Terbongkar! Pembunuh Paman Es Kandangan Pura-Pura Anak di Bawah Umur Usai Penarikan Besar dalam Persediaan AS, Harga Minyak Melonjak OTT di Amuntai HSU, KPK Tangkap Pegawai-Pengusaha hingga Segel Ruang Bidang OTT KPK di Amuntai HSU, Satgas Pinjam Ruang Polres Operasi Senyap KPK di Amuntai HSU, Polda Belum Pastikan

Tak Perlu Booster, Hasil Studi WHO Tunjukkan 2 Dosis Vaksin Efektif

- Apahabar.com     Selasa, 14 September 2021 - 07:30 WITA

Tak Perlu Booster, Hasil Studi WHO Tunjukkan 2 Dosis Vaksin Efektif

Ilustrasi, vaksin Covid-19. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – 2 dosis vaksin Covid-19 disebut efektif untuk mencegah penyakit yang parah, sehingga dosis ketiga (Booster) tidak lagi diperlukan. Hal itu merupakan hasil studi Studi terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan sejumlah lembaga yang dipublikasikan The Lancet.

Hasil ini didapat setelah peneliti meninjau studi observasional dan uji klinis. Peneliti menemukan bahwa vaksin tetap efektif melawan Covid-19 yang parah pada semua varian, termasuk varian Delta.

“Secara keseluruhan, penelitian yang tersedia saat ini tidak memberikan bukti yang kredibel tentang penurunan perlindungan secara substansial terhadap penyakit parah,” kata penulis utama dari WHO Ana-Maria Henao-Restrepo, seperti dilansir dari CNN Indonesia yang mengutip AFP, Selasa (14/9).

Menurut Henao-Restrepo, alih-alih memberikan booster, dosis vaksin sebaiknya diberikan kepada orang yang belum mendapatkan vaksin. Cara ini dinilai dapat mempercepat penyelesaian pandemi.

“Jika vaksin dikerahkan di tempat yang paling baik, mereka dapat mempercepat akhir pandemi dengan menghambat evolusi varian virus,” kata Henao-Restrepo.

WHO mendesak setiap negara harus memvaksin minimal 10 persen dari populasi pada akhir bulan ini dan 40 persen populasi pada akhir tahun ini.

Menilik Efek Samping Vaksin Johnson & Johnson
Kepala Epidemiologi Penyakit Menular Imperial College London, Azra Ghani menyebut penelitian ini merupakan tinjauan yang menyeluruh.

Namun, Ghani menyebut meski pengurangan kemanjuran vaksin dinilai kecil, hal ini tetap dapat menyebabkan peningkatan yang substansial pada tingkat populasi.

“Bahkan di negara-negara paling maju, perbedaan kecil ini dapat memberikan tekanan yang parah pada sistem kesehatan,” kata Ghani.

Saat ini, sejumlah negara di dunia termasuk Indonesia sudah mulai memberikan dosis ketiga atau vaksin booster. Pemerintah Indonesia memberikan vaksin booster untuk tenaga kesehatan.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

KNKT

Nasional

KNKT: Perlu 2 sampai 5 Hari Baca Data Blackbox Sriwijaya Air SJ182

Nasional

Doni Monardo: Angka Nakes Gugur karena Covid-19 di Indonesia Tertinggi Ke-5 Dunia
Diskon Tarif Listrik

Nasional

Diskon Tarif Listrik Diperpanjang Sampai September, Begini Cara Dapatnya!
apahabar.com

Nasional

Aneh Ada Janin di Kambing Jantan Usai Disembelih, Sempat Hidup Lagi
apahabar.com

Nasional

KPK Terima Banyak Laporan Dugaan Korupsi Pemilihan Rektor
apahabar.com

Nasional

Suhu Panas Masih Melanda Indonesia, BMKG: Perbanyak Minum Air Putih
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Foto-net

Nasional

Minta Usut Tuntas Bom di Makassar, Menag Ajak Beragama dengan Moderat
Batik Air Siap Evakuasi WNI dari Wuhan

Nasional

Batik Air Siap Evakuasi WNI dari Wuhan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com