Sabet Gelar Juara Brewers Cup 2021 Terungkap, Penyebab Kematian Ibu Muda di Hotel Berbintang Banjarmasin Ribuan Gram Sabu hingga Ratusan Butir Ekstasi di Banjarmasin Dimusnahkan BREAKING! Tim Advance Pak Jokowi Tiba di Bandara Syamsudin Noor Arus Lalu Lintas Jembatan Sei Alalak Sementara Dialihkan, Catat Kapan Ditutup Total

OJK Tutup 425 Investasi Bodong dan 1.500 Pinjol Ilegal

- Apahabar.com     Senin, 27 September 2021 - 20:31 WITA

OJK Tutup 425 Investasi Bodong dan 1.500 Pinjol Ilegal

Ilustrasi investasi bodong. Foto-Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menutup 425 penyelenggara investasi bodong dan 1.500 fintech P2P lending atau pinjol ilegal selama 2020 sampai pertengahan Juli 2021.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas dukungan yang solid dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang terus menerus, termasuk juga dalam menghentikan maraknya investasi dan fintech P2P lending yang ilegal,” kata Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi & Perlindungan Konsumen Tirta Segara dalam diskusi daring di Jakarta, Senin (21/9/2021).

Menurut dia, intermediasi dana masyarakat di tengah pandemi memang bertransformasi dengan moda yang berbeda, seiring munculnya P2P lending dan Securities Crowd Funding sebagai platform intermediasi berbasis teknologi informasi.

Maka dari itu, tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran berbagai platform di Tanah Air telah memudahkan hidup masyarakat dan menciptakan sebuah gaya hidup baru.

“Meski membantu, dunia digital juga mengandung potensi kerawanan,” ucap Tirta, kutip Okezone.

Dengan tingkat literasi digital yang masih rendah, ia mengungkapkan seringkali OJK menerima pengaduan yang kelihatannya sederhana, misalnya pencurian nomor PIN atau Kode One-Time Password (OTP) yang bocor, sampai dengan yang pengaduan dengan kejahatan canggih, seperti peretasan hingga pencurian data pribadi.

Adapun kerusakan yang ditimbulkan oleh kejahatan digital menimbulkan bahaya yang lebih tinggi daripada kejahatan keuangan konvensional.

Oleh karenanya, Tirta menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung inovasi produk teknologi di sektor jasa keuangan dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip perlindungan konsumen.

Proses pengujian produk keuangan di OJK selalu dilakukan untuk memastikan bahwa produknya aman dan kepentingan konsumen tetap terlindungi secara seimbang dengan berkembangnya inovasi di sektor keuangan.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Unik, Tabuhan Rebana Santri Iringi Misa Natal di Gereja Katolik Mater Dei
apahabar.com

Nasional

Waspadai Fenomena La Nina, Simak Imbauan BNPB
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Pasien Sembuh Bertambah 3.908 Jadi 317.672 Orang
apahabar.com

Nasional

RSD Wisma Atlet Catat 2.399 Pasien Sembuh
Jokowi

Nasional

Resmi, Jokowi Luncurkan Subsidi Gaji untuk 15,7 Juta Pekerja
Gubernur Sulsel

Nasional

Jadi Tersangka Suap, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Diduga Terima Miliar Rupiah
Vaksin Corona

Nasional

1,2 Juta Dosis Vaksin Corona Tiba, 1,8 Juta Tambahan di Awal 2021
apahabar.com

Nasional

BPBD Pacitan Siagakan Personel di Sejumlah Objek Wisata Pantai
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com