Resmi, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 3 Pekan Setelah Viral Kisah Perjuangan Istri Alm Brimob Kalsel Hidupi 8 Anak Kronologi Lengkap Pembunuhan di Pelambuan Gara-Gara Istri Diganggu Fakta Baru Duel Maut di Sungai Miai Banjarmasin, Hanya Gara-Gara Rumput Laka di Kapar HST: Pengendara Vario Nyungsep ke Kolong Colt L-300

Pemprov Kalsel Klaim Upaya Pengurangan Angka Stunting Anak jadi Prioritas

- Apahabar.com     Sabtu, 18 September 2021 - 20:48 WITA

Pemprov Kalsel Klaim Upaya Pengurangan Angka Stunting Anak jadi Prioritas

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor pada acara Pemberian Penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Sosialisasi Perpres Nomor 72 Tahun 2021, Sabtu (18/9) di Gedung Mahligai Pancasila. Foto-Istimewa 

apahabar.com, BANJARMASIN – Di masa pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengklaim program upaya pengurangan angka stunting anak.

Hal tersebut diungkap Gubernur Kalsel Sahbirin Noor pada acara Pemberian Penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Sosialisasi Perpres Nomor 72 Tahun 2021, Sabtu (18/9) di Gedung Mahligai Pancasila.

“Meski dihadapkan pada pandemi, Kalsel  akan tetap bekerja keras dalam menangani sektor sektor pembangunan prioritas, termasuk upaya pengurangan angka stunting anak,” tegasnya.

 

Dia berkata percepatan penanggulangan stunting terus dilakukan dengan berbagai upaya. Di antaranya melakukan monitoring dan evaluasi (monev) surveilans gizi melalui aplikasi EPPGBM.

Kemudian monev kinerja kabupaten/kota oleh tim KP2S Kalsel. Menindaklanjuti tahapan aksi integrasi konvergensi yang dilakukan kabupaten kota, meningkatkan kapasitas petugas di tingkat puskesmas dan jajarannya, hingga pemantapan kinerja KP2S kabupaten/kota.

Dirjen Bina Pembangunan Daerah  Kemendagri, Hari Nur Cahya Murni, menilai Kalsel berpotensi untuk segera menurunkan angka stunting.

Pasalnya, pasokan ikan di Kalsel melimpah, terutama jenis ikan sungai atau air tawar. Sedangkan bahan makanan tersebut kaya akan nutrisi yang mampu cegah stunting pada anak.

Mengacu pada Perpres Nomor 72 Tahun 2021, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.

Kondisi tersebut ditandai dengan tinggi badan di bawah standar yang ditetapkan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

Ia menambahkan, ada 30 provinsi yang prevalensi stuntingnya di atas toleransi WHO, yaitu 20 persen.

 

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemprov Kalsel

Melacak Penderita Covid-19 Lewat Tes Swab Masif di Kalsel

Pemprov Kalsel

Angka Kematian Covid-19 Kalsel Tinggi, Daerah Termasuk PPKM Level IV Meluas
Siring Laut

Pemprov Kalsel

Inspeksi Posko Pengamanan di Siring Laut Kotabaru, Safrizal Swab Anggota Satpol PP
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Hadiri Swab Gratis dari BNI, Paman Birin: Jangan Takut Berlebihan

Pemprov Kalsel

Masuk Tahap Kajian, Kalsel Ancang-Ancang Bangun Kereta Bandara

Pemprov Kalsel

Dibanding Kereta Api Trans Kalimantan, Pemprov Kalsel Sebut Kereta Bandara Lebih Realistis
Penghargaan Adiwiyata

Pemprov Kalsel

27 Sekolah di Kalsel Raih Penghargaan Adiwiyata
Banjarmasin

Pemprov Kalsel

Draft Tersusun, Pemprov Kalsel Siap Laksanakan PPKM Skala Kecil
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com