Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

Rupiah Melemah Sore Ini, Rp14.312 per Dolar AS

- Apahabar.com     Kamis, 30 September 2021 - 17:48 WITA

Rupiah Melemah Sore Ini, Rp14.312 per Dolar AS

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah melemah Kamis (30/09) sore hari ini, yakni berada di posisi Rp14.312 per dolar AS di perdagangan pasar spot. Turun 0,14 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya, Rp14.292 per dolar AS.

Begitu juga dengan kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang menempatkan rupiah di posisi Rp14.321 per dolar AS atau melemah dari perdagangan sebelumnya, yakni Rp14.307 per dolar AS.

Sementara, mayoritas mata uang di Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Terpantau, yuan China menguat 0,12 persen, ringgit Malaysia melemah 0,05 persen, dan rupee India melemah 0,13 persen.

Kemudian, peso Filipina melemah 0,14 persen, yen Jepang menguat 0,05 persen, won Korea Selatan melemah 0,17 persen, dolar Singapura menguat 0,01 persen, dan baht Thailand menguat 0,33 persen.

Selanjutnya, mayoritas mata uang di negara maju melemah terhadap dolar AS. Tercatat, dolar Kanada menguat 0,26 persen, poundsterling Inggris menguat 0,06 persen, dan euro Eropa menguat 0,01 persen.

Analis Asia Valbury Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah karena pasar mengantisipasi potensi tapering off yang akan dilakukan The Fed pada akhir tahun ini.

“Dolar AS menguat karena sentimen tapering,” ungkap Lukman seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (30/09).

Tapering off artinya mengurangi stimulus moneter yang dikeluarkan bank sentral saat perekonomian sedang terancam dan membutuhkan banyak suntikan likuiditas.

Likuiditas bisa diberikan dengan memangkas suku bunga acuan bank ke level yang sangat rendah hingga nol persen. Hal ini dibutuhkan untuk mendorong pelaku usaha mengajukan kredit, sehingga uang tetap beredar di masyarakat.

Selain itu, likuiditas juga bisa diberikan dalam bentuk pembelian surat utang negara. Pembelian dilakukan demi memastikan pemerintah memiliki likuiditas yang cukup untuk menangani ketidakpastian ekonomi.

Sementara, Lukman menyebut tak ada sentimen dari dalam negeri yang mempengaruhi pergerakan rupiah secara signifikan. Ia meramalkan rupiah masih melemah pada perdagangan besok.

“Mungkin akan sampai rapat The Fed bulan depan, di mana The Fed diperkirakan melakukan tapering,” jelas Lukman.

Menurutnya, rupiah masih bergerak di area Rp14 ribu per dolar AS pada Jumat (1/10). Tepatnya, rupiah akan berada dalam rentang Rp14.275 per dolar AS hingga Rp14.450 per dolar AS.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Harga Minyak

Ekbis

OPEC+ Tetap pada Peningkatan Rencana Produksinya, Harga Minyak Kembali Melonjak
apahabar.com

Ekbis

Suku Bunga Turun, Repnas Dukung Jokowi-Ma’ruf
apahabar.com

Ekbis

Baru Dioperasikan, Penumpang Syamsudin Noor Melonjak Drastis
apahabar.com

Ekbis

Sejumlah Kebutuhan Pokok di Singkawang Naik Jelang Tutup Tahun
apahabar.com

Ekbis

Lebaran 2019, Bandara Bersujud Alami Penurunan Penumpang
apahabar.com

Ekbis

Di Depan Pengusaha Kalsel, KH Ma’ruf Amin Bicara Ekonomi Umat
apahabar.com

Ekbis

Tenang, Stok Beras Kalsel Aman Sampai 2020
apahabar.com

Ekbis

Sepanjang Januari-Agustus 2019, Lion Air Group Layani 245 Ribu Penerbangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com