Armada Batu Bara Nebeng Fasum, Puluhan Pemuda Kotabaru Turun ke Jalan Megaproyek 4 Smelter Haji Isam, Prof Mutia Bilang Begini  Kata Pemprov Soal Megaproyek 4 Smelter Haji Isam di Kalsel Bersih-bersih Badut Jalanan di Kapuas, Satu dari Banjarmasin Terjaring Resmi Dubes, Pengganti ‘Urang Banua’ Jadi Jubir Jokowi Masih Tanda Tanya

Vaksinasi Berbayar, Simak Tangkisan Apindo Kaltim

- Apahabar.com     Jumat, 17 September 2021 - 15:23 WITA

Vaksinasi Berbayar, Simak Tangkisan Apindo Kaltim

Vaksinasi Apindo di BSCC Dome Balikpapan pada Jumat (17/9). Foto-apahabar.com/Riyadi

apahabar.com, BALIKPAPAN – Vaksinasi yang digelar oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim disebut-sebut dipungut biaya sebesar Rp 56 ribu bagi setiap peserta. Hal tersebut sesuai dengan surat yang beredar di warga.

Mendengar hal itu, Ketua Apindo Kaltim, Slamet Brotosiswoyo membantah hal tersebut. Ia mengatakan surat edaran tersebut ditujukan bukan untuk masyarakat atau peserta, melainkan pimpinan perusahaan. Yakni pihak perusahaan yang ingin memvaksin karyawannya wajib membayar sebesar Rp 56 ribu setiap peserta.

“Kami membuat edaran kepada pimpinan perusahaan agar mereka memvaksin karyawannya. Kita ada vaksin cuma untuk pelaksanaannya memerlukan biaya. Kita kontribusikan Rp 56 ribu untuk dua kali suntik dosis vaksin. Karena kami berfikir vaksin ini tidak serta merta mudah didapatkan oleh mereka yang tidak punya akses. Nah ini kami Apindo kebetulan ada kuota dari Otoritas Jasa Keuangan,” ungkapnya ditemui di Gedung Dome, Balikpapan pada Jumat (17/9).

Ditanya mengapa ada tarif sebesar Rp 56 ribu sementara vaksin tersebut gratis? Slamet mengatakan bahwa biaya yang ditarik dari perusahaan untuk biaya operasional para petugas seperti makan, tenda, dan lainnya.

“Kami pertimbangkan pelaksanaannya ini perlu biaya sarana dan prasarana. Tentunya saya pikir saya sudah komunikasi dengan teman-teman perusahaan tidak keberatan, kok,” ujarnya.

Ia membandingkan pengumuman resmi dari Kementerian Kesehatan yang mana vaksin gotong royong ditarif sebesar Rp 176 ribu. Alias tarif yang telah ditetapkannya dirasa tidak memberatkan perusahaan.

“Nah sekarang kalau dibandingkan dengan pengumuman resmi kementerian kesehatan yang gotong royong, kan Rp 176 ribu. Sehingga dengan harga Rp 56 ribu itu saya pikir tidak terlalu memberatkan. Yang membayar dari perusahaan, bukan pesertanya,” tuturnya.

Ditanya bagaimana mengantisipasi ulah oknum yang memanfaatkan vaksinasinya, Slamet mengimbau kepada masyarakat atau peserta dari kalangan perusahaan yang telah bekerjasama dengannya agar tidak melakukan pembayaran kepada siapapun. Sebab perusahaan telah membayar kepada Apindo.

“Begini, kalau Apindo membayarnya lewat Apindo, selebihnya tidak ada. Kan kita ada rekeningnya, bukan perseorangan. Kita nggak mungkin ada kebocoran. Kalau tidak terdata di Apindo, tidak ada di sini,” terangnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kaltim

Siap-siap, Pemkot Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Asrama Haji
Prostitusi Online Anak

Kaltim

Polda Kaltim Ringkus Dalang Muncikari Prostitusi Online Anak di Bawah Umur
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Tambah Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Kutai Kartanegara
Awak Kapal

Kaltim

Waspada Covid-19, Balikpapan Pantau Awak Kapal dari India dan China
apahabar.com

Kaltim

Ke Benua Etam, Simak Agenda Menteri LHK
apahabar.com

Kaltim

Lomba Burung Kicau di Balikpapan Terpaksa Dibubarkan Aparat

Kaltim

Rumah Lansia di Grogot Terbakar, Uang Rp 85 Juta Dalam Kaleng jadi Abu

Kaltim

Pascapenyerangan Mabes Polri, Polda Kaltim ‘Kencangkan Ikat Pinggang’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com