Kala Tapin Siap Jadi Lumbung Pangan IKN Baru di Kaltim Rangkaian Hari Menanam Indonesia, Wali Kota dan DLH Banjarbaru Tanam Ribuan Pohon Ternyata Rumah Ambruk di Gatot Subroto Banjarmasin tidak Kantongi IMB Kebanjiran Terus, Kalsel Siapkan Megaproyek Kolam Regulasi, Wabup HST Bantah Ilegal Logging Pertama di Kalsel, Kota Banjarbaru Capai Target Vaksinasi 70 Persen

Babak Baru Pembongkaran Baliho Bando di Banjarmasin, Ferdi Kena Bogem Lapor Polisi

- Apahabar.com     Sabtu, 30 Oktober 2021 - 22:30 WITA

Babak Baru Pembongkaran Baliho Bando di Banjarmasin, Ferdi Kena Bogem Lapor Polisi

Pembongkaran baliho bando di Jalan A Yani Km 2 Banjarmasin, Jumat (30/10) malam, sempat ricuh, bakal berbuntut laporan ke polisi. Foto-apahabar.com/dok

apahabar.com, BANJARMASIN – Pembongkaran baliho bando di Jalan A Yani Km 2 Banjarmasin, Jumat (30/10) malam, sempat ricuh, berbuntut laporan ke polisi.

Pada saat pembongkaran, Ferdi, kerabat pemilik baliho bando di Jalan A Yani KM 2 Banjarmasin, kena bogem oknum Satpol PP Banjarmasin.

Atas peristiwa itu, Winardi Setiono, Ketua Asosiasi Pengusaha Periklanan Seluruh Indonesia (APPSI) Kalsel, yang juga orangtua Ferdi, membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Tadi malam saya suruh (Ferdi) visum di Rumah Sakit Ulin dan lapor ke Polresta,” ujar Winardi, Sabtu (30/10).

Lelaki akrab disapa Win ini menyesalkan aksi pemukulan terhadap anaknya tersebut. Ia menekankan seharusnya aparat Satpol PP tidak bertindak seperti itu.

“Kalau sudah begini, nama Satpol PP hanya selalu anarkis yang dilihatkan. Ini sangat disayangkan,” ujarnya.

Lebih jauh, Win menepis tudingan jika Ferdi sengaja melepaskan selang las saat pembongkaran itu, hingga petugas mengambil tindakan.

“Nggak ada melepas selang. Cuma pegang stang las. Ia cuma minta jangan dibongkar dulu,” jelas Win.

Selama ini kata Win, anaknya tersebut orang yang pendiam dan tak pernah bikin keributan.

Namun, ia sengaja datang ke lokasi untuk menanyakan surat perintah pembongkaran baliho bando tersebut. Hingga Ferdi malah jadi bulan-bulanan petugas.

“Cuma bilang jangan dikerjakan dulu. Cuma mau nanya surat perintah dari siapa? Didorong oleh mereka, dipukul ditendang. Menurut saya itu sudah arogan. Lain cerita ia ngamuk-ngamuk. Ini kan cuma sekedar nanya,” kata pemilik Win Advertising ini.

Selanjutnya, Win juga tak tinggal diam terkait pembongkaran baliho yang dinilainya persoalan tersebut masih belum selesai.

Dengan itu pihaknya akan kembali membawa persoalan ke ranah PTUN Banjarmasin.

Masih terkait bando, juga masih dibahas dengan anggota DPRD Kota Banjarmasin.

Sebelumnya dewan meminta, Pemko Banjarmasin agar menunda rencana tersebut sembari mencari solusi bersama.

Bahkan keseriusan dewan terlihat dengan melayangkan surat kepada Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, sesuai hasil rapat antara Komisi 1 dan 3 dengan SKPD terkait.

Bunyinya, DPRD Kota Banjarmasin meminta kepada Wali Kota untuk menunda sementara pelaksanaan penertiban baliho bando, tertanggal 23 September 2021.

Salah satu alasan mendasar yakni kesepakatan tahun lalu antara pihak pemilik bando dengan Wali Kota saat rapat, harusnya sama-sama ditaati.

Lalu, Raperda penyelenggaraan reklame yang baru sedang dalam masa pembahasan, sebagai penyempurnaan Perda sebelumnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Jembatan Alalak Baru

Banjarmasin

Polda Kalsel Segera Panggil Penanggung Jawab Moge yang Melintas di Jembatan Alalak Baru

Banjarmasin

Satpol PP Nyerah Tangani Mural Sindiran Bermunculan di Banjarmasin?
Denny

Banjarmasin

Denny Bongkar Sosok Penyebar Video Black Campaign Berbau SARA

Banjarmasin

Kolaborasi Komunitas di Banjarmasin Peringati Sumpah Pemuda Lewat Aksi Sosial
GeNose C-19

Banjarmasin

Mei 2021, Tes GeNose C-19 Resmi Diberlakukan di Banjarmasin
Polsek Banjarmasin Timur

Banjarmasin

Dalam Sehari, Polsek Banjarmasin Timur Tangkap Dua Pengedar Sabu

Banjarmasin

Pemkot Banjarmasin Tunjuk Sejumlah Hotel Jadi Tempat Isoman Pasien Covid-19
Satui

Banjarmasin

Cuaca Kalsel: Banjarmasin Hingga Kotabaru Waspada Hujan Berpetir!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com