Simpan Sabu di Dapur, Pemuda Kelumpang Tengah Kotabaru Ditangkap Catat Tanggalnya, BPJN Kalsel Tutup Jembatan Paringin Selama Perbaikan Jaringan Internet Telkom Down, Panitia Tes SKD CPNS HSS Tak Kehabisan Akal Ciaatt! Serunya Lomba Lawang Sakepeng Seni Bela Diri Dayak Ngaju di Kapuas Masih Berlangsung! Penggeledahan KPK di Kantor Dinas PUP HSU

Pidato Perdana Wagub Kalsel: APBD Perubahan 2021 Capai Rp 6,7 Miliar

- Apahabar.com     Kamis, 9 September 2021 - 21:30 WITA

Pidato Perdana Wagub Kalsel: APBD Perubahan 2021 Capai Rp 6,7 Miliar

Wakil Gubernur Kalsel, H Muhidin, menyampaikan nota keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan (APBD-P) 2021 mencapai Rp 6,72 miliar di Sidang Paripurna DPRD Kalsel. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Tampil perdana di Sidang Paripurna DPRD Kalsel, Wakil Gubernur Kalsel, H Muhidin, menyampaikan nota keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan (APBD-P) 2021 mencapai Rp 6,72 miliar.

“Jadi ada kenaikan dibandingkan APBD murni 2021 mencapai Rp 1,29 triliun,” kata Muhidin, usai menyampaikan nota keuangan APBD-P 2021 pada paripurna dewan, di DPRD Kalsel, Kamis (9/9).

Muhidin mengungkapkan, APBD-P tahun ini mengalami kenaikan sekitar 23,81 persen dibandingkan murni sebesar Rp 5,433 triliun, sebagai dampak tambahan anggaran dari pemerintah pusat.

“Kita mendapatkan anggaran untuk penanganan Covid-19 melalui dana alokasi khusus (DAK) untuk pendidikan dan kesehatan,” tambah mantan Wali Kota Banjarmasin itu.

Dari segi pendapatan daerah murni sebesar Rp 5,43 triliun dan ada kenaikan Rp 1,29 triliun atau sebesar 23,81 persen.

“Total pendapatan daerah yang akan dianggarkan mencapai Rp 6,72 triliun,” tambahnya, didampingi Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel, Agus Dyan Noor.

Sedangkan murni belanja 2021 mencapai Rp 5,53 triliun, terdapat kenaikan sebesar Rp 1,43 triliun atau naik 25,85 persen.

“Maka total belanja daerah yang akan dianggarkan sebesar Rp 6,95 triliun,” jelas Wagub Kalsel, Muhidin yang juga Ketua DPW Pantai Amanat Nasional tersebut.

Kemudian selisih pendapatan dan belanja daerah murni sebesar Rp 100 miliar, di mana ada tambahan kenaikan sebesar Rp 136,34 miliar atau 136,34 persen.

“Pendapatan daerah dan belanja daerah terdapat defisit yang ditutupi pembiayaan netto atau hasil bersih sebesar Rp 236,34 miliar,” ungkap Muhidin.

Lebih lanjut Muhidin mengharapkan agar pembahasan RAPBD Perubahan 2021 dapat berjalan dengan lancar, sehingga anggaran bisa digunakan untuk menunjang program prioritas pemerintah.

“Kita kini dihadapkan dengan pandemi, sehingga penanganan Covid-19 menjadi prioritas pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bakeuda Kalsel, Agus Dyan Noor, menambahkan, pembahasan RAPDB-P 2021 ini dikarenakan adanya penambahan anggaran, terutama bantuan penanganan Covid-19 dari pemerintah pusat.

“Kita mendapatkan bantuan DAK fisik maupun non fisik untuk menangani Covid-19, kesehatan dan pendidikan,” jelasnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

DPRD Kalsel

Intip Pelabuhan Perikanan Batulicin yang Jadi Percontohan BLUD
apahabar.com

DPRD Kalsel

Sekretariat DPRD Kalsel Berupaya Tingkatkan Kedisiplinan, Termasuk Cara Berpakaian
Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syaripuddin mengusulkan P3K bisa ikut memiliki hunian dengan fasilitas KPR Tapera. Foto-Istimewa

DPRD Kalsel

Dewan Kalsel Usul Pegawai Honor P3K Bisa Nikmati Progam KPR Tapera

DPRD Kalsel

Tuntutan Mahasiswa Kalsel Sudah Sampai ke Presiden

DPRD Kalsel

Lutfi Saifuddin: Pemerintah Perlu Siapkan Panduan Jelas PTM
apahabar.com

DPRD Kalsel

Bang Dhin Bawa Aspirasi Nelayan Pemilik Kapal ke Kemenhub
apahabar.com

DPRD Kalsel

Gara-Gara Gas Melon, DPRD Kalsel Panggil Pertamina, Hiswana, dan ESDM
Covid-19 Mewabah, Pelayanan Publik dan Geliat Ekonomi Harus Tetap Jalan

DPRD Kalsel

Covid-19 Mewabah, Pelayanan Publik dan Geliat Ekonomi Harus Tetap Jalan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com