Duel Maut, Kakek Aniaya Tetangga hingga Tewas di Banjarmasin Terancam Hukuman Berat Ke Kalsel, Jokowi Tak Hanya Resmikan Jembatan Sei Alalak Prokes Dilonggarkan, Arab Saudi Hapus Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram Geger! Warga Hilir Kotabaru Temukan Mayat Bayi dalam Kardus Setelah Kakak, Sang Adik yang Hilang di Hampang Kotabaru Ditemukan Meninggal

Blakblakan Wapres Ma’ruf Ancaman Perdamaian Dunia Tak Hanya Militer

- Apahabar.com     Rabu, 13 Oktober 2021 - 11:52 WITA

Blakblakan Wapres Ma’ruf Ancaman Perdamaian Dunia Tak Hanya Militer

Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan sambutan pada The 5th International Conference on Law and Justice (ICLJ) melalui rekaman video yang ditayangkan Rabu (13/10). Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Ancaman terhadap perdamaian dan keamanan dunia saat ini menurut Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin tidak hanya bersifat militer, melainkan kelalaian korporasi.

“Ancaman juga dapat ditimbulkan oleh korporasi dan bisnis yang tidak memperhatikan kerusakan lingkungan dan kehidupan masyarakat, khususnya para pekerjanya,” kata Wapres Ma’ruf Amin melalui rekaman video dalam acara The 5th International Conference on Law and Justice (ICLJ) dengan tema Sharia, Law and Sustainability in the New Normal yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (13/10), dilansir apahabar.com dari Antara.

Kelalaian korporasi yang merugikan para pekerjanya antara lain terjadi pada 2013 yaitu insiden runtuhnya Rana Plaza di Dhaka, Bangladesh yang menewaskan sedikitnya 1.132 orang.

Gedung Rana Plaza di Dhaka merupakan kompleks pabrik, bank, apartemen dan toko, di mana sehari sebelum kejadian telah diberikan peringatan karena ada retakan di gedung tersebut.

Namun, beberapa pengusaha tak menghiraukan peringatan tersebut dan tetap membuka pabrik, sehingga para pekerja menjadi korban.

“Peristiwa ini menggambarkan pihak korporasi tidak memperhatikan keselamatan para pekerjanya dan tidak bertanggung jawab terhadap perlindungan mereka,” ujar Wapres.

Oleh karena itu, Wapres mendorong para pengusaha untuk memberlakukan konsep kerja sesuai prinsip syariah, dengan benar-benar menjamin keselamatan para pekerja.

“Hal ini menunjukkan perlunya kerangka kerja yang menjamin keselamatan para pekerja, sesuai dengan semangat maqashid syariah,” katanya lagi.

Prinsip-prinsip syariah tersebut setidaknya merangkum lima hal penting, yakni memelihara agama, memelihara jiwa, memelihara akal, memelihara keturunan, dan memelihara harta, ujar Wapres Ma’ruf Amin.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Internasional

Italia Mulai Melakukan Vaksinasi Covid-19 di Roma

Internasional

Biden Perintahkan Rilis Dokumen Rahasia FBI terkait 9/11
Vaksin Covid-19

Internasional

Rusia Uji Vaksin Covid-19 Model Semprot untuk Anak
apahabar.com

Internasional

Tingkat Infeksi Covid-19 Turun, Arab Saudi Berencana Terbitkan Visa Turis
Hamas

Internasional

Setelah 11 Hari Pertempuran, Gencatan Senjata Hamas-Palestina Dimulai
Australia

Internasional

Langgar Aturan Karantina Australia, Seekor Merpati yang Terbang Lintasi Pasifik Akan Disuntik Mati
Harga Emas

Ekbis

Terseret Ketidakpastian Tapering Fed, Harga Emas Turun 7,9 Dolar AS
apahabar.com

Internasional

KTT APEC Sepakati Visi Putrajaya 2040 dan Deklarasi Kuala Lumpur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com