Pemukiman Warga Danau Rangas Palangka Raya Kini Jadi Daerah Banjir Terparah Duh, Petugas Dishub Palangka Raya Dipukul Gegara Tertibkan Jukir Liar Tugu Soekarno Azis Syamsuddin Tersangka Dugaan Suap Terancam Hukuman Hanya 5 Tahun Penjara Jadi Tersangka, Azis Syamsuddin Diduga Suap Mantan Penyidik KPK Rp 3,1 Miliar Bukti Cukup, KPK Tetapkan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin Tersangka Suap

Polres HST Angkat Bicara Soal Dugaan Salah Tangkap Hingga Pemukulan Anggota HMI

- Apahabar.com     Minggu, 12 September 2021 - 22:21 WITA

Polres HST Angkat Bicara Soal Dugaan Salah Tangkap Hingga Pemukulan Anggota HMI

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, BARABAI – Kepolisan Resort Hulu Sungai Tengah (Polres HST) angkat bicara soal kasus dugaan salah tangkap beberapa waktu lalu.

Empat hari lalu, Rabu (8/9) malam, Rafi’i (23) dari HMI HST ditangkap saat berada di sekretariatnya di Jalan Lingkar Walangsi-Kapar Desa Banua Budi.

Mahasiswa semester akhir itu ditangkap lantaran dicurigai polisi terlibat dalam aksi pencurian kendaraan bermotor di daerah Hulu Sungai Utara (HSU).

Usai ditangkap, Rafi’i kemudian dibawa ke markas Buser HST. Di situlah dia diinterogasi dan beberapa kali menerima pukulan hingga pingsan oleh oknum polisi.

Kapolres AKBP Danang Widaryanto melalui Pengelola Informasi Dokumentasi dan Multimedia (PIDM) Polres HST, Aipda M Husaini menyebutkan pihaknya hanya membackup Polres Hulu Sungai Utara (HSU).

“Kami (dari Buser HST) hanya backup Polres HSU. Kasus dugaan tindak pidana ini sebenarnya ditangani Polres HSU. Jadi yang melalakukan pemeriksaan dari anggota Polres HSU,” terang Husaini dikonfirmasi apahabar.com via WhatsApp, Minggu (12/9) malam.

Soal oknum anggota yang melakukan pemukulan, kata Husaini, saat ini masih proses di Propam Polda Kalsel.

“Jadi kita tunggu saja. Pemeriksaan masih berjalan di Polda,” kata Husaini.

Sebelumnya, diberitakan apahabar.com, Muhammad Rafi’i menjadi korban salah tangkap oknum polisi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Belakangan diketahui, penangkapan itu tidak hanya dilakukan oleh anggota Polres HST tetapi juga dari Polres HSU.

“Kita (Resmob Polres HST) hanya membackup. Kasus dugaan tindak pidananya ada di HSU,” kata Husaini kepada apahabar.com.

Kasus ini terungkap ke publik bermula pada Sabtu (11/9). Rafi’i bersama rekannya dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendatangi ke Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Kalsel.

Kasus salah tangkap oleh oknum polisi tersebut sudah dilaporkan ke Polda Kalsel. “Kami sudah lapor ke Propam. Meminta kasus ini diusut tuntas. Oknum polisi itu harus disanksi berat,” ujar Ketua Umum Badan Koordinasi HMI Kalsel, Zainuddin, Minggu (12/9).

Yang membuat mereka tak terima, saat ditangkap Rafi’i sempat menerima tindak kekerasan. Kader HMI HST itu sempat beberapa kali mendapat bogem mentah dari oknum polisi.

“Sampai sekarang memarnya masih ada. Kami juga akan melakukan visum. Rencana hari ini,” terang Zainuddin.

Melalui Zainuddin duduk perkara ini terungkap. Dia secara runut menceritakan apa yang dialami juniornya tersebut.

Empat hari lalu, persisnya pada Rabu (8/9) sekitar pukul 17.30, Rafi’i ditangkap saat berada di sekretariat HMI HST.

Rafii ditangkap lantaran dicurigai polisi terlibat dalam aksi pencurian kendaraan bermotor di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Kegaduhan sempat terjadi saat proses penangkapan Rafi’i. Bahkan kata Zainuddin, polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan. Alhasil, kejadian itu menyita perhatian warga setempat.

“Kami malu sekali, dikira warga anggota kami ngedar sabu. Ini yang membuat kami keberatan,” katanya.

Usai ditangkap, Rafi’i kemudian dibawa ke Markas Buser Polres HST polisi sekitar pukul 19.00.

Di situlah dia diinterogasi dengan keadaan tangan diborgol dan beberapa kali menerima pukulan hingga pingsan

Singkat cerita, karena merasa tak tahan dengan tekanan akhirnya Rafi’i terpaksa berpura-pura mengaku. Hingga akhirnya dia dibawa ke Polres HST.

“Dia terpaksa mengaku karena enggak tahan lagi dipukuli. Ada beberapa kali. Di bagian kepala dan bagian tubuh lainnya,” beber Zainuddin.

Dari Polres HST, Rafi’i kemudian dibawa ke Polres HSU. Namun belakangan dia dilepaskan oleh polisi setelah hampir 24 jam ditahan.

“Dia dikasih duit Rp100 ribu lalu dilepaskan. Kemudian dijemput kawan-kawan di sana beserta keluarga,” imbuhnya.

Selain Rafi’i ada tiga orang lainnya yang juga menjadi korban salah tangkap ini. Namun, ketiga orang tersebut tak melapor.

“Rafi’i ini kader kami. Kalau yang tiga saya kurang kenal. Sempat ditawarkan juga melaporkan ke Polda tapi enggak jadi,” ungkap Zainuddin.

Zainuddin menyesalkan atas kasus salah tangkap ini. Dia juga mempertanyakan standar operasional (SOP) dari aparat kepolisian dalam menangani sebuah kasus.

“Saya menilai SOP yang dilakukan oknum polisi itu amburadul dan sangat sembarangan. Kami mendesak Polda Kalsel mengusut kasus ini. Bahkan kalau perlu oknum polisi itu dipecat,” pungkas Zainuddin.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PDAM

HST

Kejari HST Tetapkan 4 Tersangka Kasus Korupsi di PDAM, Bagaimana Doktrin BJR?

HST

Perbaikan Jembatan Permanen di HST Masih Harus Tunggu 2022
apahabar.com

HST

Kekuatan ‘B 654 M’ Bertambah, 5 Unit BPK Resmi Bergabung

HST

Kunjungi Meratus HST, Mensos Risma Diminta Tower Seluler
Puluhan hunian sementara

HST

GPS Al-Umm Bantu Puluhan Unit Huntara untuk Korban Banjir di HST

HST

Status Tanggap Darurat Diperpanjang Lagi, Pemkab HST Fokus Penanganan Infrastruktur

HST

Influencer Ogut Galang Dana untuk Santri di HST

HST

Komitmen Tanggulangi Banjir di HST Meski Jabatan Berakhir, Berry: Saya Akan Jadi Relawan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com