Update Banjir Kalsel: Sudah 6 Kabupaten Terdampak! Parah, Empat Titik Longsor Sempat Tutup Akses Utama Loksado-Kandangan UPDATE Tinggi Air Jelang Puncak Banjir HST BREAKING! Bupati HST Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Banjir di Pusat Kota HST Meluas, Ratusan Jiwa Mengungsi

Alasan MK Tolak Gugatan Khairil Soal Hasil Pilgub Kalsel

- Apahabar.com     Rabu, 27 Oktober 2021 - 23:20 WITA

Alasan MK Tolak Gugatan Khairil Soal Hasil Pilgub Kalsel

Ketua MK, Anwar Usman. Foto: Youtube

apahabar.com, BANJARMASIN – Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menolak gugatan sengketa hasil Pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan (Pilgub Kalsel) 2020.

MK mengeluarkan ketetapan atas Perkara Nomor 151/PHP.GUB-XIX/2021 tentang Perselisihan Hasil Pilgub (PHP) Kalsel yang dimohonkan oleh Khairil Anwar.

Ketetapan dibacakan oleh Ketua MK Anwar Usman dalam sidang pengucapan putusan dan ketetapan yang digelar MK, pada Rabu (27/10) secara virtual.

Dalam ketetapan tersebut, MK menyatakan telah memutus dua perkara PHP Pilgub Kalsel yakni Perkara Nomor 124/PHP.GUB-XIX/2021 yang diajukan oleh Pasangan Calon Nomor Urut 2 Denny Indrayana dan Difriadi dengan obyek permohonan keputusan KPU Kalsel tentang rekapitulasi.

Berkenaan dengan permohonan a quo, Mahkamah telah melaksanakan sidang pemeriksaan pendahuluan pada 23 September 2021 yang dihadiri oleh pemohon secara luring untuk mendengarkan perihal Penetapan Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Kalsel.

Dalam permohonan, sambung Anwar, pemohon mempersoalkan Penetapan Rekapitulasi Perhitungan Suara KPU Kalsel dikarenakan terdapat suara yang dimark-up yakni sekitar kurang lebih 4.520 suara dan meminta kepada Mahkamah untuk menganulir keputusan KPU tersebut.

Selain itu Pemohon juga meminta MK untuk memerintahkan Bareskrim Polri untuk menangani perkara dugaan mark-up suara.

Menurut Anwar, MK juga telah melaksanakan sidang untuk mendengar jawaban termohon KPU, Bawaslu dan mengesahkan alat bukti pada 6 Oktober 2021.

Lebih lanjut Anwar menjelaskan setelah MK mencermati permohonan a quo, meskipun yang menjadi objek permohonan pemohon adalah keputusan KPU Kalsel, namun peristiwa hukum yang menjadi dalil pokok permohonan a quo merupakan peristiwa yang terjadi setelah berakhirnya tahapan Pilgub Kalsel, yaitu dilantiknya paslon terpilih oleh Presiden RI.

“Dengan demikian oleh karena tahapan Pilgub Kalsel telah selesai maka permohonan pemohon bukan lagi menjadi kewenangan MK untuk menilainya,” ujarnya.

Oleh karena itu, sambungnya, berdasar Pasal 48A ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang MK sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang MK, MK mengeluarkan ketetapan dalam hal permohonan tidak merupakan kewenangan MK untuk mengadili perkara yang dimohonkan.

“Menetapkan Mahkamah Konstitusi tidak berwenang mengadili Permohonan Pemohon,” ucap Anwar saat membacakan ketetapan.

Sebelumnya, Khairil mendalilkan terdapat penggelembungan suara sekitar 4.520 suara di kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada TPS 13 Barabai Darat, TPS 8 Barabai Darat, TPS 1 Barabai Timur, TPS 7 Barabai Timur, TPS 5 Barabai Utara, TPS 7 Barabai Utara, TPS 6 Barabai Barat, TPS 7 Barabai Barat, TPS 8 Barabai Barat, TPS 9 Barabai Barat, TPS 2 Bukat, TPS 2 Banua Binjai dan TPS 2 Ayuang.

Dalam petitum, Khairil meminta kepada MK untuk menganulir ketetapan KPU Kalsel Nomor 37/PL.02.6-Kpt/63/Prov/VI/2021.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Apahabar.com

Politik

Zainal Arifin dan Rusli Positif Covid-19, Bagaimana Nasib Pencalonan di Pilkada Tanbu?
apahabar.com

Politik

Caleg Gerindra Jakbar Jalani Sidang Perdana terkait Pelanggaran Kampanye

Politik

AnandaMu Komitmen Selesaikan Banyaknya Persoalan Warga di Kota Banjarmasin
apahabar.com

Politik

Mengukur “Syahwat” Politik Guru Khalil di Pilkada 2020
AnandaMu

Politik

Berbenah Data, Upaya AnandaMu Selesaikan Masalah Sosial di Banjarmasin
apahabar.com

Politik

Eks Komisioner Kritik KPU Telat Respons Tekanan Politik
Ben-Ujang

Politik

Galang Modal Berjuang ke MK, Ben-Ujang Lakukan Gerakan Rp 2 Ribu
apahabar.com

Politik

Maju Mundur Guru Khalil di Pilkada Banjar 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com