Kapten TNI Tewas Ditembak OTK di Aceh Duel Maut di SPBU Liang Anggang, Satu Sekarat Duel Maut di SPBU Liang Anggang, Pria Tewas Bersimbah Darah Jalan Tambang Sisakan Lumpur di Tapin, Warga Ngadu ke DPRD Kalsel Penyerangan Brutal Jurkani di Tanbu, Komnas HAM hingga LSPSK Turun Tangan

Anti Bocor, Ban Tanpa Udara Dibanderol Rp600 Ribuan

- Apahabar.com     Kamis, 14 Oktober 2021 - 12:23 WITA

Anti Bocor, Ban Tanpa Udara Dibanderol Rp600 Ribuan

Ilustrasi, harga ban tanpa udara. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Michelin menarget ban tanpa udara buatan mereka akan tersedia di pasaran pada 2024. Ban yang dirancang anti bocor dan kempis tersebut bakal dibanderol dengan harga US$40 hingga US$65 per ban atau berkisar Rp639 ribu (kurs Rp14.202) sampai Rp923 ribu.

Produk Michelin ini dinamakan Unique Puncture-proof Tire System (Uptis) yang secara eksklusif dikembangkan bersama General Motors.

Mengutip CNN Indonesia, Kamis (14/10), produsen ban asal Prancis ini mengaku sudah mengembangkan ban tanpa udara sejak 2005.

Selain Michelin, produsen lain yang juga mengembangkan ban tanpa udara adalah Bridgestone dengan produk bernama QuietTrack.

Produk ini disebut akan dijual lebih mahal, yakni US$133 per ban atau sekitar Rp1,9 juta.

Secara garis besar ban tanpa udara sama seperti ban konvensional, dinilai dari bentuk seperti donat, berwarna hitam, dan terbuat dari karet. Namun bedanya ban tanpa udara tidak dirancang menampung udara jadi desainnya dibuat berongga pada bagian dinding.

Struktur berongga itu fungsinya sebagai penyangga antara bagian tapak ban dan pelek.

Struktur tersebut juga sekaligus berfungsi sebagai peredam guncangan, ini akan membantu suspensi meredam daya kejut ketika menghantam lubang atau jalan tidak rata.

Dilansir dari Clean Technica, Michelin berharap tapak ban tanpa udara bisa bertahan dua hingga tiga kali lebih lama dari ban konvensional. Sebab pengemudi dapat mengganti karet tapak di sekitar lingkar luar ban saja jika ban sudah aus.

Hal ini berbeda dari ban konvensional yang mengharuskan seluruh bagian ban diganti saat tapak ban aus. Dengan demikian pengemudi disebut tidak perlu membawa ban serep selama perjalanan.

Pengguna ban tanpa udara mendapat keuntungan tidak akan pernah mengalami kebocoran. Ban ini juga tidak akan mengalami masalah jika tertembus paku atau benda tajam lainnya sebab memang dirancang tanpa udara sehingga tak mungkin kempis.

Michelin mengatakan sekitar 200 juta ban setiap tahun berakhir di tempat pembuangan sampah lebih awal lantaran mengalami kebocoran ban. Ban tanpa udara diklaim memiliki masa pakai yang lama, sehingga tak menghasilkan banyak limbah, menurut laporan Motor Biscuit.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Ekbis

Rupiah Tutup 2018 dengan Gaya
Bank Bjb

Ekbis

Dukung UMKM Lokal, Bank Bjb Gelar DigiCash KickFest Secara Daring
apahabar.com

Ekbis

Data Ekonomi China Positif, Rupiah Awal Pekan Berpeluang Menguat
apahabar.com

Ekbis

Pasar Wait and See, IHSG Diprediksi Bergerak Datar
apahabar.com

Ekbis

Ditopang Sentimen Domestik, Rupiah Rabu Sore Ditutup Menguat
apahabar.com

Ekbis

Perubahan Pola Belanja Masyarakat, UMKM Jadi Andalan KKP
MHM

Ekbis

Jadi Waketum Kadin Pusat, Mardani H Maming: Saatnya Galakkan Energi Ramah Lingkungan
Ekonomi

Ekbis

Ekonomi Kalsel Alami Perbaikan Kontraksi pada Triwulan IV 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com