Banjarmasin Bebas PPKM Level IV, Tracing Covid-19 Kok Turun? Perampokan Bos Emas Banjar-Batulicin: Korban Disekap, Dibacok, Diseret Bak Binatang Obok-Obok Rutan Barabai: Petugas Dites Urine, Temukan Silet hingga Batu Resmi, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 3 Pekan Setelah Viral Kisah Perjuangan Istri Alm Brimob Kalsel Hidupi 8 Anak

Pulang Touring Terasa Lebih Cepat dari Berangkat, Ternyata Ada Penjelasan Ilmiahnya

- Apahabar.com     Kamis, 30 September 2021 - 09:32 WITA

Pulang Touring Terasa Lebih Cepat dari Berangkat, Ternyata Ada Penjelasan Ilmiahnya

Fenomena return trip effect kerap terjadi ketika seseorang menjalani rute yang belum pernah dilalui. Foto: Detik

apahabar.com, JAKARTA – Untuk mereka suka jalan-jalan atau touring, hampir sering mengalami perjalanan pulang terasa lebih cepat dari berangkat.

Ternyata perasaan itu tidak cuma sugesti, karena fenomena perjalanan pulang lebih cepat ini memiliki penjelasan ilmiah.

Fenomena itu disebut return trip effect, serta pernah diteliti tiga psikolog bernama Niels van de Ven, Leon van Rijswik dan Michael M Roy di pertengahan 2011.

Dilansir dari Grid Oto, penelitian ketiga psikolog itu lantas dijadikan jurnal yang diterbitkan Springer Psychonomic Bulletin and Review.

Dari tiga studi kasus, ditemukan bahwa perjalanan pulang bisa terasa 22 persen lebih cepat dari berangkat. Padahal rute dan kendaraan yang digunakan sama.

Dilihat dari sisi psikologi, premis dari return trip effect muncul karena otak sudah familiar dengan rute yang dilewati, sehingga tidak perlu terlalu fokus menghafal jalan.

Analisis Van de Ven, Van Rijswik dan M Roy sendiri didasari teori psikolog Marilyn Gail Boltz.

Disebutkan bahwa kegiatan yang sulit diprediksi, terasa lebih lama ketimbang kegiatan bisa diprediksi.

Artinya ketika seseorang sedang fokus, otak akan memberikan pemahaman bahwa waktu berjalan lebih lambat.

Sedangkan dalam perjalanan pulang dengan rute tidak berbeda, otak sudah lebih mengenali rute yang dilalui.

Oleh karena rute sudah dihafal, otak tidak perlu lagi terlalu fokus dalam perjalanan pulang.

Sementara pendapat lain menjelaskan ketika berangkat ke suatu tempat, seseorang biasa memperkirakan jadwal sampai di tempat tujuan.

Namun perkiraan itu bisa salah, sehingga kedatangan tidak dalam waktu yang direncanakan akibat kemacetan atau kerusakan kendaraan.

Hal ini membuat seseorang terus melihat jam, sehingga menyebabkan perjalanan yang ditempuh terasa lebih panjang.

Sedangkan ketika pulang, perjalanan terasa lebih cepat di rute yang sama, karena otak tidak lagi memperkirakan jadwal sampai di rumah.

Dari penelitian Niels van de Ven cs, ternyata hal psikologis tersebut yang menjadi faktor utama penyebab return trip effect.

Manipulasi Perjalanan

Di sisi lain, ekspektasi ini juga bisa dipakai untuk memanipulasi orang lain agar bisa merasakan return trip effect.

Contohnya dengan memberi ekspektasi perjalanan dari Jakarta ke Bandung akan ditempuh selama 4 jam karena macet.

Andai kemudian tidak terjadi macet dan perjalanan hanya menempuh waktu 3 jam, perjalan pulang tetap akan terasa lebih cepat akibat return trip effect.

Namun return trip effect ini semakin berkurang, seandainya rute yang sama dilewati setiap hari, setiap minggu atau setiap bulan.

Hal itu disebabkan otak sudah bisa memprediksi waktu berangkat dan pulang, sehingga semuanya terasa sama saja lantaran tanpa ekspektasi.

Sebaliknya return trip effect terjadim setelah otak memikirkan rute yang tidak terprediksi sehingga membuat seseorang banyak berekspektasi.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Menahan Pipis saat Terjebak Macet Mudik Berbahaya
muazin tunanetra

Gaya

Viral Kisah Muazin Tunanetra Bersuara Merdu di Banyuwangi
apahabar.com

Gaya

Sarung Tangan Bisa Picu Penularan Virus Covid-19, Simak Alasannya
apahabar.com

Gaya

Tata Cara Imunisasi Saat Pandemi Covid-19
apahabar.com

Gaya

Poco X3 NFC dengan Snapdragon 732G Bidik Pasar Menengah, Berikut Harganya
apahabar.com

Gaya

Hindari Ngerem Pakai Kaki Kiri Ketika Mengendarai Mobil Matik, Kenapa?

Gaya

Motor Listrik Buatan India Ludes Terjual dalam Dua Jam
apahabar.com

Gaya

6 Manfaat Tak Terduga Kepiting untuk Kesehatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com