Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Tinggal Rekomendasi, 30 SMA/SMK/SLB di Kalsel Masuk Daftar Sekolah Piloting PTM

- Apahabar.com     Selasa, 7 September 2021 - 18:06 WITA

Tinggal Rekomendasi, 30 SMA/SMK/SLB di Kalsel Masuk Daftar Sekolah Piloting PTM

Ilustrasi pembelajaran tatap muka. Foto-apahabar/Riki

apahabar.com, BANJARBARU – Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) untuk tingkat SMA sederajat di Kalimantan Selatan tinggal selangkah lagi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, M Yusuf Effendi menyebut persiapan PTM sudah dilakukan. Hanya saja pihaknya masih menunggu rekomendasi dari Tim Satgas Covid-19 Kalsel.

“Tinggal menunggu rekomendasi untuk PTM terbatas tahap pertama. Kita sudah kirim surat,” ujarnya kepada apahabar.com, Selasa (7/9).

Saat ini, kata dia, sudah ada 30 sekolah yang dinilai siap sebagai percontohan uji coba PTM. Ada 13 SMA, 11 SMK dan 6 SLB.

Di antaranya SMAN 5 Banjarmasin, SMAN 2 Banjarbaru, SMAN 1 Martapura, SMAN 1 Rantau, SMAN 1 Daha Utara, SMAN 2 Barabai.

SMAN 2 Amuntai, SMAN 1 Awayan, SMAN 2 Tanjung, SMAN 1 Alalak, SMAN 1 Pelaihari, SMAN 1 Angsana dan SMAN 1 Kotabaru.

Kemudian SMKN 3 Banjarmasin, SMKN 2 Banjarbaru, SMKN 1 Martapura, SMKN 1 Tapin Selatan, SMKN 1 Daha Selatan, SMKN 1 Barabai, SMKN 2 Amuntai, SMKN 1 Batumandi, SMKN 1 Pelaihari, SMKN 2 Simpang Empat dan SMKN 1 Kotabaru.

Lalu ada SLB Negeri 2 Banjarmasin, SLB-C Negeri Pembina Provinsi Kalsel, SLB A Negeri 3 Martapura, SLBN Kandangan, SLB Negeri Balangan dan SLB Negeri Kotabaru.

Yusuf membeberkan terdapat beberapa indikator terkait penentuan 30 sekolah piloting tersebut.

Misalnya, seperti sudah mengisi form di aplikasi Kemendikbud bernama Daftar Periksa, mayoritas orang tua siswa setuju PTM digelar di sekolah tersebut, kesiapan protokol kesehatan di masing-masing sekolah dan tidak berada di zona merah, serta semua guru dan tenaga pendidikan di sekolah sudah divaksin.

Namun sekali lagi, PTM terbatas tahap pertama itu mesti menunggu rekomendasi dari Satgas Covid-19 Kalsel. Yusuf lantas meminta media ini untuk menanyakan hal tersebut ke pihak terkait.

“Untuk PTM tanya dengan Satgas Covid & Dinkes Kalsel apakah diberi rekomendasi sebagai bahan untuk penentuan PTM atau tidak. Jika diberi akan kita proses lebih lanjut,” ujarnya.

Media ini mencoba melakukan konfirmasi ke Juru Bicara Satgas Covid-19 sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, M Muslim. Sayangnya, sampai sekarang yang bersangkutan belum memberikan jawaban.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Baru 6 Pembangkit Listrik di Kotabaru Beroperasi 24 Jam
apahabar.com

Kalsel

Masuk Zona Merah, Banjarmasin Utara Gencar Disemprot Relawan
apahabar.com

Kalsel

Wujudkan Kenyamanan masyarakat, Bhabinkamtibmas Bersama Babinsa Bagikan Masker pada Warga di HST
apahabar.com

Kalsel

Diskusi di MAN 1 Tapin, Peran Pramuka untuk Masa Depan
Curanmor

Kalsel

Satu Pelaku Curanmor di Tapin Diamankan Warga, Satunya Kabur
Mayat

Kalsel

Heboh! Mayat Perempuan Mengapung di Bawah Jembatan Balipat Tapin
apahabar.com

Kalsel

Satlantas Polres HSU Gelar Patroli Pencegahan Covid-19
polsek banjarmasin

Kalsel

Polsek Banjarmasin Utara Inisiasi Warga Pangeran Bangun Pos PPKM Mikro Go Green
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com