Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Sepeda Brompton Tamat! Harga Makin Hancur-Hancuran

- Apahabar.com     Selasa, 14 September 2021 - 17:08 WITA

Sepeda Brompton Tamat! Harga Makin Hancur-Hancuran

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Harga sepeda Brompton makin turun dari waktu ke waktu sejalan buyarnya tren sepeda lipat. Padahal, tahun lalu harga sepeda ini mengalami kenaikan yang signifikan karena permintaan melebihi suplai yang ada.

Namun, sejak awal hingga pertengahan tahun ini, harga sepeda lipat Brompton kembali turun. Bahkan menurut pengakuan pedagang, saat ini merupakan harga terendah.

“Brompton harga distributor Rp 36 juta, terakhir saya cek di beberapa penjual sudah ada Rp 34 juta dan itu bisa ditambah bonus seperti helm atau tas. Brompton aja udah mulai turun ke situ,” kata kata Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo Utomo dilansir dari CNBC Indonesia, Selasa (14/9/21).

Penurunan harga itu bergantung dari masing-masing penjual maupun distributor. Misalnya dari tiap distributor punya target margin keuntungan, ketika harga di titik tertentu tidak bisa mendongkrak penjualan, maka ada peluang penjual menurunkan harganya lagi.

Jika tidak, maka kemungkinan besar stok lama tertahan di gudang. Di sisi lain, pabrikan dari negara asal, yakni Inggris bakal mengirim produk baru berdasarkan permintaan dari tahun sebelumnya.

“Barang branded tiap tahun ada barang baru. Barang baru 2022 keluar September-Oktober tahun sebelumnya, jadi ikut production plan. Waktu launching itu sesuai dan itu sesuai purchase order yang sebelumnya sudah dibuat dari tahun lalu, bahwa akan datang barang ini, ketika buka order harus kirim sesuai jadwal. Kalau barang lama belum keluar bisa overstock, lama. Ini segera didiskon agar baru bisa masuk lagi,” jelas Eko.

Karenanya ketika barang branded yang masuk ke dalam Indonesia lebih besar dari perkiraan, maka itu jadi resiko importir atau distributor. Tinggal bagaimana penjual mendorong agar barangnya cepat diserap pasar. Pasalnya barang baru pasti masuk, tidak bisa ditolak, kecuali distributor menghentikan lisensi untuk tahun-tahun mendatang. Namun, rata-rata distributor enggan kehilangan lisensi tersebut.

“Makanya ini harus digulung (dijual) cepat, tapi di sisi lain barang branded seperti Brompton keluar series ada beberapa tiap tahun, bisa ada 5 sampai 10 yang baru, tinggal schedule beda-beda. Series-nya akan keluar terus,” jelas Eko.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Lapan: Puncak Hujan Meteor Teramati Lewat Tengah Malam Sampai Subuh
apahabar.com

Gaya

Menginap di Best Western, Salat Subuh di Masjid Sabilal Muhtadin
apahabar.com

Gaya

Cara Menghilangkan Bau Amis Ikan, Ini Bahannya
apahabar.com

Gaya

Selama Ramadan, Lalu Lintas Data Telkomsel Naik 22 Persen
apahabar.com

Gaya

Coffee Mocktail, Tren Baru Minuman Kopi Kekinian
apahabar.com

Gaya

Belajar dari Rumah, Advan Rilis Tablet Baru Bonus Modul Latihan Soal
apahabar.com

Gaya

Roti Telur Mayones untuk Menu Sahur Kilat
apahabar.com

Gaya

Daun Salam Ampuh Turunkan Gula Darah Hingga Asam Urat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com