Bali-Singapura Buka Penerbangan, Kadinkes Banjarmasin Waswas Kata Para Pelaku Usaha di Banjarbaru Soal Wajib PCR Penumpang Pesawat Diadili, Pemenggal Kepala Ibu Muda di Belda Banjarmasin Polemik Gelar Doktor Kehormatan untuk Paman Birin, Alumnus Tantang Uji Publik! Heboh Narkoba ‘Prangko Dahsyat’ Banjarmasin, BNN Turun Tangan

Presiden Jokowi: PT Krakatau Steel Sudah Semakin Sehat

- Apahabar.com     Selasa, 21 September 2021 - 12:51 WITA

Presiden Jokowi: PT Krakatau Steel Sudah Semakin Sehat

Tangkapan layar Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik hot strip mill 2 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Cilegon, Banten, Selasa (21/9). Foto-Antara/Desca Lidya Natalia

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan hasil transformasi di PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menunjukkan kondisi BUMN tersebut sudah semakin sehat.

“PT Krakatau Steel juga terus melakukan transformasi dan terus melakukan restrukturisasi. Pak Menteri BUMN tadi juga menyampaikan Krakatau Steel saat ini sudah semakin sehat, karena sebelumnya memang kurang sehat,” kata Presiden Jokowi di Cilegon, Banten, seperti dilansir Antara, Selasa (21/9).

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut saat meresmikan pabrik hot strip mill 2 Krakatau Steel yang memiliki kapasitas produksi hot rolled coil (HRC) sebesar 1,5 juta ton per tahun.

“Produksinya juga semakin lancar, industri ini sangat strategis. Oleh sebab itu, saya memberikan perhatian besar bagi industri baja ini,” tambah Presiden Jokowi.

Produk yang dihasilkan Krakatau Steel, menurut Presiden Jokowi, sangat dibutuhkan dan dimanfaatkan oleh industri lain.

“Artinya, akan mengurangi semakin banyak impor kita dari negara-negara lain dan menjadi salah satu pilar penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia karena konsumsi baja kita sangat besar,” ungkap Presiden.

Presiden Jokowi menyebut dengan mengetahui konsumsi baja Indonesia sangat besar, maka tidak boleh dibiarkan untuk dimasuki produk-produk dari luar.

“Konsumsi baja ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, bukan hanya pembangunan infrastruktur, tapi juga pembangunan industri lainnya yang nanti juga membutuhkan baja utamanya industri otomotif,” tambah Presiden.

Apalagi, dalam lima tahun terakhir, kebutuhan baja Indonesia meningkat hingga 40 persen yang dipacu oleh pembangunan infrastruktur.

“Walaupun di masa pandemi, proses transformasi BUMN tetap terus kita lakukan. Transformasi BUMN menjadi keharusan agar menjadi kelas dunia yang semakin profesional, kompetitif, dan menguntungkan untuk memberikan pelayanan lebih baik bagi masyarakat dan membuka semakin banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat serta berkontribusi lebih besar pada pendapatan negara,” kata Presiden.

Krakatau Steel pada 2020 mencatatkan laba bersih Rp326 miliar dengan laba operasi Rp2,4 triliun. Perusahaan tersebut mampu meraih laba dari yang sebelumnya mengalami kerugian sejak 2012.

Perseroan mampu menurunkan biaya operasional pada 2020 dari Rp4,8 triliun pada 2019 menjadi Rp2,8 triliun atau turun 41 persen.

Sementara, pabrik hot strip mill (HSM) 2 dibangun dengan investasi mencapai 521 juta dolar AS atau setara Rp7,5 triliun dan mulai dibangun sejak 2016 oleh konsorsium bersama SMS Group Jerman dan PT Krakatau Engineering.

Salah satu jenis produk yang menjadi keistimewaan pabrik baru ini adalah HRC untuk kebutuhan otomotif yaitu mampu menghasilkan ketebalan HRC dengan rentang 1,4 mm hingga 16 mm serta lebar mulai dari 600 mm hingga 1.650 mm.

Melalui pabrik HSM 2, kapasitas produksi HRC Krakatau Steel bertambah menjadi 3,9 juta ton per tahun sehingga dapat menekan impor HRC yang mencapai 0,9-1,9 juta ton per tahun, sedangkan kebutuhan baja HRC/plate nasional mencapai 4,8-5,3 juta ton per tahun.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Jokowi

Ekbis

Presiden Jokowi Izinkan Bisnis Peyek Digarap Perusahaan Besar
BPS Rilis Data Inflasi Agustus

Ekbis

Jelang BPS Rilis Data Inflasi Agustus, Rupiah Menguat
apahabar.com

Ekbis

Pertamina Tak Pasok BBM ke SPBU, Jika…
apahabar.com

Ekbis

Alasan Mengapa Honda Beat Generasi Lima lebih Ringan
Batu Bara PLN

Ekbis

Batu Bara PLN Merosot, Pemadaman Massal Intai Kalsel

Ekbis

Dialog Apindo Kalsel, Empat Maskapai Absen
apahabar.com

Ekbis

BI: Gejolak Global dan Demonstrasi Tambah Kegelisahan Pasar Finansil
apahabar.com

Ekbis

Permintaan Kurang, Harga Batu Bara Turun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com