Armada Batu Bara Nebeng Fasum, Puluhan Pemuda Kotabaru Turun ke Jalan Megaproyek 4 Smelter Haji Isam, Prof Mutia Bilang Begini  Kata Pemprov Soal Megaproyek 4 Smelter Haji Isam di Kalsel Bersih-bersih Badut Jalanan di Kapuas, Satu dari Banjarmasin Terjaring Resmi Dubes, Pengganti ‘Urang Banua’ Jadi Jubir Jokowi Masih Tanda Tanya

Awas Salah Mendarat, Venue Paralayang PON XX Papua 2021 Dikelilingi Kandang Buaya

- Apahabar.com     Rabu, 6 Oktober 2021 - 11:43 WITA

Awas Salah Mendarat, Venue Paralayang PON XX Papua 2021 Dikelilingi Kandang Buaya

Pemandangan venue paralayang PON Papua 2021 di Skyline, Kampung Buton, Jayapura. Foto: Okezone

apahabar.com, JAYAPURA – Atlet paralayang yang tampil di PON XX Papua 2021, harus ekstra waspada lantaran venue dikelilingi kandang buaya.

Paralayang PON Papua 2021 dihelat di Skyline, Kampung Buton, Jayapura, mulai 30 September hingga 12 Oktober 2021.

Selain cuaca dan kondisi alam sekitar, atlet juga harus memperhitungkan titik pendaratan agak tidak masuk ke penangkaran buaya Bintang Mas.

“Inilah keunikan paralayang di Papua. Tepat di tepi jalan raya, gampang ditonton warga dan penangkaran buaya,” papar manajer paralayang DKI Jakarta, Tony Yidantoro, seperti dilansir Detik.

Memang sebagian besar kolam telah dikosongkan dari hewan predator itu. Namun kolam yang tepat berada di seberang lapangan mendarat paralayang, masih terlihat dihuni sejumlah buaya.

“Awalnya agak deg-degan juga, karena mendengar penangkaran buaya. Namun kalau melihat jarak tempuh dari titik start ke tempat landing dan tak melakukan kesalahan, atlet tidak akan salah mendarat,” beber Tony.

“Justru bentang alam yang menjadi kesulitan utama. Oleh karena lokasi berbentuk seperti mangkuk, turbulensi angin di bawah cukup tinggi,” imbuhnya.

Sebelum akhirnya dihelat di Skyline, venue paralayang sempat mengalami perubahan lokasi sebanyak tiga kali.

Semula paralayang akan dihelat di Bukit Teletubbies. Namun karena terlalu dekat dengan area mendarat pesawat, akhirnya dipindahkan ke McArtur.

Tapi lokasi di McArtur juga urung digunakan, karena terlalu dekat dengan jaringan listrik udara berkapasitas 75.000 kva.

Sempat berpindah ke Bumi Perkemahan Waena, tapi lagi-lagi dibatalkan lantaran kurang memenuhi persyaratan untuk menggelar kompetisi paralayang.

Sebanyak 64 atlet yang terdiri dari 18 putri dan 46 putra bertanding dalam 12 nomor pertandingan paralayang.

Mereka berasal dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Barat dan Papua.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Sport

Ditinggal Dua Minggu, Barcelona Mulai Merindukan Lionel Messi
apahabar.com

Sport

Rivalitas Memanas, City Rebut Posisi Liverpool
apahabar.com

Sport

Barcelona dan Juventus Petik Hasil Sempurna, Messi Cetak Gol, Pirlo Puas
apahabar.com

Sport

Link Live Streaming Kolombia vs Venezuela, 3 Angka Harga Mati Carlos Queiroz
apahabar.com

Sport

Peringati Hari Pahlawan, Koni Anugerahkan Penghargaan kepada Melky Goeslaw Pencipta Mars Patriot Olahraga
apahabar.com

Sport

LFN 2019 Zona Kalsel Dimulai, 10 Tim Rebutkan Tiket ke Nasional

Sport

Boaz Solossa Pulang Kampung, Borneo FC Minim Stok Striker Lawan Persita

Sport

Barcelona Susah Payah Singkirkan Granada di Copa del Rey
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com