Heboh! Polisi Kotabaru Gerebek Perusahaan Jasa Penagih Hutang Pinjol Setelah DMI Kalsel, Giliran Satgas Soroti Saf Rapat Al-Jihad Status PPKM Kotabaru Naik Level 3, Kadinkes Beberkan Penyebabnya Jelang Peresmian, Penutupan Total Jembatan Sei Alalak Tunggu Instruksi Paspampres Viral! Video Sepasang Muda-Mudi Diduga Berbuat Mesum, Polres HST Turun Tangan

Pemekaran Dua Kecamatan di HST, Yajid: Perlu Kajian Mendalam

- Apahabar.com     Kamis, 30 September 2021 - 17:22 WITA

Pemekaran Dua Kecamatan di HST, Yajid: Perlu Kajian Mendalam

Rencana wilayah pemekaran dua kecamatan di HST. Foto-Istimewa

apahabar.com, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) merencanakan pemekaran kecamatan Batang Alai Selatan (BAS) dan Batu Benawa. Prosesnya sudah pada tahap pembahasan anggaran dengan DPRD HST.

Rencananya, wilayah yang menjadi bagian kecamatan pemekaran, yakni di BAS ada Desa Cukan Lipai, Tanah Habang, Paya, Kias, Kapar dan Tembok Bahalang. Sementara di Kecamatan Batu Benawa ada Desa Layuh, Kalibaru, Kahakan dan Paya Besar.

Anggota Komisi II DPRD HST Yajid Fahmi menyebut pada dasarnya setuju dengan rencana itu. Hanya saja rencana pemekaran wilayah itu nampak tergesa-gesa.

Pemkab HST, kata Yajid, seharusnya mencari momentum yang pas.

“Minimal saat kondisi keuangan daerah sudah stabil. Ia lebih mengutamakan penanganan pascabanjir yang belum optimal agar digenjot,” kata Yajid, Kamis (30/9).

Ia menyarankan Pemkab harus melakukan kajian mendalam sebelum melakukan pemekaran wilayah.

“Nanti kan dibuat Perda. Kalau ada alasan yang jelas, kami setuju saja,” kata Yajid.

Yajid juga menyarankan agar salah satu dari kecamatan yang dipilih itu diganti dengan Kecamatan Pandawan. Dia menilai Pandawan lebih padat penduduk, terbanyak ke 2 di HST.

”Wilayahnya juga sangat luas,” terang Yajid.

Soal pemekaran dua kecamatan ini, Pj Sekda HST, M Yani menyebut untuk meningkatkan pelayanan kepada warga.

“Tahun 2022 akan dimulai. Sebagian anggaran untuk pemekaran ini juga kita usulkan di APBD perubahan 2021,” kata Yani.

Yani mengatakan, pada 2021 ini langkah awal dimulai dengan pengadaan tanah. Berapa nominal anggarannya masih dikalkulasi.

“Masih dalam perhitungan,” kata Yani.

Melihat data di Pemkab HST, Kecamatan Batang Alai Selatan memiliki satu kelurahan dan 18 desa. Sedangkan Batu Benawa punya 14 desa.

Sedangkan syarat pemekaran kecamatan berdasarkan PP No 17 Tahun 2018, minimal jumlah penduduk setiap desa 2.000 jiwa, atau 400 kepala keluarga. Sementara minimal setiap kelurahan 2.750 jiwa atau 550 kepala keluarga.

Sedangkan luas daerah minimal 12,5 kometer persegi, cakupan wilayah minimal 10 desa. Usia kecamatan minimal 5 tahun.

“Syarat-syarat itu sudah terpenuhi. Bahkan melebihi standar,” terang Yani.

Selain pemekaran dua kecamatan. Pemerintah juga berencana memindahkan kantor dan pusat Kecamatan Hantakan. Hal itu dilakukan akibat banjir awal tahun lalu.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

CPNS 2021

HST

Hanya PPPK, Tak Ada Rekrutmen CPNS 2021 di HST
PDAM

HST

Dugaan Korupsi di PDAM HST, Kejari Segera Ekspose Hasil Penyidikan
korban banjir

HST

Posko Kemanusiaan Lintas Iman Bantu Bahan Bangunan untuk Huntara Korban Banjir HST

HST

Tekan Inflasi di HST, PUPR Kalsel Juga Harus Terlibat
Pembacok Warga HST

HST

Orang Gila Pembacok Warga HST Jadi Tersangka, Begini Reaksinya Saat Diperiksa Polisi
apahabar.com

HST

RAPBD Perubahan 2020 HST Disahkan Rp 1,58 Triliun
Aktivis dan pegiat lingkungan hidup, Kosim, saat ditemui apahabar.com di kebunnya di Hinas Kiri, BAT./Foto-HN Lazuardi

HST

Penambangan Andesit di HST Disoroti, Pegiat Lingkungan: Lebih Baik Penghijauan

HST

Tunggu Realisasi, Warga Hantakan HST Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat 
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com