Paman Birin Doktor Kehormatan, Mahasiswa Bergerak ‘Kuningkan’ ULM Bali-Singapura Buka Penerbangan, Kadinkes Banjarmasin Waswas Kata Para Pelaku Usaha di Banjarbaru Soal Wajib PCR Penumpang Pesawat Diadili, Pemenggal Kepala Ibu Muda di Belda Banjarmasin Polemik Gelar Doktor Kehormatan untuk Paman Birin, Alumnus Tantang Uji Publik!

Singapura Darurat Covid, Rumah Sakit Terancam Kolaps

- Apahabar.com     Sabtu, 25 September 2021 - 21:39 WITA

Singapura Darurat Covid, Rumah Sakit Terancam Kolaps

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Lonjakan Covid-19 yang terjadi membuat pemerintah Singapura memutuskan untuk memperketat pembatasan sosial warganya. Pembatasan terbaru mulai berlaku pada hari Senin dan akan berlangsung hingga 24 Oktober.

Nantinya pembatasan termasuk pertemuan yang dibatasi hanya maksimal dua orang, dan wajib bekerja dari rumah.

Kebijakan ini diharapkan bisa menahan lonjakan penularan Covid-19 dan mengurangi tekanan pada fasilitas kesehatan. Meski dengan upaya vaksinasi yang cepat, Singapura telah mencatat lebih dari dari 1.000 kasus harian minggu ini, termasuk 1.504 pada hari Kamis (23/9/2021) dan menjadi. jumlah tertinggi sejak awal pandemi.

“Banyak orang positif Covid-19 dengan gejala ringan mencari pengobatan medis di rumah sakit, kami ketika itu mungkin tidak diperlukan,” kata Kementerian Kesehatan Singapura dilansir dari CNBC International.

Dengan 82% populasi yang divaksinasi penuh, sekitar 98% kasus virus corona dalam empat minggu terakhir tidak memiliki atau gejala ringan. Para menteri Singapura mengatakan bahwa lonjakan kasus Covid-19 di Negara dengan penduduk 5,7 juta orang itu telah memberikan tekanan luar biasa pada sistem perawatan kesehatannya.

Menteri Perdagangan Singapura Gan Kim Yong, sekaligus salah satu ketua gugus tugas virus corona pemerintah, mengatakan itu pengetatan pembatasan menjadi keputusan yang sangat sulit, mengingat dampaknya pada bisnis dan masyarakat. Tetapi dia mengatakan kebijakan tersebut diharapkan bisa memperlambat kecepatan peningkatan (infeksi) dan menghindari membebani petugas kesehatan.

Pejabat kesehatan mengatakan infeksi telah berlipat ganda setiap delapan hari, dan jika tidak ada tindakan baru dapat melonjak menjadi 6.000 sehari dalam beberapa minggu. Untuk kasus Covid-19 ringan, pihak berwenang juga berusaha mengatur agar lebih banyak orang pulih di rumah dan meningkatkan fasilitas isolasi.

Upaya Singapura untuk mendorong lebih banyak pasien Covid-19 untuk tinggal di rumah menyebabkan beberapa kebingungan pada pekan ini. Hal ini terbukti dari jaringan hotline yang kewalahan oleh panggilan warganya.

Untuk melindungi warganya, Singapura juga memperluas program suntikan vaksin booster untuk mencakup mereka yang berusia 50 hingga 59 tahun mulai awal Oktober.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Malaysia

Internasional

Perbatasan Dibuka, Malaysia Cabut Larangan Berpergian Warganya
apahabar.com

Internasional

Tembak Jatuh Pesawat Ukraina, Iran Minta Maaf
apahabar.com

Internasional

Kota Terpencil Ini Berpenduduk 12 Orang, Punya Klinik Swalayan
Putin dan Erdogan

Internasional

Bahas Situasi Afghanistan, Putin dan Erdogan Sepakat Perkuat Koordinasi

Internasional

Lindungi Situs Sejarah Yerusalem Timur, UNESCO Adopsi 2 Resolusi Pro-Palestina
apahabar.com

Internasional

Planet Mars Dekat dengan Bumi Terulang 15 Tahun Lagi
apahabar.com

Internasional

Institut Riset Gamaleya Uji Vaksin Covid-19 Rusia untuk Lansia
apahabar.com

Internasional

Resmi, Demokrat Usung Joe Biden Tantang Trump di Pilpres AS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com