Cek di Sini! Hasil Menteri Basoeki Tinjau Kelayan Barat Banjarmasin Gelar Aksi Saat Jokowi ke Banjarmasin, BEM Kalsel: Hanya Kebetulan Kecelakaan Maut di Sepagar Kotabaru, 2 Orang Tewas di Tempat Besok Jokowi ke Tanbu, Pangdam VI Mulawarman Turun Cek Pasukan Datang ke Banjarmasin, Jokowi Bakal Disambut Unjuk Rasa

Pasang Surut Ekspor Kalsel: Perikanan Melesat, Karet Alam Terjun Bebas

- Apahabar.com     Jumat, 24 September 2021 - 15:10 WITA

Pasang Surut Ekspor Kalsel: Perikanan Melesat, Karet Alam Terjun Bebas

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Birhasani. Foto-apahabar.com/Istimewa.

apahabar.com, BANJARBARU – Grafik angka realisasi ekspor di Kalimantan Selatan (Kalsel) Juli ke Agustus 2021 umumnya, mengalami pasang surut.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Birhasani mengatakan sejumlah sektor mengalami kenaikan yang cukup signifikan, namun ada juga yang mengalami penurunan.

“Untuk bulan Agustus berbanding Juli lalu menurut catatan kami mengalami kenaikan lebih dari 23 persen,” ungkapnya, Jumat (24/9).

Rincian komoditas yang mengalami kenaikan di antaranya adalah produk sawit yang mencapai 40,57 persen dan otan sekitar 55 persen atau setara 52.724 US Dolar.

Komoditas lain yang juga mengalami kenaikan sangat signifikan adalah ekspor ikan atau hasil laut, angkanya mencapai 124 persen. Sementara sektor tambang hanya mengalami kenaikan sebanyak 22,19 persen.

“Tetapi nilainya memang dominan sekali ya, sangat besar sekali. Jika Juli lalu US$ 519.990.000, sedangkan Agustus mencapai US$ 615.354.000,” bebernya.

Bukan hanya kenaikan, sejumlah komoditas untuk ekspor di Kalsel pada bulan lalu juga mengalami penurunan.

Seperti produk kayu mengalami penurunan sekitar 8 persen, karet alam yang mencapai 16 persen, hasil UMKM dan beberapa komoditas lainnya.

“Tetapi memang karet alam ini cukup fluktuatif setiap bulannya, kadang naik kadang turun,” ujarnya.

Birhasani menjelaskan sejumlah faktor menjadi penyebab terjadinya penurunan ekspor dari Juli ke bulan Agustus 2021.

Mulai dari adanya penurunan permintaan. Kemudian ketersediaan produk pada pelaku usaha.

“Misalkan karet. Tapi bukan berarti mereka tidak mau maksimal melakukan ekspor, namun memang ketersediaan bahan bakunya yang agak menurun,” paparnya.

Di tingkat petani, lanjut dia, saat ini cukup sulit melakukan penyadapan lantaran cuaca belakang kerap terjadi hujan. Sehingga pasokan ke pabrikan mengalami penurunan.

Lebih jauh, Birhasani membeberkan tidak terjadi penurunan terhadap harga ekspor. Bahkan malah ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemprov Kalsel

Panic Buying Imbas Corona, Disperindag: Stok Kalsel Aman!
banjir

Pemprov Kalsel

Tak Ingin Kebanjiran Lagi, Pemprov Kalsel Segera Pasang Sistem Peringatan Dini
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Jelang HUT RI, Calon Paskibraka Diseleksi Ketat

Pemprov Kalsel

Pemprov Kalsel Klaim Upaya Pengurangan Angka Stunting Anak jadi Prioritas

Kalsel

Langkah Kalsel Percepat Swasembada Sapi Potong Didukung Negeri Kanguru

Pemprov Kalsel

Jembatan di Mataraman Mulai Digunakan, Penjabat Gubernur Kalsel Bersyukur
PLN

Pemprov Kalsel

Pemprov Kalsel Apresiasi Langkah PLN Pulihkan Listrik Korban Banjir
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Gegara Covid-19, Puluhan Proyek di Kalsel Gagal Tender
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com