Gelar Aksi Saat Jokowi ke Banjarmasin, BEM Kalsel: Hanya Kebetulan Kecelakaan Maut di Sepagar Kotabaru, 2 Orang Tewas di Tempat Besok Jokowi ke Tanbu, Pangdam VI Mulawarman Turun Cek Pasukan Datang ke Banjarmasin, Jokowi Bakal Disambut Unjuk Rasa Kedok Perusahaan Pinjol Kotabaru Terbongkar: Nagihnya Pakai Ancaman, Kantor Jadi Tontonan

OTT Amuntai, dan Nasib Proyek DIR Banjang Kini

- Apahabar.com     Jumat, 24 September 2021 - 15:54 WITA

OTT Amuntai, dan Nasib Proyek DIR Banjang Kini

CV Kalpataru diduga memenangkan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DIR Banjang dengan cara suap. Foto ilustrasi: Ist

apahabar.com, AMUNTAI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum beranjak dari Kalimantan Selatan. Mereka terus mengusut perkara dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Teranyar, KPK memeriksa Bupati Abdul Wahid, dan 10 orang lainnya. Ada yang berlatar swasta, maupun pegawai negeri sipil.

“Hari ini (24/9) pemeriksaan terkait pengadaan barang dan jasa untuk tersangka MRH dkk,” jelas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Jumat (24/9).

MRH atau Marhaini merupakan Direktur CV Hana Mas selaku pemenang proyek daerah rawa irigasi (DIR) Kayakah.

Pada Rabu 15 September, MRH ditangkap KPK dalam serangkaian operasi senyap di Amuntai. Namun pada malam itu, KPK lebih dulu menangkap Maliki. Dari tangan Plt kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kabupaten HSU ini, KPK mengamankan Rp345 juta.

Uang sebanyak itu diduga kuat merupakan pemberian dari MRH dan rekannya FH alias Ahok. Sosok Ahok merupakan rekan seorganisasi MRH di Gapensi.

Serupa MRH, FH merupakan direktur Kalpataru CV pemenang proyek DIR Banjang.

DIR Banjang, dan DIR Kayakah menyedot anggaran masing-masing Rp1,5 miliar, dan Rp1,9 miliar dari APBD HSU tahun anggaran 2021-2022.

Pasca-penangkapan ketiganya, lantas bagaimana dengan kelanjutan pengerjaan proyek tersebut?

Penelusuran apahabar.com, salah satu proyek ternyata telah selesai pengerjaannya. Yaitu jaringan irigasi DIR Banjang di Desa Karias Dalam, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU.

“Sebelum adanya OTT KPK ini, pengerjaannya telah selesai sekitar sebulan yang lalu,” kata mantan Kepala Desa Karias Dalam, Jumri, dihubungi apahabar.com, Jumat (24/9).

Setahu Jumri, pengerjaan proyek jaringan irigasi tersebut berada di RT 01 sampai 03 di desanya.

Pengerjaannya berupa pengerukan dan pendalaman serta pelebaran dan memperpanjang sungai.

“Manfaatnya untuk peningkatan dan perbaikan lahan pertanian, dan juga untuk pengendalian banjir,” kata Jumri.

Di samping itu, lanjut Jumri, dengan adanya sungai  lebih baik, dalam dan bersih, ikan juga akan berkembang lebih banyak.

“Sehingga selain meningkatkan hasil pertanian juga menambah pemasokan warga dari ikan di sungai yang kian banyak,” pungkasnya.

Sementara, sampai berita ini diturunkan, apahabar.com belum berhasil menjangkau DIR Kayakah. Perlu menempuh perjalanan menggunakan ketinting untuk sampai ke proyek rehabilitasi irigasi di Amuntai Selatan itu.

Ancaman Hukuman

OTT Amuntai: Menakar Peluang Bui Seumur Hidup Kadis Penerima Suap

KPK telah menetapkan MK, MRH, dan FH sebagai tersangka dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa, DIR Banjang, dan DIR Kayakah.

KPK menjerat MK dengan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korporasi.

Sedang MRH dan FH dijerat pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 di Undang-Undang yang sama.

Ancaman hukuman pasal 5 ayat 1 yang dikenakan pada MRH dan FH minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun pidana kurungan.

Sedang untuk pasal 12 yang dikenakan pada MK ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun pidana kurungan.

Ahli Hukum Pidana Korupsi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr Mispansyah berpendapat ancaman hukuman MK kemungkinan lebih berat dari MRH dan FH.

“Bahkan pidana seumur hidup,” ujar Mispansyah.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sepekan Dirawat di Ansari Saleh, 1 PDP Batola Meninggal
DPD HKTI Tabalong

Kalsel

Dapat SK DPP, H Sani Resmi Jabat Ketua DPD HKTI Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Sembako Stabil di Puncak, Pemkab Balangan Segera Sidak
apahabar.com

Kalsel

Malam Ini PDAM Bandarmasih Matikan Distribusi Air Bersih, Ini Wilayah yang Terdampak
apahabar.com

Kalsel

Kasus Covid-19 di Batola Kembali Meledak, 24 Pasien Positif Ditemukan pada Kluster Baru
apahabar.com

Kalsel

Terungkap, Pemicu Kebakaran di Mapolsek Banjarmasin Tengah
apahabar.com

Kalsel

Pemkab Banjar Tandatangani Integrasi Perencanaan dan Penganggaran
apahabar.com

Kalsel

FSPMI Siap Terjunkan Puluhan Buruh Metal Protes Dua Perusahaan Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com