Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Sejarah Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia Setiap 10 September

- Apahabar.com     Jumat, 10 September 2021 - 10:14 WITA

Sejarah Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia Setiap 10 September

Ilustrasi bunuh diri. Foto-Pixabay

apahabar.com, BANJARMASIN – Setiap tanggal 10 September dunia memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri.

Hal itu bertujuan untuk menciptakan kesadaran di antara orang-orang dalam mengambil tindakan dan membantu mencegah kasus bunuh diri.

Pertama kali Hari Pencegahan Bunuh Diri didirikan oleh Asosiasi Internasional untuk Pencegahan Bunuh Diri (IASP) dan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada 2003.

Pekerjaan IASP termasuk mencegah perilaku bunuh diri, mengurangi dampaknya, dan menyediakan forum bagi orang-orang untuk saling menghubungi dan membuat panggilan darurat.

Menurut statistik WHO pada 2019, satu orang bunuh diri setiap 40 detik. Perkiraan ini muncul setelah WHO melakukan survei dan menganalisis kasus-kasus yang dilaporkan di seluruh dunia.

IASP sebenarnya telah didirikan sejak 1960 oleh mendiang Profesor Erwin Ringel dan Dr. Norman Faberlow di Wina. Telah memiliki relawan yang tersebar di 77 negara, IASP merupakan organisasi non-pemerintah yang bertujuan untuk mencegah bunuh diri di seluruh dunia.

Dikutip dari Republic World, IASP menyelenggarakan acara secara berkala agar semakin banyak orang turut serta dalam agenda mereka untuk mengurangi jumlah bunuh diri secara keseluruhan di komunitas. Spanduk dalam berbagai bahasa juga dibuat untuk menciptakan kesadaran di antara semua generasi.

Sementara untuk memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, beberapa acara biasanya diselenggarakan untuk membuat orang memahami bagaimana menjangkau orang-orang yang tampaknya membutuhkan bantuan atau mengalami depresi atau ingin bunuh diri.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Dugaan Kekerasan ke Jurnalis saat Demo, Kadiv Humas Polri: Kami Melindungi Wartawan
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Indonesia Butuh Pahlawan Pemberantas Kemiskinan
apahabar.com

Nasional

Erdogan Cabut Jam Malam Parsial di Turki
Telemedicine

Nasional

Layanan Telemedicine dan Obat Gratis Pasien Isolasi Mandiri Diperluas
Bantuan BPJS Kesehatan

Nasional

[CEK FAKTA] Heboh Bagi-bagi Bantuan Catut Nama BPJS Kesehatan
apahabar.com

Nasional

Tertekan Pandemi, Sri Mulyani Pastikan Anggaran Pendidikan Tetap Prioritas
apahabar.com

Nasional

Gempa M 4,2 Guncang Brebes, Bergetar hingga Cirebon
Botol Plastik

Nasional

Viral! Video Oknum Polisi Buang Botol Plastik ke Laut, Warganet: Ditunggu Klarifikasinya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com