Jurkani Dibacok, Tim Macan Kalsel Turun Gunung Advokat Jurkani Dibacok OTK di Angsana Menguji Klaim Jembatan Sei Alalak Antigempa hingga Tahan Seabad Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Dari Viralnya Aksi Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup, Ketahanan Keluarga Kian Rentan

Sri Mulyani Ingatkan Indonesia Waspadai Krisis Evergrande

- Apahabar.com     Kamis, 23 September 2021 - 11:29 WITA

Sri Mulyani Ingatkan Indonesia Waspadai Krisis Evergrande

Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengingatkan agar Indonesia mewaspadai krisis yang sedang dialami raksasa properti di Tiongkok, Evergrande, yang akan memberikan dampak besar terhadap ekonomi Negeri Panda maupun dunia.

“Isu risiko stabilitas sektor keuangan terutama di Tiongkok itu menjadi perhatian pada minggu-minggu ini,” ungkap Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA September 2021 secara daring di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, Indonesia harus bisa terus mewaspadai dan mempelajari situasi ekonomi Tiongkok karena kenaikan ekspor terutama komoditas akan sangat dipengaruhi pemulihan ekonomi global, terutama pergerakan mitra-mitra dagang utama Indonesia seperti Negeri Tirai Bambu tersebut.

Dengan demikian, krisis Evergrande menjadi faktor yang berpotensi memperlambat pemulihan ekonomi global, selain masih adanya Covid-19 varian Delta serta mutasi virus lainnya, pemulihan ekonomi yang tidak merata di berbagai negara, serta kenaikan inflasi.

Sri Mulyani menjelaskan Evergrande saat ini mengalami situasi yang sangat sulit, yaitu kondisi gagal bayar yang cukup besar.

“Utang perusahaan konstruksi terbesar di Tiongkok itu mencapai di atas 300 miliar dolar AS,” ucap dia.

Maka dari itu, krisis tersebut, kata dia, tentunya akan mempengaruhi ekonomi Tiongkok maupun dunia, serta akan berdampak pada Indonesia.

Hal tersebut pun menyebabkan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) pada September 2021 menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini sebesar 0,1 persen menjadi 5,7 persen.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Dorong Industri Film Daerah, Forum Sineas Banua Gelar Masterclass di Taman Budaya
Rupiah

Nasional

Pasar Pesimis Pemulihan Ekonomi, Rupiah Melemah
Konvoi Moge

Nasional

Dikawal Polisi, Konvoi Moge Lolos Pemeriksaan Ganjil Genap di Bogor
Covid-19 Indonesia

Nasional

Kasus Covid-19 di Indonesia Urutan ke-18 Dunia
apahabar.com

Nasional

Selamat dari Tsunami Selat Sunda, Keyboardist Seventeen Hampir Kehabisan Napas
apahabar.com

Nasional

Alami Masalah Mesin, Boeing 737 Max Lakukan Pendaratan Darurat
apahabar.com

Nasional

Gempa 6,5 SR Guncang Halmahera Barat
apahabar.com

Nasional

Dari Kaltim sampai Aceh Kutuk Penembakan di Selandia Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com