Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Penjualan Trenggiling Via Medsos Marak, BKSDA Kaltim: Itu Hewan Dilindungi!

- Apahabar.com     Jumat, 10 September 2021 - 09:12 WITA

Penjualan Trenggiling Via Medsos Marak, BKSDA Kaltim: Itu Hewan Dilindungi!

Penjualan trenggiling mulai marak via media sosial. Foto-Istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kaltim mengecam adanya perdagangan hewan trenggiling di media sosial. Bahkan perdagangan tersebut secara terang-terangan di sebuah grup facebook bernama “Info Seputar Trenggiling”.

Kepala BKSDA Provinsi Kaltim, Ivan Yusfi Noor telah mendapat sejumlah laporan adanya penjualan hewan trenggiling, baik dalam bentuk daging maupun sisik. Dirinya langsung memerintahkan anggota untuk bergerak menelusuri pelaku penjualan maupun pembelian yang berencana akan memasarkannya di wilayah Kaltim.

“Kita sudah mendapat laporan. Jadi teman-teman sudah saya perintahkan sejak beberapa hari yang lalu. Kelihatannya memang ada upaya-upaya melakukan jual beli. Kita belum mendapatkan informasi pelaku, tapi kami sedang melakukan penelusuran. Tapi tidak bisa di ekspose lebih jauh karena khawatir pelaku nanti kabur,” katanya.

Kasus penjualan hewan trenggiling memang hal baru yang terjadi di Kaltim. Pihaknya pernah melakukan penindakan terhadap penjual hewan trenggiling. Namun kali ini terjadi lagi.

“Tapi memang belum pernah terjadi penjualan trenggiling. Tapi kita beberapa hari lalu pernah memproses perdagangannya. Kita proses secara hukum. Nah sekarang mulai ada yang memperdagangkan lagi,” tuturnya.

Ivan menegaskan bahwa siapa pun yang menjual hewan trenggiling akan dikenakan sanksi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi. Di dalam UU tersebut hewan trenggiling masuk dalam kategori satwa yang dilindungi.

“Jadi pasal yang dikenakan yakni berburu, membunuh, memperjualbelikan trenggiling atau bagian-bagian tubuhnya. Pidananya kalau enggak salah 5 tahun atau denda Rp 100 juta,” ungkapnya.

Ditanya mengenai maraknya penjualan hewan trenggiling, Ivan mengatakan bahwa masyarakat banyak yang mencari satwa langka tersebut lantaran disebut-sebut berkhasiat sebagai obat. Hanya saja belum ada kajian klinis apakah benar bisa digunakan sebagai obat atau justru ada efek lain.

“Kalau lihat dari pasar informasi yang kami dengar itu terkait dengan khasiat obat. Tapi apakah itu hasil dari uji klinis atau apa ya kita belum tahu. Pada umumnya trenggiling diperjualbelikan terutama di sisiknya karena katanya ada khasiatnya,” pungkasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Lockdown

Kaltim

Mulai Besok, Kaltim Berlakukan Lockdown Weekend
CPNS Penajam

Kaltim

CPNS Penajam, Ratusan Pelamar Tak Penuhi Syarat

Kaltim

16 Orang Positif Covid-19 di Balikpapan, Pelajar dan Karyawan Kedai Kopi Ikut Terpapar

Kaltim

Tambah 33 Kasus Positif di Balikpapan, Ada Klaster Karyawan Pengelohan Limbah
apahabar.com

Kaltim

Waspada Penyakit Pasca Banjir
apahabar.com

Kaltim

Penumpang Misterius yang Lompat dari KM Lambellu Belum Ditemukan
Rahmad Masud

Kaltim

Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi
apahabar.com

Kaltim

Imbauan Pemprov Kaltim soal Akun Palsu Gubernur Isran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com