Simpan Sabu di Dapur, Pemuda Kelumpang Tengah Kotabaru Ditangkap Catat Tanggalnya, BPJN Kalsel Tutup Jembatan Paringin Selama Perbaikan Jaringan Internet Telkom Down, Panitia Tes SKD CPNS HSS Tak Kehabisan Akal Ciaatt! Serunya Lomba Lawang Sakepeng Seni Bela Diri Dayak Ngaju di Kapuas Masih Berlangsung! Penggeledahan KPK di Kantor Dinas PUP HSU

Ukir Sejarah, Indonesia Raih Pencapaian Terbaik di Paralimpiade Tokyo 2020

- Apahabar.com     Minggu, 5 September 2021 - 16:22 WITA

Ukir Sejarah, Indonesia Raih Pencapaian Terbaik di Paralimpiade Tokyo 2020

Ilustrasi, Paralimpiade 2020. Foto-Getty Images

apahabar.com, JAKARTA – Kontingen Indonesia mengukir sejarah di ajang Paralimpiade Tokyo 2020. Mereka berhasil meraih pencapaian terbaik sepanjang keikutsertaan Indonesia di ajang bergengsi tersebut.

Mengutip Detik.com, Minggu (5/9), Indonesia meraih sembilan medali di Paralimpiade Tokyo 2020. Rinciannya adalah dua medali emas, tiga perak, dan empat perunggu.

Medali emas semuanya dipersembahkan lewat cabang bulutangkis. Pertama lewat Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah di sektor ganda putri dan Hary Susanto/Leani Ratri Oktila di ganda campuran.

Medali perak pertama kali persembahkan oleh Ni Nengah Widiasih dari cabang angkat berat. Itu sekaligus menjadi medali pertama yang didapatkan Indonesia pada ajang Paralimpiade Tokyo 2020.

Cabang bulutangkis kemudian menyusul dengan menyumbang dua medal perak. Adalah Dheva Anrimusthi dari sektor tunggal putra dan Leani Ratri Oktila di tunggal putri yang mempersembahkan perak.

Saptoyoga Purnomo menjadi atlet dari cabang atletik yang mempersembahkan medali perunggu di nomor lari 100 meter. David Jacobs dari tunggal putra tenis meja juga ikut menyumbang medal perunggu.

Bulutangkis juga ikut menyumbang medali perunggu. Ada dua perunggu yang disumbangkan oleh Suryo Nugroho di tunggal putra SU5 dan Fredy Setiawan di tunggal putra SL4.

Paralimpiade pertama bergulir pada 1960 di Roma Italia. Indonesia baru ambil bagian pada Paralimpiade musim panas di Toronto, Kanada, tahun 1976.

Indonesia berada di posisi ke-26 pada klasemen perolehan medali. Ada dua emas yang diraih lewat Itria Dini (lempar lembing) dan Syarifuddin (boling lapangan).

Satu perak diraih oleh Ashari dari sektor lari 100 meter putra. Itria Dini juga menyumbang medali perunggu di sektor tolak pelur, kemudian ada Saneng Hanafi menyuban dua medali perunggu dari sektor lempar cakram dan lempar lembing.

Berikut rekam jejak medali Indonesia di Paralimpiade:

1976: 2 emas, 1 perak, 3 perunggu.
1980: 2 emas, 0 perak, 4 perunggu.
1984: 0 emas, 1 perak, 1 perunggu.
1988: 0 emas, 2 perak, 0 perunggu.
1992: Absen
1996: 0 emas, 0 perak, 0 perunggu.
2000: 0 emas, 0 perak, 0 perunggu.
2004: 0 emas, 0 perak, 0 perunggu.
2008: 0 emas, 0 perak, 0 perunggu.
2012: 0 emas, 0 perak, 1 perunggu.
2016: 0 emas, 0 perak, 1 perunggu.
2020: 2 emas, 3 perak, 4 perunggu.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Satu Kemenangan Lagi, Barito Incar Persipura
apahabar.com

Nasional

Mendarat di Madinah, Mahmud Tak Mau Dipisahkan dari Belahan Jiwanya
apahabar.com

Nasional

Hindari Kontak Senjata, Ribuan Warga Nduga Mengungsi
apahabar.com

Nasional

Banjir Jabodetabek, Basarnas Kirim Pasukan SAR ke Jakarta
apahabar.com

Nasional

Jokowi Pastikan Kesiapan Anggaran Pilkada Serentak
apahabar.com

Nasional

Gubernur Jatim: PSBB di Surabaya Raya Diperpanjang
apahabar.com

Nasional

Upah Tahun Depan Tak Naik, Ini Alasannya
apahabar.com

Nasional

Alasan Polisi Masih Tahan Lucinta Luna di Sel Khusus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com