Armada Batu Bara Nebeng Fasum, Puluhan Pemuda Kotabaru Turun ke Jalan Megaproyek 4 Smelter Haji Isam, Prof Mutia Bilang Begini  Kata Pemprov Soal Megaproyek 4 Smelter Haji Isam di Kalsel Bersih-bersih Badut Jalanan di Kapuas, Satu dari Banjarmasin Terjaring Resmi Dubes, Pengganti ‘Urang Banua’ Jadi Jubir Jokowi Masih Tanda Tanya

Bunuh Balita, Ibu Tiri di Banjarmasin Terancam Sanksi Berat

- Apahabar.com     Rabu, 6 Oktober 2021 - 19:16 WITA

Bunuh Balita, Ibu Tiri di Banjarmasin Terancam Sanksi Berat

Ibu Tiri pembunuh balita di Banjarmasin terancam sanksi berat. Ilustrasi-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Sidang perkara dugaan pembunuhan balita berusia 4 tahun berinisial NMA di Banjarmasin bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin.

Kamis pekan lalu, dakwaan DL (21) dibacakan jaksa penuntut. Dia didakwa karena diduga telah menganiaya anak tirinya sendiri, NMA, hingga tewas.

Sebelumnya, DL ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan hingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Ia diduga kuat sebagai orang yang membuat NMA meninggal.

Kematian NMA dinilai tak wajar. Awalnya balita itu dinyatakan meninggal lantaran jatuh dari sepeda saat diasuh DL. Namun hasil autopsi berkata lain.

Polisi menyimpulkan kalau NMA meninggal lantaran dianiaya dengan benda tumpul yang diduga dilakukan oleh DL lantaran sakit hati.

DL dijerat Pasal 80 ayat (3) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya paling lama 15 tahun penjara atau denda Rp3 miliar.

Kendati begitu, DL bisa dihukum lebih berat dari ketentuan itu.

Kepala Subseksi Penuntut Pidana Umum Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Radityo Wisnu Aji, menyampaikan di pasal 80 ayat 4 undang-undang perlindungan anak diatur bahwa hukuman bisa ditambah sepertiga dari ketentuan apabila yang melakukan adalah wali atau orang tuanya korban.

“Artinya bisa lebih. Alasanya karena ia orang yang diserahkan tanggung jawab untuk melindungi anak itu,” jelas Radityo, Rabu (6/10).

Radityo yang juga sebagai jaksa penuntut menyampaikan pada Kamis (7/10) besok, sidang lanjutan perkara ini digelar dengan agenda pembacaan eksepsi (pembelaan) dari terdakwa.

“Sidang berikutnya Kamis ini (7/10) agenda eksepsi, yang bersangkutan pakai penasihat hukum,” pungkas Radityo.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Puluhan Hektare Sawah di Tapin Terancam Gagal Panen
apahabar.com

Kalsel

Jelang Purna Jabatan, DPRD Banjarbaru Masih Sisakan Dua Raperda
apahabar.com

Kalsel

Anggaran Dana Pendidikan Kotabaru Disebut Paling Rendah
apahabar.com

Kalsel

Duh, Dua Desa di Sungai Loban Tanbu Mulai Terendam
PDIP Kalsel

Kalsel

Pascabanjir, PDIP Kalsel Terjun Bersihkan Sungai di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Diguyur Hujan, Ruas Jalan dan Perumahan di Banjarmasin Terendam
apahabar.com

Kalsel

Di Meratus, Etnomusikolog asal California Teliti Alat Musik Tradisional
apahabar.com

Kalsel

Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com