Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Selesaikan Jembatan Alalak, PT Wika Banjir Tawaran

- Apahabar.com     Jumat, 10 September 2021 - 10:40 WITA

Selesaikan Jembatan Alalak, PT Wika Banjir Tawaran

Jembatan Alalak merupakan jembatan dengan cable stayed melengkung pertama di Indonesia. Foto: Wika via Detik

apahabar.com, JAKARTA – Kepercayaan investor terhadap PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika dilaporkan masih tinggi.

Bahkan, Direktur Keuangan Wika A Ade Wahyu mengatakan perusahaan mendapatkan kelebihan permintaan sebanyak 2,3 kali dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021.

“Melalui dana Obligasi yang diperoleh, perusahaan mampu untuk melakukan debt profiling, di mana pinjaman jangka pendek perusahaan diubah menjadi pinjaman jangka panjang sehingga rasio utang perusahaan tetap dalam kondisi sehat,” ujar Ade Wahyu, Jumat (10/9) dilansir Antara.

Dari penawaran tersebut, perseroan mampu menghimpun total dana sebesar Rp2,5 triliun yang terdiri dari Obligasi sebesar Rp1,75 Triliun dan sukuk sebesar Rp750 Miliar.

Langkah debt profiling ini juga diambil sejalan dengan karakteristik proyek Wika yang mayoritas merupakan proyek multiyears.

Sejalan dengan itu, dana yang didapat dari Sukuk akan digunakan untuk modal kerja proyek infrastruktur dan gedung yang sesuai dengan prinsip syariah di pasar modal.

“Apresiasi dan terima kasih kami sampaikan kepada investor yang telah percaya terhadap Wika. Kepercayaan ini tentunya datang bersama ekspektasi yang tinggi dan merupakan komitmen kami untuk menjawab ekspektasi tersebut dengan kinerja yang baik,” kata Ade Wahyu.

Sebelumnya, PT Wika hampir menyelesaikan pembangunan Jembatan Sei Alalak, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Progres pembangunannya mencapai 98 persen.

Jembatan ini akan menjadi akses utama yang menghubungkan Kota Banjarmasin dengan sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Proyek pembangunan Jembatan Sei Alalak digarap oleh konsorsium PT Wika dan PT Pandji dengan nilai kontrak Rp278 miliar yang bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Dengan skema pekerjaan tahun jamak.

Adapun jembatan ini dibuat untuk menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang sudah dioperasikan sekitar 30 tahun. Jembatan Alalak merupakan jembatan dengan cable stayed melengkung pertama di Indonesia dengan metode longline matchcast. Didesain untuk dapat dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 10 ton dengan konstruksi tahan gempa, dan masa pakai hingga 100 tahun.

Selain itu, tiga dari enam bendungan yang dikerjakan oleh Wika telah diresmikan secara berturut-turut oleh Presiden RI Joko Widodo dalam kurun waktu 2 bulan terakhir, antara lain Bendungan Kuningan (31 Agustus), Bendungan Bendo (7 September) dan Bendungan Passeloreng (9 September).

Sementara 3 bendungan lainnya, yaitu Bendungan Sukamahi, Bendungan Kuwil Kawangkoan Paket I, dan Bendungan Cipanas Paket I ditargetkan Perseroan dapat rampung pada akhir 2021 ini.

Direktur Utama Perseroan, Agung Budi Waskito mengatakan bahwa dengan diresmikannya Bendungan Passeloreng, maka hal itu semakin mengukuhkan BUMN konstruksi tersebut sebagai perusahaan terdepan di bidang infrastruktur bendungan di tanah air.

Agung juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Wika dalam mengerjakan proyek infrastruktur bendungan. Hingga saat ini, Wika mencatat 40 bendungan portofolionya.
Jumlah itu kami yakini akan bertambah seiring dengan program pembangunan bendungan yang masih akan berlanjut

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ramadan, Distribusi Ikan di Delapan PPI Kaltim 80 Ton/Hari
apahabar.com

Ekbis

Harga Gula Naik, Mendag Cek Satgas Pangan
apahabar.com

Ekbis

Ekspor Non Migas Naik, Perdagangan Kaltara Surplus USD 839 Juta
apahabar.com

Ekbis

Lewat The Purun Label, Purun Banjarbaru Naik Tahta !
apahabar.com

Ekbis

IHSG Akhir Pekan Diprediksi Masih Dibayangi Sentimen Domestik
apahabar.com

Ekbis

Percepatan Pembangunan Pabrik Karet Kalsel Terus Dinanti
apahabar.com

Ekbis

IHSG Ditutup Melemah Pasca Aksi Demonstrasi Ricuh
apahabar.com

Ekbis

Lockdown di Sejumlah Negara Bikin Rupiah Depresi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com