Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Presiden: Ubah Struktur Ekonomi Berbasis Komoditas Menjadi Ekonomi Berbasis Inovasi Teknologi

- Apahabar.com     Rabu, 15 September 2021 - 14:51 WITA

Presiden: Ubah Struktur Ekonomi Berbasis Komoditas Menjadi Ekonomi Berbasis Inovasi Teknologi

Presiden Joko Widodo. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia berupaya untuk mengubah struktur ekonomi berbasis komoditas menjadi negara industri yang kuat dengan berbasis pada pengembangan inovasi teknologi.

Demikian disampaikan Presiden saat melakukan groundbreaking pabrik industri kendaraan listrik PT HKML Battery Indonesia di Kompleks Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu, 15 September 2021.

Kepala Negara menuturkan, pembangunan pabrik dengan nilai investasi sebesar USD1,1 miliar ini merupakan wujud keseriusan pemerintah untuk melakukan hilirisasi industri.

“Strategi bisnis besar negara adalah keluar secepatnya dari jebakan negara pengekspor bahan mentah, melepaskan ketergantungan pada produk-produk impor dengan mempercepat revitalisasi industri pengolahan, sehingga bisa memberikan peningkatan nilai tambah ekonomi yang semakin tinggi,” tuturnya seperti rilis yang diterima apahabar.com, Rabu (15/9).

Kepala Negara optimistis Indonesia dapat menjadi produsen utama produk barang jadi berbasis nikel karena Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia dengan potensi yang luar biasa.

“Saya yakin dalam 3 sampai 4 tahun ke depan melalui manajemen yang baik, manajemen pengelolaan yang baik, Indonesia akan bisa menjadi produsen utama produk-produk barang jadi berbasis nikel, seperti baterai litium, baterai listrik, baterai kendaraan listrik,” ucapnya.

Presiden menyebutkan, hilirisasi industri akan meningkatkan nilai tambah bijih nikel secara signifikan. Selain itu, pengembangan industri baterai juga akan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan investasi.

“Dari industri turunan yang menggunakan baterai, seperti investasi motor listrik, bus listrik, dan industri mobil listrik,” ucap Presiden.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Heboh Bajakah, Pasien Kanker Rela Tunda Pengobatan Medis

Nasional

JK Mengaku Miliki Hubungan Baik dengan Pimpinan Taliban, Berikut Ceritanya
Banjir, Warga Jakarta Utara Paling Banyak yang Mengungsi

Nasional

Banjir, Warga Jakarta Utara Paling Banyak yang Mengungsi
Erick Thohir

Nasional

Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah
Penambahan Kasus

Nasional

Rekor Penambahan Kasus Baru Covid-19 Nasional, 8.369 Orang Positif
PPPK 2021

Nasional

Masih Dibuka, Deretan Instansi yang Sepi Peminat CPNS
apahabar.com

Nasional

DPRD Cek Proyek Perwakilan Kalsel di Jakarta
apahabar.com

Nasional

Tiga Kasus Corona Baru Terdeteksi di Vietnam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com