Update Banjir Kalsel: Sudah 6 Kabupaten Terdampak! Parah, Empat Titik Longsor Sempat Tutup Akses Utama Loksado-Kandangan UPDATE Tinggi Air Jelang Puncak Banjir HST BREAKING! Bupati HST Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Banjir di Pusat Kota HST Meluas, Ratusan Jiwa Mengungsi

Calon Haji Banjar 2022 Bisa Berangkat, Dinkes Beri Vaksin Selain Sinovac

- Apahabar.com     Rabu, 27 Oktober 2021 - 16:11 WITA

Calon Haji Banjar 2022 Bisa Berangkat, Dinkes Beri Vaksin Selain Sinovac

Pemerintah melalui Kemenag optimistis bakal mendapatkan kuota pemberangkatan haji tahun 2022. Terlebih kasus Covid-19 terus melandai. Foto ilustrasi: Detik.com

apahabar.com, MARTAPURA – Kabar baik bagi calon jemaah haji Indonesia. Pemerintah melalui Kemenag optimistis bakal mendapatkan kuota pemberangkatan haji tahun 2022. Terlebih kasus Covid-19 terus melandai.

Selaras dengan ini, Pemerintah Kabupaten Banjar melaksanakan Sosialisasi Pembinaan Kesehatan Jemaah Calon Haji (JCH) di Masjid Nurul Iman Indrasari, Martapura, Rabu (27/10).

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Banjar dr Diauddin saat membuka sosialisasi bilang, ada beberapa ketentuan dari Pemerintah Arab Saudi dalam pelaksanaan ibadah rukun Islam kelima ini, di masa pandemi.

Kepala Dinas Kesehatan Banjar, dr Diauddin usai membuka Sosialisasi Pembinaan Kesehatan Jemaah Calon Haji (JCH) di Masjid Nurul Iman Indrasari, Martapura, Rabu (27/10). foto-istimewa.

Di antaranya calon jemaah mesti sehat secara jasmani agar dari pemberangkatan sampai pulang para jemaah tetap dalam keadaan sehat.

Termasuk dalam syarat yaitu sudah menerima dosis vaksin Covid-19. Nantinya calon haji bakal diprogramkan vaksinasi secara khusus.

“Bagi calon jemaah haji yang belum bervaksin sama sekali, kita usahakan langsung divaksin Pfizer, AstraZeneca, atau Moderna. Karena ketiga jenis vaksin itu diterima langsung oleh Pemerintah Arab Saudi,” katanya.

Lantas bagaimana dengan calon jemaah haji yang sudah divaksin Sinovac? di mana vaksin buatan China tersebut meski sudah diakui WHO tapi belum masuk standar Pemerintah Arab Saudi.

“Terkait itu kita masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat bagaimana mekanismenya,” terang Dokter Dia, sapaan akrabnya.

Mengutip dari CNBC Indonesia, Kementerian Kesehatan Arab Saudi mewajibkan booster vaksin bagi jemaah umrah yang mendapatkan vaksin merek Sinovac.

Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali dalam sebuah diskusi mengemukakan, otoritas kesehatan Saudi memang telah memasukkan merek Sinovac dan Sinopharm sebagai vaksin yang diakui di negara itu.

“Dengan catatan menambah booster satu vaksin yang diakui Arab Saudi,” kata Endang, Rabu (22/9) lalu.

Berbeda yang dikemukakan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Budi bilang calon jemaah haji dan umrah penerima vaksin Sinovac bisa melaksanakan ibadah ke Tanah Suci dengan syarat menjalani karantina selama lima hari ketika telah tiba di Arab Saudi.

“Sampai sekarang memang Sinovac bisa dipakai, tapi harus ada karantina. Jadi karantina lima hari kemudian bisa melakukan ibadah,” katanya dalam konfrensi pers evaluasi PPKM secara virtual, dilansir dari Kompas, Senin (18/10).

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Tablet Tambah Darah

Kalsel

Minimalisir Anemia pada Remaja Putri, Tanbu Canangkan Pemberian Tablet Tambah Darah

Kalsel

VIDEO: Viral Challenge Skull Breaker, Berujung Cedera Fatal Hingga Kematian
Banjar

Kalsel

Penunjukkan Panwascam untuk PSU 5 Kecamatan Banjar Jadi Tanda Tanya
apahabar.com

Kalsel

Sedih! Melihat Korban Kecelakaan Maut di HKSN Banjarmasin, Tinggalkan 1 Istri dan 3 Anak
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel 10 September 2020: Tambah 77 Positif Terbanyak dari Tapin, Sembuh 119 Pasien
apahabar.com

Kalsel

Kronologi Lengkap Kecelakaan Maut di Gambut Banjar: Sopir Tiba-Tiba Banting Setir
apahabar.com

Kalsel

Mengharukan! 74 Tahun Merdeka, Warga Pelosok Kotabaru Masih Berkawan Gelap
apahabar.com

Kalsel

Khitanan Massal Polda Kalsel Memasuki Hari ke-7
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com