Baru Diresmikan, Jembatan Alalak Langsung Diserbu Warga Jokowi Blakblakan Alasannya Resmikan Langsung Pabrik Jhonlin di Tanah Bumbu Jokowi Resmikan Jembatan Alalak, Jalan Hasan Basri Kayutangi Macet Parah Jokowi Resmikan Pabrik Johnlin, Paman Birin Pinta Dua PSN Tiba di Banjarbaru, Presiden Jokowi Bertolak ke Banjarmasin

Pakar Beberkan Langkah Agar Seluruh Daerah di Kalsel Bisa Masuk PPKM Level Nol

- Apahabar.com     Kamis, 16 September 2021 - 19:47 WITA

Pakar Beberkan Langkah Agar Seluruh Daerah di Kalsel Bisa Masuk PPKM Level Nol

Anggota Tim Pakar Covid-19 dari Universitas Lambung Mangkurat, Hidayatullah Muttaqin, memetakan langkah yang mesti diambil pemerintah maupun Satgas agar wilayah PPKM level 4 tak meluas. Foto-Dok.apahabar

apahabar.com, BANJARBARU – Berdasarkan asesmen terbaru Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI per 14 September 2021, seluruh wilayah di Kalimantan Selatan tak lagi berstatus PPKM level 4, kecuali Kabupaten Kotabaru.

Anggota Tim Pakar Covid-19 dari Universitas Lambung Mangkurat, Hidayatullah Muttaqin, memetakan langkah yang mesti diambil pemerintah maupun Satgas agar wilayah PPKM level 4 tak meluas.

Langkah ini dinilai akan mampu membuat daerah yang berstatus level 2 semakin banyak. Saat ini baru Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah dan Barito Kuala yang masuk level 2. Sisanya berada di level 3 dan 4.

Hidayatullah berkata untuk menurunkan level situasi dari 3 ke 2, bahkan hingga level nol, diperlukan usaha strategis untuk memutus mata rantai penularan virus Corona.

“Ini berarti perlu kerja sama erat pemerintah daerah di level kabupaten dan kota dengan provinsi serta partisipasi masyarakat,” ucapnya kepada apahabar.com, Kamis (16/9).

Dalam situasi yang makin membaik, lanjut dia, seluruh pihak tak boleh lengah dan kendor terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes). Edukasi dan fasilitas untuk memperkuat penerapan prokes di masyarakat justru harus semakin diperkuat.

“Di samping penegakkan aturan prokes, masker gratis perlu disediakan di tempat-tempat umum dan di pemukiman padat karena tidak semua warga memiliki kemampuan untuk membelinya,” ujarnya.

Kemudian, strategi 3T (tracing, testing dan treatment) juga mesti terus dikencangkan. Hal ini agar bisa cepat mendeteksi jika ada warga yang terpapar Covid-19, sehingga bisa segera diisolasi untuk mencegah penularan ke penduduk lainnya.

“Sementara jika warga yang terinfeksi memiliki risiko tinggi, maka secepatnya mendapatkan treatment di rumah sakit untuk mencegah kondisi yang lebih buruk hingga terjadinya kematian,” paparnya.

Selain itu, vaksinasi menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko warga jika terpapar dan untuk membangun kekebalan komunitas.

Namun, Hidayatullah mengakui capaian vaksinasi di Kalsel masih di bawah standar nasional.

“Manakala di level nasional vaksinasi dosis satu sudah sebanyak 37% dan dosis dua 21% dari target, maka vaksinasi di Kalimantan Selatan baru mencapai 22% untuk dosis satu dan 13% untuk dosis dua,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Muara Uya

Kalsel

Abai Prokes, 3 Warga Muara Uya Diperintahkan Membeli Masker
apahabar.com

Kalsel

Lagi, Polisi Ciduk Dua Napi dari Lapas Banjarmasin
covid-19 kotabaru

Kalsel

Bertambah 1, Positif Covid-19 Kotabaru Jadi 1.413 Orang
apahabar.com

Kalsel

Air Sungai Raya Belanti Binuang Meluap, 30 Rumah Warga Kebanjiran
apahabar.com

Kalsel

Surat Suara Menuju Banjarbaru
Narkoba

Kalsel

Rekor! John Lee Cs Ungkap 400 Gram Sabu di HST
apahabar.com

Kalsel

Debat Pilkada Tanbu, Mila Karmila: Kapan Lagi Buhan Pian Handak Beisi Bupati Bebinian
Tabalong

Kalsel

Penyintas Covid-19 Tabalong Berbagi Cerita Jalani Isoman di Rumah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com