OTT KPK di Amuntai HSU: Kadis PU hingga Eks Ajudan Bupati Diamankan, Modusnya Fee Proyek BREAKING! Polisi HSU Bekuk Pembunuh Brutal di Amuntai Tengah Terbongkar! Pembunuh Paman Es Kandangan Pura-Pura Anak di Bawah Umur Usai Penarikan Besar dalam Persediaan AS, Harga Minyak Melonjak OTT di Amuntai HSU, KPK Tangkap Pegawai-Pengusaha hingga Segel Ruang Bidang

RI Harap Afghanistan di Rezim Taliban Tak Jadi Sarang Teroris

- Apahabar.com     Kamis, 9 September 2021 - 16:08 WITA

RI Harap Afghanistan di Rezim Taliban Tak Jadi Sarang Teroris

Menlu Australia, Marise Payne, dan Menlu RI, Retno Marsudi, saat menggelar Pertemuan 2+2. Foto: Dok. Kementerian Luar Negeri RI

apahabar.com, JAKARTA – Indonesia menekankan pemerintahan baru Afghanistan harus inklusif dan berharap negara itu tak menjadi sarang teroris.

Harapan itu dilontarkan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi sehari setelah Taliban mengumumkan pemerintahan baru Afghanistan.

“Indonesia terus menggarisbawahi pentingnya membangun pemerintahan inklusif di Afghanistan,” ujar Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, dalam konferensi pers virtual bersama Menlu dan Menteri Pertahanan Australia, Kamis (9/9).

“Indonesia juga berharap Afghanistan tak dijadikan tempat pembibitan dan pelatihan organisasi dan aktivitas teroris,” ucap Retno menambahkan.

Retno menuturkan Indonesia juga berharap Taliban bisa tetap menegakkan penghormatan terhadap hak asasi manusia, khususnya hak terhadap kaum perempuan dan anak perempuan.

Taliban mengumumkan pemerintahan sementara di Afghanistan pada Selasa (7/9) malam setelah kurang dari tiga pekan mengklaim berkuasa atas negara itu. Para petinggi Taliban yang menduduki jabatan kabinet tersebut berasal dari kalangan veteran yang juga pernah memerintah di Afghanistan era 1996-2001.

Dari nama-nama itu, tak terlihat ada perwakilan kaum perempuan atau pun kelompok dan golongan lain di Afghanistan.

Padahal, Taliban berjanji kali ini akan membentuk pemerintah yang lebih terbuka dan inklusif mewakili semua golongan dan kelompok di Afghanistan.

Sejauh ini, belum ada negara yang resmi mengakui Taliban sebagai pemerintahan baru Afghanistan, begitu juga Indonesia.

Dalam sebuah webinar pada pekan lalu, Direktur Jenderal Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Abdul Kadir Jailani, mengatakan Indonesia juga masih wait and see, menunggu negara lainnya mengambil sikap terkait perubahan pemerintahan yang terjadi di Afghanistan.

“Pemerintah Indonesia secara optimal akan terus menggunakan mesin diplomasi di beberapa negara untuk melihat respons mereka (terhadap perubahan di Afghanistan). Sejauh ini belum ada negara yang putuskan sikap definitifnya,” ucap Abdul.

Meski begitu, Abdul menuturkan Indonesia tetap menjaga hubungan dengan Taliban yang kini berkuasa di Afghanistan untuk memastikan bahwa kelompok itu menepati janji-janji mereka.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Internasional

Pakai Kufiya, Supermodel Bella Hadid Ikut Aksi Bela Palestina
apahabar.com

Internasional

Soroti Kasus Karikatur Nabi Muhammad, Ini Seruan PBB
Investigasi

Internasional

Hasil Investigasi Malaysia, Penghina Lagu Indonesia Raya Merupakan WNI
apahabar.com

Internasional

Masukkan Soal Ras dan Etnis, Twitter Perluas Aturan Ujaran Kebencian
Tentara Tewas di Bandara Kabul

Internasional

Tentara Tewas di Bandara Kabul, Pasukan AS Siap Hadapi ISIS

Internasional

Taliban Siap Ambil Alih Bandara Kabul Setelah AS Angkat Kaki
Bung Karno

Internasional

Bang Rifqi Ajak Masyarakat Lanjutkan Perjuangan Bung Karno Bela Palestina
Wabah Misterius

Internasional

Bukan Covid-19, Wabah Misterius Melanda India
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com