Jembatan Alalak Megaproyek Terakhir Kalsel? Habib Banua: Dirjen Permalukan Presiden Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Terapkan PPKM Level II, Pasien Covid-19 Tanbu Kini Tersisa 11 Orang Detik-Detik Laka Maut Sepagar Kotabaru yang Tewaskan Reski dan Ibunya Kabar Duka, Mantan Atlet Panahan Putri Andalan Kalsel Tutup Usia

Warga Ngamuk Tolak Divaksin, Obrak-abrik Peralatan hingga Usir Petugas

- Apahabar.com     Selasa, 28 September 2021 - 16:41 WITA

Warga Ngamuk Tolak Divaksin, Obrak-abrik Peralatan hingga Usir Petugas

Warga tolak divaksin, obrak-abrik peralatan vaksinator, Selasa (28/9). Foto-cnnindonesia.com

apahabar.com, ACEH – Di tengah upaya pemerintah memutus rantai penularan Covid-19, sebagian warga justru enggan divaksin.

Bahkan, warga terang-terangan menolak, hingga mengobrak-abrik peralatan vaksinator.

Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh, Selasa (28/9) pagi.

Tepatnya saat vaksinasi digelar di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga, Susoh.

Warga menolak divaksikan lantaran diduga ada unsur pemaksaan dari petugas vaksin di lapangan.

Seorang warga Ilham, seperti dilansir cnnindonesia.com, mengaku jika tidak divaksin, maka Kartu Tanda Penduduk (KTP) ditahan.

“Mereka (petugas vaksin) datang lalu tanya ke kita udah vaksin apa belum? Kalau belum harus divaksin kalau tidak KTP ditahan,” kata Ilham.

Merasa dipaksa, warga kemudian beramai-ramai mendatangi gerai vaksinasi tersebut.

Intinya mempertanyakan kenapa ada unsur pemaksaan dalam vaksinasi.

Para pedagang yang berada di PPI lantas berteriak bahwa mereka tidak mau divaksin.

Mereka juga menilai, kehadiran petugas vaksin membuat warga enggan ke PPI untuk berbelanja ikan.

Pasalnya petugas akan mencegat mereka untuk ditanyai apakah sudah vaksin apa belum.

“Karena ada pemaksaan itu sehingga warga kesal dan marah lalu mendatangi lokasi vaksinasi,” ungkap Ilham.

Warga yang sudah pitam lantas mengusir petugas vaksin.

Warga kemudian mengobrak-abrik meja petugas vaksin dan menghancurkan barang-barang yang ada di atas meja.

Sementara, para petugas vaksinasi memilih untuk meninggalkan lokasi lalu pergi ke Polres Aceh Barat Daya untuk mencari perlindungan.

“Akibat ada petugas vaksin itu, jadi warga merasa takut datang ke PPI Ujung Serangga, dan ikan mereka tidak habis terjual,” ujar seorang warga Aceh Barat Daya, Syahril.

Ia mengaku tidak ada tindakan kekerasan maupun anarkis dalam pembubaran petugas vaksin tersebut.

Warga hanya meluapkan kekesalannya dengan menghancurkan barang-barang yang dibawa petugas vaksin.

“Kursi, masker dan dokumen berhamburan. Petugas vaksin juga menyelamatkan diri, mengingat jumlah pedagang yang datang dengan teriakan sangat ramai,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya Safliati membantah bahwa pihaknya melakukan pemaksaan.

Sebelum mengajak warga, kata dia petugas terlebih dahulu melakukan sosialisasi.

“Kita hanya minta warga yang bisa untuk bersedia divaksin,” katanya. Atas kejadian itu 30 vial dosis vaksin rusak.

Untungnya aksi itu tidak berlangsung lama, petugas TNI-Polri datang ke lokasi untuk menenangkan pedagang dan warga di sana.

Atas kejadian itu sejumlah petugas vaksin yang berjumlah delapan orang merasa syok dan diungsikan ke Polres setempat. Dalam peristiwa itu tidak ada korban luka.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tak Puas, Ratusan Perempuan Banjar Pilih Menjanda..!!
apahabar.com

Nasional

Artis yang Populer dengan Cara Instan Mudah Tergiur Bisnis Prostitusi
UU ITE

Nasional

SE Kapolri: Tersangka UU ITE Minta Maaf Tak Perlu Ditahan
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 1.790 Positif, 112 Sembuh, 170 Meninggal
apahabar.com

Nasional

KRI Teluk Jakarta-541 Tenggelam di Perairan Pulau Kangean
Wedding

Nasional

Virtual Wedding di RSD Wisma Atlet, Mempelai Wanita di Karantina, Sang Pria di KUA
apahabar.com

Nasional

Warganet China Boikot Drama Thailand karena Konten Corona
apahabar.com

Nasional

Keributan Mumtaz Rais Vs Wakil Ketua KPK di Pesawat, Begini Kronologinya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com