Pemukiman Warga Danau Rangas Palangka Raya Kini Jadi Daerah Banjir Terparah Duh, Petugas Dishub Palangka Raya Dipukul Gegara Tertibkan Jukir Liar Tugu Soekarno Azis Syamsuddin Tersangka Dugaan Suap Terancam Hukuman Hanya 5 Tahun Penjara Jadi Tersangka, Azis Syamsuddin Diduga Suap Mantan Penyidik KPK Rp 3,1 Miliar Bukti Cukup, KPK Tetapkan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin Tersangka Suap

Perangi Perubahan Iklim, Amazon Gaungkan Penghapusan Karbon

- Apahabar.com     Jumat, 3 September 2021 - 10:15 WITA

Perangi Perubahan Iklim, Amazon Gaungkan Penghapusan Karbon

Papan nama terlihat di fasilitas Amazon di Bethpage di Long Island di New York, AS, 17 Maret 2020. Foto Reuters via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Amazon kian gencar mendukung solusi global terhadap krisis iklim.

Perusahaan dagang berbasis online ini mengumumkan peluncuran Agroforestry and Restoration Accelerator dalam kemitraan dengan The Nature Conservancy, sebuah organisasi lingkungan global.

Mereka bertekad menciptakan sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan bagi ribuan petani lokal di negara bagian Para, Amazon, Brazil.

Agroforestry and Restoration Accelerator adalah salah satu proyek penghapusan karbon, dan bagian dari komitmen Amazon untuk memenuhi The Climate Pledge (Janji Iklim), yang didirikan bersama oleh perusahaan dengan Global Optimism.

Pada 2040, mereka berkomitmen untuk mencapai karbon nol bersih atau 10 tahun lebih awal dari Perjanjian Paris.

“Memulihkan hutan dunia adalah salah satu tindakan paling berarti yang dapat kita ambil saat ini untuk mengatasi perubahan iklim, dan itu akan membutuhkan solusi inovatif agar berhasil,” kata Wakil Presiden Keberlanjutan Dunia Amazon, Kara Hurst, Jumat (3/9) dilansir Antara.

Amazon, kata dia, berharap dapat memberikan kontribusi semangat untuk inovasi bersama dengan dukungan keuangan peningkatan mata pencaharian masyarakat lokal di Brazil.

“Sambil membantu melindungi planet ini untuk generasi mendatang.”

Investasi awal Amazon di Accelerator akan mendukung 3.000 petani dan memulihkan sekitar 20.000 hektare lahan kritis dalam waktu tiga tahun.

“Termasuk menghapus hingga 10 juta metrik ton karbon dioksida dari atmosfer hingga tahun 2050, menurut pengumuman tersebut.”

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Antisipasi Teror Bom Jelang Natal, Polisi Pasang Metal Detector di Gereja
Seksual

Nasional

Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak Tinggi, Presiden Teken PP Kebiri Kimia
apahabar.com

Nasional

MK Gelar Sidang Ketiga Sengketa Pilpres
apahabar.com

Nasional

Update Pembangunan Ibu Kota Negara Baru di Kaltim, Sabar! Butuh 15-20 Tahun
apahabar

Nasional

Prihatin dengan Kondisi Toleransi di Indonesia, Jokowi: Saya Sedih
apahabar.com

Nasional

Jakarta PSBB Lagi, Operasional Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma Disesuaikan

Nasional

Doni Monardo: Angka Nakes Gugur karena Covid-19 di Indonesia Tertinggi Ke-5 Dunia
apahabar.com

Nasional

MURI Catat 2 Rekor JMSI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com