Kecelakaan Maut di Sepagar Kotabaru, 2 Orang Tewas di Tempat Besok Jokowi ke Tanbu, Pangdam VI Mulawarman Turun Cek Pasukan Datang ke Banjarmasin, Jokowi Bakal Disambut Unjuk Rasa Kedok Perusahaan Pinjol Kotabaru Terbongkar: Nagihnya Pakai Ancaman, Kantor Jadi Tontonan Agenda Lengkap Jokowi di Kalsel, Ke Jhonlin Pakai Super Puma hingga Vaksinasi Serentak

Alasan Kaderisasi, Ikatan Kiai Muda Jatim Tolak Ketum NU Jabat 3 Periode

- Apahabar.com     Sabtu, 9 Oktober 2021 - 07:38 WITA

Alasan Kaderisasi, Ikatan Kiai Muda Jatim Tolak Ketum NU Jabat 3 Periode

Ilustrasi, pelaksanaan muktamar Nahdlatul Ulama. Foto-Antara.

apahabar.com, JAKARTA – Beralasan agar bergulirnya kaderisasi di tubuh organisasi Nahdlatul Ulama, para kiai muda yang tergabung dalam Ikatan Gus Gus Indonesia (IGGI) menolak tegas Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk mencalonkan diri atau menjabat selama tiga periode.

Ketua IGGI, Ahmad Fahrur Rozi alias Gus Fahrur yang juga merupakan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur mengungkapkan, “Sudah saatnya yang muda memimpin, proses kaderisasi organisasi harus berjalan dengan regenerasi kepemimpinan agar NU terus maju seiring perkembangan zaman.”

Untuk mewujudkan hal itu, kata Gus Fahrur, maka Ketum PBNU terdahulu haruslah sadar bahwa masa kepemimpinannya terbatas. Menurut dia yang merupakan pengasuh Ponpes Annur Buluwalang Malang, masa kepemimpinan dua periode sudah cukup bagi seorang tokoh NU.

“IGGI berharap tampil pemimpin baru dari generasi muda yang membawa semangat perubahan, aktif, energik, penuh spirit, kreatif, visioner, pekerja keras, serta mempunyai nilai positif bagi kemajuan bangsa dan kesatuan NKRI,” kata Gus Fahrur, dilansir CNN Indonesia, Jumat (8/10).

Gus Fahrur mengatakan pembatasan masa khidmah atau pengabdian ketua umum juga telah dituangkan Pengurus Wilayah NU Jawa Timur dalam Keputusan Musykerwil ke-1, 29-30 November 2019 di Ponpes Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo.

“Bab materi usulan ke muktamar 34 point 2 angka 9 yang isinya, perlu ada penataan di pasal 16 AD tentang masa khidmah kepengurusan NU, ditambah sub pasal masa khidmah Ketua Tanfidzyah maksimal dua kali masa jabatan, untuk proses regenerasi,” ujar Gus Fahrur.

Bukan hanya itu, usulan pembatasan masa jabatan ini, kata dia juga sudah diputuskan sebagai materi muktamar dan telah tercatat di halaman 79 dalam buku Hasil Keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes NU), di kota Banjar, Jawa Barat, Februari 2019.

Perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU pada 25-26 September 2021 menyepakati penyelenggaraan Muktamar Ke-34 NU akan diselenggarakan di tahun 2021, tepatnya pada 23-25 Desember 2021 di Provinsi Lampung.

Salah satu agenda dari muktamar itu adalah menentukan pemimpin tertinggi Tanfidziyah atau Ketua Umum PBNU. Proses pemilihan telah disepakati akan dilakukan secara voting.

Ketum PBNU petahana, Said Aqil Siroj pun santer disebut akan kembali mencalonkan diri. Dia yang sudah dua periode menjabat Ketum PBNU itu mengatakan, “Kalau diminta [kiai] saya harus maju. Kalau enggak, ya, enggak.”

Survei yang dilakukan Indostrategic pada 23 Maret-5 April 2021 mencari tahu elektabilitas para tokoh untuk terpilih jadi Ketum PBNU. Hasilnya adalah yang tertinggi merupakan Ketua PWNU Jatim Marzuki Mustamar (24,7 persen). Selanjutnya lima tokoh di belakang Marzuki adalah Ketua Umum MUI Jatim Hasan Mutawakkil Alallah (22,2 persen), Ketum PBNU petahana Said Aqil Siradj (14,8 persen), Bahaudin Nursalim alias Gus Baha (12,4 persen), Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf (3,7 persen), Ketua PBNU Marzuki Syuhud (1,2 persen).

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Menteri PUPR Tawarkan Proyek Bendungan ke Turki
apahabar.com

Nasional

Kaset Pita Nasibnya Kini
apahabar.com

Nasional

Banyak Nama Baru, Jokowi Perkenalkan Menteri Kabinet Besok
Pariwisata RI

Nasional

Sandiaga Uno Imbau Warga Tak Pilih-Pilih Vaksin
Vaksin Corona

Nasional

1,2 Juta Dosis Vaksin Corona Tiba, 1,8 Juta Tambahan di Awal 2021
Pilkada Serentak

Nasional

Pilkada Serentak, Pemerintah Tetapkan 9 Desember 2020 Sebagai Libur Nasional
apahabar.com

Nasional

Sukmawati Bandingkan Nabi-Soekarno, PBNU: Keliru
apahabar.com

Nasional

Minimalkan Penyebaran Covid-19, Nahdlatul Ulama Lakukan Pendataan Warga Secara Digital
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com