Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Penelitian Terbaru: Vaksin Beri Perlindungan dari Gejala ‘Long Covid’

- Apahabar.com     Rabu, 8 September 2021 - 08:31 WITA

Penelitian Terbaru: Vaksin Beri Perlindungan dari Gejala ‘Long Covid’

Ilustrasi vaksin. Foto-Istimewa

apahabar.com, LONDON – Menurut penelitian terbaru dari para ilmuwan di Kings College London, vaksin virus corona menawarkan perlindungan tidak hanya terhadap infeksi dan penyakit serius itu, tetapi juga membantu mencegah “long Covid”, yakni saat gejalanya dapat berlangsung selama beberapa minggu atau bulan.

Penelitian yang dilakukan Kings College London menunjukkan vaksin virus corona mengurangi separuh risiko menderita Covid jangka panjang, dan ini berlaku untuk sangat sedikit orang yang terinfeksi setelah divaksinasi.

Peneliti mendasarkan riset mereka pada aplikasi studi Covid “Zoe” dari Inggris, yang melacak gejala yang dilaporkan sendiri dari 1,2 juta orang antara Desember 2020 dan Juli 2021. Nol koma dua persen responden yang divaksinasi melaporkan terinfeksi virus corona. Dari kelompok itu, lima persen melaporkan menderita Covid yang cukup lama, dibandingkan dengan 11 persen orang yang tidak divaksinasi.

Tidak ada angka resmi, namun diperkirakan jutaan orang di seluruh dunia yang terinfeksi virus corona telah menderita “long Covid,” dengan gejala yang dilaporkan meliputi nyeri otot, kelelahan, sesak napas, dan tidak mampu berpikir cepat yang berlangsung lebih dari empat minggu.

Juru kampanye Covid-19 di Inggris Ondine Sherwood, yang mendirikan kelompok kampanye ‘Long Covid SOS’ setelah menderita penyakit yang disebabkan oleh virus corona, kondisi itu masih kurang dipahami oleh banyak orang.

“Di kalangan praktisi medis, kesadaran akan ‘long Covid’ berbeda-beda. Saya pikir masih ada orang-orang yang diberitahu bahwa gejala itu disebabkan oleh rasa cemas. Beberapa dokter tidak sepenuhnya memahami kondisi tersebut,” terangnya kepada VOA.

“Ini adalah kasus yang harus mengobati gejala. Penelitian sedang berlangsung terkait mekanisme ‘Long Covid’ dan belum sepenuhnya dipahami. Cukup banyak teori yang didukung penelitian. Tetapi kita belum mencapai tahap dimana kita bisa melakukan perawatan yang disasarkan,” lanjutnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Internasional

Korea Utara Berhasil Uji Coba Tembak Rudal Jelajah Jarak Jauh
apahabar.com

Internasional

WHO: Dampak Covid-19 Akan Terasa hingga Puluhan Tahun
apahabar.com

Internasional

Tembak Jatuh Pesawat Ukraina, Iran Minta Maaf
apahabar.com

Internasional

Penjelasan WHO, Virus Corona Dapat Menyebar di Udara

Internasional

Mengharukan, Pengungsi Afghanistan Sampai Melahirkan di Pesawat
China

Internasional

Pesawat Militernya Dicegat Jet Tempur Malaysia, Duta Besar China Buka Suara
Sayid Hassan Nasrallah

Internasional

Sayyed Hassan Nasrallah Nyatakan Serangan ke Yerusalem Berarti Perang Regional
WHO

Internasional

Januari 2021 ke China, Tim WHO Akan Selidiki asal Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com