BREAKING! Polisi Ungkap Sebab Kematian Ibu Muda di Hotel Berbintang Banjarmasin Ribuan Gram Sabu hingga Ratusan Butir Ekstasi di Banjarmasin Dimusnahkan BREAKING! Tim Advance Pak Jokowi Tiba di Bandara Syamsudin Noor Arus Lalu Lintas Jembatan Sei Alalak Sementara Dialihkan, Catat Kapan Ditutup Total Asyik di Hammock, 4 Pasang Muda-Mudi Banjarbaru Digaruk Pol PP

Rumah Bupati HSU Masih Diobok-obok KPK, Petugas Angkut Boks dan Kardus

- Apahabar.com     Minggu, 19 September 2021 - 23:22 WITA

Rumah Bupati HSU Masih Diobok-obok KPK, Petugas Angkut Boks dan Kardus

Sebuah mobil yang mengangkut kardus dan boks keluar dari rumah dinas Bupati HSU Abdul Wahid, Minggu malam. apahabar.com/Amin

apahabar.com, AMUNTAI – Mobil Rush berwarna silver DA 8899 FO tiba-tiba keluar dari halaman rumah jabatan Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Abdul Wahid HK, Minggu (19/9) pukul 21.00.

Mobil tersebut tampak membawa sejumlah barang dalam boks dan kardus. Butuh sampai dua petugas untuk mengangkatnya ke mobil.

Boks dan kardus yang dibawa sebelumnya telah dilubangi oleh petugas menggunakan solder sebelum digembok.

Tanpa pengawalan, seorang sopir kemudian membawa mobil itu meninggalkan rumah jabatan sang bupati. Sementara lagi, petugas KPK lain masih berada di dalam rumah jabatan bupati HSU.

Di luar pagar, masyarakat menantikan penggeledahan yang dilakukan KPK sejak Minggu pagi, (19/9).

Hingga berita ini ditayangkan, KPK mengobok-obok rumah dinas Bupati Wahid pasca-operasi tangkap tangan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, HSU, Maliki.

Penggeledahan tertutup dibackup delapan personel Polres HSU. Petugas berseragam KPK sebelumnya juga terpantau membawa dua boks plastik.

“Kami hanya mem-backup, sesuai permintaan KPK,” jelas Karo Ops Polda Kalsel, Kombes Pol Subchan.

Lantas, di mana keberadaan Abdul Wahid? Wahid hingga kini tak juga muncul di kediaman dinasnya.

Kapolres HSU, AKBP Afri Darmawan memastikan Wahid berada di dalam kediaman dinasnya.

“Belum selesai dan masih di kediaman dengan tim KPK,” ujar Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan, Senin (19/9) petang.

Untuk diketahui, penggeledahan buntut operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap Maliki pada Rabu (15/9) malam.

Dari OTT itu, KPK mengamankan Maliki dan dua kontraktor, Marhaini (MH), dan Fachriadi (FH). KPK menyita Rp345 juta yang diduga hasil suap atas proyek rehabilitasi di Daerah Irigasi Rawa (DIR) Banjang dan Kayakah.

Konstruksi Kasus

Dinas PU HSU merencanakan lelang dua proyek irigasi, yaitu rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Kayakah, Amuntai Selatan dengan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp1,9 miliar. Dan rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Karias, Amuntai Tengah senilai Rp1,9 miliar.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya: 

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Polres Batola Juga Beri Penghargaan untuk Senusa Teknologi
Generasi Islami

Kalsel

Cetak Generasi Islami, Gebyar Ramadan Virtual Segera Digelar di Kotabaru
Amuntai

Kalsel

Akhirnya! Bocah Terseret Arus Sungai di Siring Itik Amuntai Ditemukan Tak Bernyawa
apahabar.com

Kalsel

Hadapi Pilkada Serentak 2020, Kapolda Kalsel Bersama KPU dan Bawaslu Kalsel Ikuti Vicon Kesiapan Penyelenggaraan
apahabar.com

Kalsel

Akhir Pekan Ini, Pasar Terapung ‘Pindah’ ke Bundaran HI Jakarta
apahabar.com

Kalsel

Sambangi Warga Banua Anyar, Ustadz Mushaffa Zakir Berkomitmen Perbanyak Kegiatan Agama
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Hujan Lagi Hari Ini, Simak Peringatan Dini BMKG
apahabar.com

Kalsel

Perkumpulan Pangkalan LPG Tanah Bumbu Bagikan Sembako ke Warga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com