Simpan Sabu di Dapur, Pemuda Kelumpang Tengah Kotabaru Ditangkap Catat Tanggalnya, BPJN Kalsel Tutup Jembatan Paringin Selama Perbaikan Jaringan Internet Telkom Down, Panitia Tes SKD CPNS HSS Tak Kehabisan Akal Ciaatt! Serunya Lomba Lawang Sakepeng Seni Bela Diri Dayak Ngaju di Kapuas Masih Berlangsung! Penggeledahan KPK di Kantor Dinas PUP HSU

Psikolog: Peka Terhadap Tanda, Bantu Cegah Bunuh Diri

- Apahabar.com     Minggu, 12 September 2021 - 16:24 WITA

Psikolog: Peka Terhadap Tanda, Bantu Cegah Bunuh Diri

Ilustrasi memberikan bantuan pada seseorang yang mengalami masalah kesehatan jiwa. Foto-Shutterstock via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Umum Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia, Dr Indria Laksmi Gamayanti, mengatakan tidak semua orang yang melakukan tindakan bunuh diri memiliki ciri khusus.

Oleh karenanya masyarakat diharapkan peka dengan keadaan sekitar agar dapat melakukan pencegahan.

Lulusan fakultas psikologi Universitas Gadjah Mada ini mengatakan sangat penting untuk mengamati sikap dan perilaku seseorang yang sedang mengalami depresi atau masalah kesehatan jiwa lainnya.

Meski tidak memiliki tanda khusus, biasanya ada kata-kata atau pesan yang disampaikan secara tersirat.

“Bisa dari kata-katanya, pesan-pesannya, mungkin untuk sebagian orang bisa terlihat dari penampilan yang tidak bersemangat. Tapi tidak selaku seperti itu, tapi dari sikap dan perilaku, keluhan-keluhannya perlu kita perhatikan,” ujar Gamayanti dalam diskusi virtual “Hari Pencegahan Bunuh Diri” seperti dilansir Antara, Minggu (12/9).

Menurut Gamayanti, saat seseorang menunjukkan sikap adanya keinginan untuk bunuh diri, maka harus direspon dengan serius. Sebab, bantuan dari orang terdekat dapat berguna untuk pencegahan.

“Ada tanda-tanda memang tapi tidak berarti orang itu pasti mau bunuh diri. Namun perlu bahkan harus direspon dengan serius, sekecil apapun tanda itu perlu dan harus direspon dengan serius,” kata Gamayanti.

Gamayanti bilang rata-rata orang yang melakukan bunuh diri selalu merasa kesepian, tidak berguna, lelah dengan kehidupan, putus asa, tidak ada yang dukung atau peduli, merasa dijauhi dan tertekan.

Oleh karenanya, seseorang yang mengalami gangguan psikologis butuh teman untuk diajak bicara, yang mau mendengarkan tanpa menghakimi dan menenangkan.

“Cara kita melakukan pencegahannya dengan mengajaknya berbicara, mendengarkan, ditenangkan dan pelan-pelan diajak untuk menguraikan masalahnya,” ujar Gamayanti.

Sementara itu, Gamayanti menyebutkan seseorang yang berisiko melakukan tindakan bunuh diri adalah individu yang mengalami masalah psikologis berat atau gangguan jiwa (depresi) karena ada predisposisi kerentanan, memiliki masalah hubungan awal yang tidak harmonis, mengalami kekerasan, perundungan, trauma atau diskriminasi, mengalami tekanan hidup berat, minim dukungan sosial, adanya anggota keluarga yang bunuh diri serta mudah mendapatkan alat bunuh diri.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Kembali Normal, Kontrol Asupan Makanan Berlemak
apahabar.com

Gaya

Pecinta Motor Dua Tak: Pembina Brotherhood Of Two Stroke Sebut Dua Tak Juga Punya Kelas
apahabar.com

Gaya

5 Makanan yang Bisa Meredakan Cegukan

Gaya

Periksa Kolesterol Tak Dianjurkan Lewat Ujung Jari, Begini Saran Dokter
apahabar.com

Gaya

Se’i Suba Suka, Nikmatnya Daging Asap Khas NTT di Banjarmasin
apahabar.com

Gaya

Ingin Pesan Makanan Berbuka Puasa dan Sahur? Gunakan 7 Aplikasi Ini
apahabar.com

Gaya

Pandangan Islam Ketika Muslimah Bekerja
apahabar.com

Gaya

Serba-Serbi Soal Mitos Telur dan Fakta Sebenarnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com