Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Dari Viralnya Aksi Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup, Ketahanan Keluarga Kian Rentan Duduk Perkara Viral Wanita Kurau Dibegal hingga Pingsan Depan Basarnas Banjarbaru Jembatan Alalak Megaproyek Terakhir Kalsel? Habib Banua: Dirjen Permalukan Presiden Terapkan PPKM Level II, Pasien Covid-19 Tanbu Kini Tersisa 11 Orang

800 Ribu Dosis Vaksin Pfizer dari AS Tiba di Tanah Air

- Apahabar.com     Minggu, 3 Oktober 2021 - 20:10 WITA

800 Ribu Dosis Vaksin Pfizer dari AS Tiba di Tanah Air

Kedatangan 800.000 dosis vaksin Pfizer, Minggu, 3 September 2021, yang merupakan kedatangan tahap 84 dari vaksin yang diadakan pemerintah Indonesia untuk kebutuhan vaksinasi di dalam negeri. Foto-IKP-Kominfo via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Indonesia menerima lagi 800 ribu dosis vaksin Pfizer bantuan dari pemerintah Amerika Serikat (AS).

Dengan kedatangan vaksin tahap 84 ini melengkapi dosis vaksin yang didatangkan untuk mengatasi pandemi Covid-19 di Tanah Air menjadi total 276.960.670 dosis.

“Dengan kedatangan vaksin tahap ke-84 ini, vaksin yang tiba di Tanah Air mencapai 276.960.670 dosis,” kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong, mengenai kedatangan vaksin Pfizer, seperti dilansir Antara Minggu (3/10).

Dia menjelaskan, upaya mendapatkan vaksin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dilakukan melalui berbagai cara, pembelian langsung maupun kerja sama multilateral/bilateral. Kedatangan vaksin juga menunjukkan stok vaksin aman.

“Pemerintah mengejar target pada akhir tahun 2021, 70 persen masyarakat Indonesia sudah divaksinasi,” kata Usman.

Meski Indonesia termasuk 10 besar negara dengan jumlah vaksinasi tertinggi di dunia, Usman tetap mengingatkan, program vaksinasi tidak boleh dikendorkan. Pemerintah mengajak seluruh masyarakat segera divaksinasi, tidak perlu pilih-pilih vaksin, karena semua vaksin aman dan berkhasiat.

Menurutnya, seiring upaya percepatan vaksinasi, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan. “Karena vaksin bukan satu-satunya tameng untuk melindungi dari Covid-19,” katanya mengingatkan.

Usman menyebut, Indonesia dipuji dunia karena kecepatan penurunan penularan, juga kecepatan vaksinasi. Namun, masih ada sejumlah daerah dan target sasaran yang capaian vaksinasinya rendah.

Untuk itu, pihaknya terus mendorong pemerintah daerah, terutama yang capaian vaksinasinya masih rendah, untuk melakukan percepatan dan perluasan program vaksinasi.

Di sisi lain, lanjut Usman, pujian dari berbagai pihak menandakan langkah Indonesia sudah tepat, perlu lebih ditingkatkan dan dioptimalkan, dengan dukungan dan peran serta seluruh elemen bangsa.

“Ayo segera divaksinasi, terutama bagi lansia. Jangan lupa bagi seluruh masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan,” tambah Usman menegaskan.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ketum BPP Hipmi, Mardani H Maming Siap Bangun Karakter Anak Muda
apahabar.com

Nasional

Perang Dagang Makin Panas, Trump Desak Pengusaha AS Cabut dari China
Gisel

Nasional

Alamak! Gisel Jadi Tersangka Kasus Video Syur, Akui Sebagai Pemerannya
apahabar.com

Nasional

BPBD Lampung: Korban Tewas Tsunami 7 Orang, 89 Orang Luka-luka
apahabar.com

Nasional

Jazuli Juwaini: Indonesia Harus Serius Sikapi Nasib Muslim Uighur
apahabar.com

Nasional

PP Muhammadiyah Minta Masyarakat Menerima Hasil Resmi Pemilu 2019
apahabar.com

Nasional

Bantu Tugas Nakes, Pertamina Serahkan 2 Robot Medis ke RSI Surabaya
apahabar.com

Nasional

Daendels, Jenderal Hindia Belanda Mendadak Trending di Twitter Gegara Omnibus Law
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com