Simpan Sabu di Dapur, Pemuda Kelumpang Tengah Kotabaru Ditangkap Catat Tanggalnya, BPJN Kalsel Tutup Jembatan Paringin Selama Perbaikan Jaringan Internet Telkom Down, Panitia Tes SKD CPNS HSS Tak Kehabisan Akal Ciaatt! Serunya Lomba Lawang Sakepeng Seni Bela Diri Dayak Ngaju di Kapuas Masih Berlangsung! Penggeledahan KPK di Kantor Dinas PUP HSU

Tersisa Kotabaru di PPKM Level 4, Kadinkes Tuti Ungkap Biang Keroknya!

- Apahabar.com     Selasa, 14 September 2021 - 20:39 WITA

Tersisa Kotabaru di PPKM Level 4, Kadinkes Tuti Ungkap Biang Keroknya!

Hanya tersisa Kotabaru sebagai daerah PPKM level IV di Kalsel. Foto: Ist

apahabar.com, KOTABARU – Dari asesmen terbaru pemerintah pusat, predikat PPKM level IV rupanya masih menempel di Kotabaru.

Padahal, dua daerah lain, yaitu Banjarmasin dan Banjarbaru telah meninggalkan status pembatasan kegiatan masyarakat setara darurat tersebut.

“Iya, pengumuman Pak Menko [Airlangga Hartarto] berdasar hasil asesmen,” terang Kadinkes Kalsel Muslim kepada apahabar.com, Selasa (14/9) pagi.

Sementara Kotabaru masih tetap berada dalam PPKM level 4 karena sederet data Kemenkes. Pertama indikator pertumbuhan kasus mingguan per 100 ribu penduduk, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit, hingga jumlah pasien yang dirawat, dan angka kematian yang disebut masih menguatirkan.

Lantas, benarkan kondisi di lapangan selaras dengan data yang masuk ke Kemenkes?  Soal ini, giliran Kepala Dinas Kesehatan atau Kadinkes Kotabaru, Suprapti Tri Astuti, angkat suara.

Berdasar penilaian pihaknya, tingkat terkonfirmasi kasus, dan angkat kematian di Kotabaru justru berada di level I sejak sebulan lalu. Hanya, tingkat rawat inap di rumah sakit dan penularan kasus yang masih di level IV.

“Ya itu dikarenakan rawat inap dan transmisinya masih dianggap tinggi,” ujar Tuti, kepada apahabar.com, Selasa (14/9) malam.

Hasil pemantauan tingkat kematian dan kasus terkonfirmasi, menurutnya sudah cukup rendah. Tuti bilang pengecekan langsung dilakukan di Rumah Sakit Pangeran Jaya Sumitra, (RSPJS) dan RS Darurat Covid-19, (RSDC).

Hasilnya, ada beberapa temuan, pertama, tingkat rawat inap di RSPJS telah mengalami penurunan drastis. Dari 50 bed yang disediakan, kini tersisa 12 bed yang terisi. Selanjutnya, di RSDC pun sudah tidak ada pasien Covid-19 dalam karantina.

“Dari 140 bed yang disediakan, semuanya kosong pasien,” ucapnya.

Tuti menyebut hasil investigasi internal mendapati data yang keliru dari RSDC terkait angka pasien terkonfirmasi positif.

“Dan yang telah dinyatakan sembuh lalu keluar RSDC,” ujarnya.

Data tersebut, kata dia, tidak di-update secara rutin. Bahkan, ada beberapa data yang ternyata tidak di-update sejak Januari. Baru di-update di September ini.

“Nah, berdasarkan data tersebutlah maka rawat inap di Kotabaru masih dinyatakan tingkat 4, padahal nyatanya tidak,” ucap Tuti.

Tuti memastikan perbaikan data tersebut telah dilakukan. Bidang P2P ditugaskan sinkronisasi data antara RSDC dan Dinkes.

“Terakhir, teguran kepada bidang terkait telah diberikan. Yaitu bidang pelayanan kesehatan dan penanggung jawab RSDC,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Apes Terekam CCTV, Dua Pencuri di Banjarmasin Ditangkap Polisi
apahabar.com

Kalsel

PDP Kalsel Melonjak Drastis, Dua Pasien Masih Balita
apahabar.com

Kalsel

Bursa Calon Wali Kota Mencuat, Muhidin Mantap Usung Anaknya
apahabar.com

Kalsel

Terindikasi Radikal, Oknum Guru di Tanbu Ajarkan Kebiasaan Tak Lazim
apahabar.com

Kalsel

Kaltim dan Kalteng Kirim Utusan Sumpah Pemuda di Kaki Gunung Meratus
Habib Banua Desak Paman Birin Pulangkan WN China di Kalimantan Selatan

Kalsel

Habib Banua Desak Paman Birin Pulangkan WN China di Kalimantan Selatan
apahabar.com

Kalsel

Jokowi Dilantik, Warga Dayak Tapin Kawal Kondusifitas
apahabar.com

Kalsel

Masuk Zona Merah, Makhruri Bersyukur Pemilu Tanbu Aman
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com