Jurkani Dibacok, Tim Macan Kalsel Turun Gunung Advokat Jurkani Dibacok OTK di Angsana Menguji Klaim Jembatan Sei Alalak Antigempa hingga Tahan Seabad Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Dari Viralnya Aksi Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup, Ketahanan Keluarga Kian Rentan

Teknik Mengolah Kopi Bisa Pengaruhi Kolestrol Dalam Darah, Berikut Penjelasannya

and - Apahabar.com     Jumat, 24 September 2021 - 13:17 WITA
and - Apahabar.com     Jumat, 24 September 2021 - 13:17 WITA

Teknik Mengolah Kopi Bisa Pengaruhi Kolestrol Dalam Darah, Berikut Penjelasannya

Teknik pengolahan kopi, karena ini bisa pengaruhi kadar kolesterol dalam darah. Foto: IndoZone

apahabar.com, BANJARMASIN – Jangan anggap remeh teknik pengolahan kopi, karena ini bisa pengaruhi kadar kolesterol dalam darah.

Minum kopi sambil nongkrong sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Selain dengan air panas, kopi dicampur es juga tak kalah nikmat.

Selain kopi murni, tak sedikit yang menyukai kopi dengan campuran gula, krim, atau susu.

Ternyata teknik pengolahan kopi juga menentukan kadar kolesterol dalam darah. Penyebabnya beberapa jenis kopi memiliki kadar kolesterol tinggi.

Berikut teknis pengolahan kopi yang dapat mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah seperti dilansir Kontan:

Brewing

Menurut pakar kardiologi Dennis Bruemmer, kopi yang dibuat dengan teknik brewing efektif mengurangi kolesterol sehingga relatif aman dikonsumsi.

“Ada beberapa jenis kopi yang memiliki kadar kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) yang tinggi,” peper Dennis Bruemmer.

Kolesterol LDL merupakan kolesterol jahat yang menyebabkan penumpukan timbunan lemak di dalam arteri.

Hal ini bisa mengurangi atau menghalangi aliran darah dan oksigen yang dibutuhkan jantung.

Sebaliknya kolesterol HDL (High Density Lipoprotein) merupakan kolesterol baik yang dapat membantu menghilangkan kolesterol LDL dari aliran darah.

“Secara alamiah tubuh telah memiliki kolesterol LDL. Namun kadar LDL bisa bertambah dan berdampak buruk kepada kesehatan, karena asupan makanan tertentu,” tambah Bruemmer.

Kadar LDL dalam kopi biasanya tak memiliki pengaruh signifikan, kalau dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Penambahan krim, susu, atau gula juga tidak berdampak signifikan, selama tidak berlebihan dikonsumsi.

Frappucino

Frappucino merupakan kopi yang diolah dengan campuran es dan bahan-bahan lain.

“Frappcuini biasanya mengandung krim dan karamel dengan gula tinggi. Kandungan kalori dalam minuman ini juga sekitar 600 kalori,” jelas Bruemmer.

Mengonsumsi makanan atau minuman tinggi kalori, dinilai membahayakan kesehatan. Namun makanan tinggi gula, juga dapat menurunkan kadar kolesterol baik dalam tubuh.

Padahal kolesterol HDL berfungsi untuk mereduksi LDL dalam tubuh. Makanan atau minuman tinggi gula juga dapat meningkatkan kadar trigliserida yang merupakan faktor pemicu penyakit jantung.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Di Tengah Pandemi, Kelas Melukis Virtual Bisa Jadi Hobi Baru
apahabar.com

Gaya

Ada 5 Kaktus Indoor untuk Pemanis Sudut Rumah
apahabar.com

Gaya

Peneliti India Buat Stetoskop Pintar Jarak Jauh
apahabar.com

Gaya

Jangan Gunakan Neck Gaiter untuk Gantikan Masker
apahabar.com

Gaya

Pemantau Jantung EKG Akan Hadir di Samsung Galaxy Watch Active2
apahabar.com

Gaya

Tunggu Samsung Galaxy Watch 3

Gaya

Polemik Seragam Dinas DPRD Bermerek Louis Vuitton, Ini Respons Pengamat Fashion
apahabar.com

Gaya

Mulai Agustus Ini, Toshiba Resmi Mundur dari Bisnis Laptop
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com