Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

Catat, PTM Ditutup Sementara Jika Orang Positif Covid-19 di Atas 5 %

- Apahabar.com     Senin, 4 Oktober 2021 - 20:10 WITA

Catat, PTM Ditutup Sementara Jika Orang Positif Covid-19 di Atas 5 %

Ilustrasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) selama pandemi Covid-19. Foto-apahabar.com/dok

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta sekolah dengan positivity rate atau ada orang yang positif Covid-19 di atas 5 %, terpaksa menutup sementara kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Kemudian penutupan sementara PTM itu berlaku selama dua pekan.

“Kami sudah menentukan kalau misalnya positivity rate-nya dari satu sekolah itu di atas lima persen, maka sekolahnya kita minta tutup dulu selama dua minggu sambil perbaiki protokol kesehatannya,” ujar Menkes dalam konferensi pers seperti dilansir Antara, Senin (4/10) malam.

Kemudian, lanjut dia, jika positivity rate-nya antara 1-5 %, maka kelas yang terdapat pelajar positif itu akan di karantina. Sementara kelas lainnya dapat tetap melaksanakan PTM.

Sedangkan sekolah dengan positivity rate-nya di bawah 1 persen maka pelajar yang positif atau terkonfirmasi dan kontak eratnya akan dikarantina.

“Diharapkan dengan menjalankan disiplin seperti ini kita bisa mengidentifikasi secara dini kalau ada pelajar-pelajar kita yang positif dan tidak perlu menunggu sampai menjadi besar sehingga harus menutup seluruh kota,” kata Budi.

Ia mengemukakan pemerintah akan terus mengawal proses pendidikan tatap muka dengan metode surveilens dan protokol kesehatan yang baik.

“Karena kami juga percaya bahwa seluruh murid-murid Indonesia harus belajar secepat mungkin agar kita tidak kehilangan kesempatan untuk mereka meningkatkan pengetahuan mereka langsung dengan guru-guru mereka,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah sudah menyusun metode aktive surveilance untuk sekolah-sekolah yang melakukan tatap muka dengan prinsip 10 persen dari sekolah yang tatap muka di satu kabupaten atau kota akan dilakukan aktive atau random surveilans.

“Dari situ kemudian kita bagi secara proporsi ke kecamatan-kecamatan yang ada di kabupaten kota tersebut,” paparnya.

Kemudian, lanjut dia, pemerintah akan mengambil 30 sampel untuk murid dan tiga sampel untuk guru.

Budi mengatakan, sistem active surveilance di sekolah sudah mulai diterapkan di sekolah yang berada di DKI Jakarta.

“Memang kita temui masih adanya positivity rate dari pelajar-pelajar yang ada di sekolah-sekolah Jakarta,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk bisa meningkatkan kualitas surveilans ini.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi: Jangan Cuma Mau Stimulus Tapi Tetap PHK Pekerja

Nasional

Menggigil hingga Sakit Kepala, Mungkin Gejala Baru Covid-19
Bus Terjun Bebas

Nasional

Bus Terjun Bebas ke Jurang, 2 Pejabat Pemkab Agam Tewas
apahabar.com

Nasional

Inilah Waktu Larangan Lontar Jumrah bagi Jemaah Haji Indonesia
apahabar.com

Nasional

PDIP Boyong Produk Unggulan Banua ke Pameran dan Rakernas di Jakarta
Vaksin

Nasional

Masyarakat Penerima Vaksin Covid-19 Dapat SMS Mulai Hari Ini
apahabar.com

Nasional

Cabut Pembatasan Medsos, Warganet Diminta Sebarkan Hal Positif
apahabar.com

Nasional

Kronologi Penusukan Syekh Ali Jaber oleh Orang Tak Dikenal di Lampung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com