Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Paripurna Raperda Perubahan APBD Tabalong Diwarnai Interupsi

- Apahabar.com     Rabu, 8 September 2021 - 17:44 WITA

Paripurna Raperda Perubahan APBD Tabalong Diwarnai Interupsi

Paripurna DPRD Kabupaten Tabalong dengan agenda penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap Raperda Perubahan APBD TA 2021 dan penyampaian penjelasan Bupati terhadap Raperda APBD TA 2022 diwarnai interupsi. Foto-Istimewa

apahabar.com, TANJUNG – Sidang paripurna DPRD Kabupaten Tabalong dengan agenda penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap Raperda Perubahan APBD TA 2021 dan penyampaian penjelasan Bupati terhadap Raperda APBD TA 2022 diwarnai interupsi seorang anggota.

Bahkan interupsi ini sesaat Ketua DPRD Tabalong H Mustafa membuka sidang paripurna tersebut.

Adalah H Tajudin Noor, anggota dewan dari Partai Nasdem yang melakukan interupsi.

Tajudin bilang, apa yang disampaikan anggota Banggar tidak sesuai dengan apa yang disampaikan Bupati Tabalong, bahwa harus disampaikan dan dibahas komisi-komisi.

Jadi sama sekali bahasan ini tidak dibahas ditingkat komisi-komisi.

“Kita juga malu kepada masyarakat, setiap kali ada kebijakan pembangunan dan infrastruktur dan lainnya, di masyarakat luar sana dikatakan ini sudah dibahas anggota DPRD, padahal kita tidak tahu,” ucapnya.

“Tolong kepada wartawan supaya apa yang saya sampaikan ini di ekspose, supaya masyarakat di luar sana tahu bahwa pembahasan bersama itu tidak dibahas oleh komisi dan anggota dewan,” pungkasnya.

Wakil Ketua DPRD Tabalong, H Jurni angkat bicara. Dikemukakannya biasa interupsi tersebut, kebetulan beliau bukan anggota Banggar, tapi Banmus.

Persoalan ini sudah sering disampaikan kawan-kawan di Banmus bahwa pembahasan itu ada lewat komisi.

“Kita paham bahwa Perda itu ada keterlibatan komisi, tapi masalah APBD itu kan ada tahapan-tahapannya, ” kata politisi Partai Golkar ini.

Jurni bilang komisi masuk saat penyusunan Rencana Kerja (Renja) SKPD, itu artinya di bulan 2 dan 3. Itu sudah diberi ruang di sana.

“Pada saat itu silahkan komisi-komisi mengundang mitranya untuk melakukan pembahasan, jadi Renja itu yang bagaimana. Pihak eksekutif seperti apa dan dewan juga menyampaikan seperti apa,” jelasnya.

“Tahapan-tahapan itu sudah dilalui, kami setiap memimpin rapat selalu menyarankan itu. Jadi tinggal komisinya apakah mau membahas atau tidak pada kesempatan yang kita berikan,” sambungnya.

Setelah itu, jadilah KUPPAS, di situ muncul plafon anggaran, jadi yang prioritas mana saja.

Di dalam KUA PPAS itu juga ada bunyi, bahwa setelah di bahas dan diterima dewan disampaikan seperti paripurna hari ini. Lalu diberi waktu lagi, Banggar dapat meminta masukkan kepada anggota komisi, karena tiap Fraksi itu ada di komisi masing-masing.

Di komisi ada 9 orang dan tidak semua ada di Banggar, jadi siapa yang ada di Banggar dia masuk lagi ke komisinya dan dapat meminta masukkan bahwa ini kegiatan di tahun akan datang atau di perubahan.

Di situlah anggota komisi yang tidak tergabung di Banggar tadi memberikan masukkan, ini tidak sesuai seperti pembahasan di Renja. Kalau tidak sesuai bisa memberikan masukan dan anggota komisi yang juga masuk di Banggar menyampaikannya di Banggar

“Cuma di situ tidak ada lagi ruang anggota komisi, karena di amanat Undang-Undang itu Banggar dengan tim TAPD,” kata Jurni.

“SKPD pun sebenarnya bukan ranahnya lagi di situ, tapi kenapa kita menghadirkan mereka karena Tim TAPD tidak mengerti semua kegiatan di SKPD masing-masing. Pertanyaan kita sebenarnya ke Tim TAPD, karena tidak bisa menjawab maka lalu dia meminta ke dinas terkait. Jadi ini clear, tidak ada yang salah,” imbuhnya.

Jurni mengungkapkan, selama ini Banggar memberikan waktu, tapi komisi saja yang tidak memanfaatkan. Mungkin karena terlena dengan kunjungan kerja, tapi kami sampaikan malam-malam pun tidak masalah membahasnya, atau saat kunker di bawa dan setelah pertemuan kan bisa di bahas.

“Sebenarnya banyak peluang yang kami berikan, tapi kalau ada yang interupsi kemungkinan saat ini kan orang ramai-ramai mau viral,” pungkas Jurni.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PDAM

Tabalong

PDAM Tabalong Berikan Hadiah Bagi Pelanggan Teladan
Rutan Tanjung

Tabalong

Petugas dan Tahanan Rutan Tanjung Dites Urine, Ketahui Hasilnya

Tabalong

Uji Kemampuan Siswa, TPA di Jaro Tabalong Gelar Munaqosah
SIS ADMO

Tabalong

Karyawan dan SIS ADMO Belum Temui Kata Sepakat Soal Libur Hari Buruh
apahabar.com

Tabalong

Donor Darah di PT. PAMA Tabalong, PMI Amankan 68 Kantong

Kalsel

Emak-Emak di Tabalong Ajak Dukung Ratna di LIDA 2021
apahabar.com

Tabalong

Tingkatkan Kepatuhan Prokes Dimasyarakat, Pemkab Tabalong Gelar Apel P3K
Tabalong

Tabalong

Kucing Berkelahi, Satu Buah Rumah di Tabalong Nyaris Hangus Terbakar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com