Duel Maut, Kakek Aniaya Tetangga hingga Tewas di Banjarmasin Terancam Hukuman Berat Ke Kalsel, Jokowi Tak Hanya Resmikan Jembatan Sei Alalak Prokes Dilonggarkan, Arab Saudi Hapus Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram Geger! Warga Hilir Kotabaru Temukan Mayat Bayi dalam Kardus Setelah Kakak, Sang Adik yang Hilang di Hampang Kotabaru Ditemukan Meninggal

Aniaya Pemancing Gunakan Palu hingga Tewas, Warga Padang Luas Kurau Tala Ditangkap Polisi

- Apahabar.com     Sabtu, 2 Oktober 2021 - 11:23 WITA

Aniaya Pemancing Gunakan Palu hingga Tewas, Warga Padang Luas Kurau Tala Ditangkap Polisi

Ilustrasi palu. Foto-Shutterstock via Kompas.com

apahabar.com, PELAIHARI – Diduga melakukan pembunuhan terhadap Ahmad Rafani di persawahan RT 04 Padang Luas, Kurau, Tanah Laut (Tala), Muhammad Yusuf (40) warga setempat ditangkap jajaran Polsek Kurau dibantu warga.

Penangkapan sendiri dilakukan oleh polisi setengah jam berselang usai Muhammad Yusuf menghabisi korban Ahmad Rafani tak jauh dari tempat kejadian perkara.

Berdasarkan informasi diperoleh apahabar.com, kejadian pembunuhan itu terjadi pada Jumat (1/10) kemarin pukul 19.30 Wita kemarin.

Kemudian pelaku bernama Muhammad Yusuf langsung ditangkap sekitar pukul 20.00 Wita di hari yang sama. Sebab terduga pelaku juga sempat melakukan penganiayaan kepada Huzaini, Syahrani dan Nurdiansyah.

Kapolres Tala AKBP Rofiq Yunianto, melalui Kapolsek Kurau, Iptu Mujiono membenarkan penangkapan Muhammad Yusuf terduga pelaku pembunuhan Ahmad Rafani.

“Benar kami sudah amankan Muhammad Yusuf terduga pelaku. Kita langsung bawa ke Polres Tala untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari warga dan keluarga korban,” kata Iptu Mujiono kepada apahabar.com, Sabtu (2/10) pagi.

Terungkap, Alasan Pembunuh di Kurau Tala Palu Pemancing hingga Tewas

Iptu Mujiono yang baru dua hari menjabat Kapolsek Kurau ini mengatakan pelaku ditangkap sekitar pukul 20.00 Wita di jalan raya Desa Padang luas RT 04 sesaat setelah melakukan pembunuhan dan penganiayaan.

“Di tangan tersangka barang bukti yang diduga digunakan untuk menghabisi korban diamankan gergaji, palu dan batu,” kata Iptu Mujiono.

Iptu Mujiono mengurai kronologis awal mula hingga terjadi peristiwa berdarah itu, korban Ahmad Rafani bersama Haji Huzaini bermaksud memancing di area persawahan namun korban sudah terlebih dahulu berada di tempat kejadian.

Berselang, Huzaini menyusul korban di lokasi pemancingan tempat kejadian perkara, Saat tiba Huzaini memanggil korban (Ahmad Rafani). Namun beberapa kali dipanggil tak ada jawaban dari korban.

Kemudian Huzaini terus melangkah menyusuri persawahan di RT 04 tersebut, alangkah terkejutnya ia menemukan Ahmad Rafani tergeletak terlentang di tepi persawahan yang berair dalam keadaan tak bergerak alias sudah meninggal.

Selanjutnya, saksi Huzaini lalu bergegas meninggalkan tempat kejadian menuju rumah keluarga korban bermaksud mengabarkan peristiwa tersebut.

Dalam perjalanan Huzaini bertemu pelaku Muhammad Yusuf di tangannya terdapat gergaji, palu. Lantaran saksi Huzaini tak mengetahui jika yang dihadapinya ini adalah pelaku, dia pun menceritakan atas apa yang ia lihat itu.

Muhammad Yusuf malah menjawab bahwa dirinyalah yang membunuh Ahmad Arfani. Lalu Huzaini sempat tercengang atas pengakuan Muhammad Yusuf.

Saksi Huzaini lalu spontan meminta bantuan kepada warga sekitar jalan Swadaya, Padang Luas agar mengamankan pelaku.

Sejumlah warga bermaksud mengamankan terlapor salah satunya adalah Syahrani, Terduga Muhammad Yusuf melakukan perlawanan menyerang Syahrini menggunakan sebilah gergaji dan palu.

“Tangan Syahrani mengalami luka memar pada bagian lengan tangan kanan karena pukulan palu,” katanya.

Begitu pula Nurdiansyah warga lainnya yang datang untuk mengamankan pelaku, kena sabetan gergaji di bagian kepala sobek.

Hingga berita ini ditayangkan belum diketahui motif di balik aksi keji yang dilakukan Muhammad Yusuf.

“Berdasarkan keterangan pelaku kepada kami, dia menghabisi korban menggunakan palu, dengan cara dipukul di bagian kepala dan hidung hingga meninggal di tempat,” kata Iptu Mujiono.

“Atas perbuatan itu pelaku dijerat Pasal 338 dan Pasal 351 KUHP,” tutup Mujiono

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Warga Positif Covid-19, KTB Komplek Swadarma Lestari Siapkan Rumah Isolasi
apahabar.com

Kalsel

Gunakan Busana Putih, Paman Birin Motivasi Warga Gunakan Hak Pilih
apahabar.com

Kalsel

Waspada, Ada 200 Hotspot Berpotensi Menyulut Karhutla
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Kerumunan Massa di Pilkada 2020, Bawaslu Banjarbaru Godok Pokja Gabungan
apahabar.com

Kalsel

Dirut RSUD Ulin Bicara Proses Pemeriksaan Suspect Corona
apahabar.com

Kalsel

Curi Gear Box Klotok, Pria Mantuil Dibekuk Polisi
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Lebaran, Belasan SPBU di Kalsel Beroperasi 24 Jam
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Batola: Selain Wanaraya, 3 Warga Alalak Teridentifikasi Positif
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com