OTT di Amuntai dan Sejarah Korupsi di Kalsel yang Sudah Ada Sejak Zaman Kesultanan Simpan Sabu di Dapur, Pemuda Kelumpang Tengah Kotabaru Ditangkap Catat Tanggalnya, BPJN Kalsel Tutup Jembatan Paringin Selama Perbaikan Jaringan Internet Telkom Down, Panitia Tes SKD CPNS HSS Tak Kehabisan Akal Ciaatt! Serunya Lomba Lawang Sakepeng Seni Bela Diri Dayak Ngaju di Kapuas

PTM Belum Diizinkan, SMKN 1 Tabalong Tetap Belajar Daring

- Apahabar.com     Senin, 13 September 2021 - 14:46 WITA

PTM Belum Diizinkan, SMKN 1 Tabalong Tetap Belajar Daring

Kepala SMKN 1 Tanjung, Hj Lis Sulastrini. Foto- apahabar.com/Muhammad Al-Amin.

apahabar.com, TANJUNG – Salah satu sekolah yang hingga saat ini belum menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Tabalong adalah SMKN 1 Tanjung.

Pihak SMKN 1 Tanjung sendiri telah mengajukan surat permohonan menggelar PTM ke Provinsi Kalsel, namun belum diizinkan.

“Untuk PTM kami masih menunggu, karena Kabupaten Tabalong masih PPKM level III, sementara SMA/SMK ditangani provinsi. Kami tinggal di kabupaten tetapi kami juga harus menunggu perintah provinsi dan belum diizinkan untuk menggelar PTM,” kata Kepala SMKN 1 Tanjung, Hj Lis Sulastrini kepada apahabar.com, Senin (13/9).

Lis bilang, pertimbangannya kemungkinan andai siswa di sini turun dengan jumlah 50 persen masih banyak jumlahnya.

Jumlah siswa di SMKN 1 Tanjung sebanyak 2.200 orang, tenaga pendidik dan tenaga administrasi sekitar 150 orang.

“Sekali turun kalau 50 persen berarti 1.150 siswa, ditambah dengan tenaga pendidik dan tenaga TU maka jumlah yang berada di sekolah mencapai 1.300 orang,” ungkap Lis.

“Sementara anak-anak kita belum mendapatkan vaksin, kalau untuk guru dan tenaga administrasi memang sudah divaksin 2 kali dosis,” sambungnya.

Saat ini para siswa tetap mengikuti pembelajaran dalam jaringan (daring), sedangkan guru dan tenaga administrasi turun ke sekolah.

“Dalam pembelajaran daring siswa mengikutinya seperti sekolah biasanya, ada jadwal yang diberikan oleh guru-guru sesuai kurikulum,” beber Lis.

Lis mengungkapkan, dalam pembelajaran daring kalau para guru tidak ada kendala, tapi kendala itu terjadi pada siswa seperti tidak mempunyai kouta, jaringan internet yang lelet bagi siswa yang tinggal di luar perkotaan.

Bila ada guru yang minta izin untuk melaksanakan praktik tetap di izinkan dengan jumlah terbatas, karena SMK ini sekolah berjenjang yang memerlukan praktik.

Lis berharap, berharap pandemi ini cepat berakhir sehingga pembelajaran di sekolah kembali normal.

“Kami juga berharap Satgas Covid-19 bisa melakukan vaksinasi terhadap para siswa,” pungkasnya.

Seleksi Kompetensi PPPK Guru di Tabalong, Sesi Pertama 3 Peserta Tak Hadir

 

 

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Tabalong

Bawa Sabu dari HSU, Polisi Tangkap Warga Murung Pudak Tabalong
Harga Tes PCR

Kalsel

Mulai Hari Ini, Harga Tes PCR di Klinik Tirta Tabalong Turun
Kelua

Tabalong

Kronologi Hilangnya Raysa, Gadis Kelua Tabalong yang Viral di Media Sosial

Tabalong

Puluhan Petugas Rutan Tanjung Tabalong Disuntik Vaksin Covid-19
Ikan Nila

Tabalong

Harga Ikan Nila dan Patin di Pasar Mabuun Tabalong Naik, Bawang Merah Turun
Hari Guru Nasional

Tabalong

Hari Guru Nasional di Tabalong, Bupati Anang Syakhfiani Berikan Penghormatan Khusus

Kalsel

HUT ke-76 Mahkamah Agung, PN Tanjung Berbagi ke Nakes Tabalong
apahabar.com

Tabalong

Hari Pahlawan 2020, Satlantas Polres Tabalong Jemput Bola Pembuatan SIM di Kodim 1008 Tanjung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com