Bantuan Rp 300 Disetop, Puluhan Ribu Keluarga di Banjarmasin Terdampak Fakta Baru! Motif Lain Pembunuhan Paman Es Kandangan di Paramasan OTT Amuntai, Belasan Nama Baru Dua Hari Diperiksa KPK BREAKING! KPK Periksa 10 Nama Terkait OTT Amuntai, dari Sekda hingga Swasta Salah Tangkap Mahasiswa HMI di Barabai, Rafi Boyong Selongsong Peluru ke Polda

Transaksi Fiktif Tabungan e’Batarapos Jadi Modus Dugaan Korupsi PT Pos di Kotabaru

- Apahabar.com     Kamis, 2 September 2021 - 19:28 WITA

Transaksi Fiktif Tabungan e’Batarapos Jadi Modus Dugaan Korupsi PT Pos di Kotabaru

S dan DA mengenakan rompi tahanan oranye usai menjalani pemeriksaan di Kantor Kejati Kalsel. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – S, Kepala Kantor Pos cabang Tanjung Batu dan DA, Kepala Kantor Pos cabang Pantai Kotabaru ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi.

Kedua kepala Kantor Pos cabang di Kotabaru ini ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan pada 19 Agustus lalu.

Kepala Kejati Kalsel, Rudi Prabowo Aji melalui Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus), Dwianto Prihartono menjaskan, dugaan korupsi yang dilakukan S dan DA di antaranya berupa transaksi fiktif tabungan e’Batarapos milik nasabah.

S dan DA mengenakan rompi tahanan oranye usai menjalani pemeriksaan di Kantor Kejati Kalsel. Foto-istimewa

“Dia melakukan korupsi di antaranya transaksi fiktif Tabanas e’Batarapos dan penggunaan uang di kantor pos cabang tersebut,” ujar Dwianto, Kamis (2/9).

Dari hasil penyidikan sementara, akibat tindakan kedua tersangka tersebut, negara mengalami kerugian sebesar Rp3 miliar lebih.

Selain itu, penyidik juga masih melakukan penghitungan aset milik para tersangka yang kemungkinan akan disita guna mengembalikan kerugian negara.

“Penyidik akan kami kembangkan. Ada hitungan sementara dari SPI, pengawas internal. Kami juga masih koordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” jelasnya.

Tadi siang, mengenakan rompi tahanan orenye, S dan DA menjalani pengecekan kesehatan di Kantor Kejati Kalsel.

Keduanya ditahan sementara 20 hari di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Banjarmasin selama proses penyidikan berjalan di kejaksaan.

Lebih jauh, dijelaskan Dwianto, selain para tersangka, Kejati Kalsel juga telah memeriksa saksi-saksi. Di antaranya pihak Kantor PT Pos Regional IX.

“Termasuk para nasabah, juga sudah dimintai kesaksian” katanya.

Dwianto memastikan, dari hasil penyidikan sementara selain S dan DA, Kejati Kalsel belum ada menetapkan tersangka lain.

“Saat ini masih dua, belum ada karena mereka yang bertanggung jawab,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Siap Jadi Rumah Sakit Rujukan, RSUD Sultan Suriansyah Siapkan Alat Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Pemprov Harus Membuat Regulasi Cegah Dokter Asing
Amuntai

Kalsel

Akhirnya! Bocah Terseret Arus Sungai di Siring Itik Amuntai Ditemukan Tak Bernyawa
apahabar.com

Kalsel

Sakur Masih Berada di Puncak Tower
apahabar.com

Kalsel

John Lee CS Nyaris Gagal Sergap Sopir Nyambi Jual Sabu di HST
apahabar.com

Kalsel

Terima 3 Siswa SMA Taruna Nusantara Asal Kalsel, Ini Pesan Paman Birin
apahabar.com

Kalsel

Gelar Sispamkota, Polres HSS Terjunkan Ratusan Petugas

Kalsel

Insentif Tenaga Kesehatan Covid-19 Macet, PJ Gubernur Kalsel Janji Segera Cair
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com