Duel Maut, Kakek Aniaya Tetangga hingga Tewas di Banjarmasin Terancam Hukuman Berat Ke Kalsel, Jokowi Tak Hanya Resmikan Jembatan Sei Alalak Prokes Dilonggarkan, Arab Saudi Hapus Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram Geger! Warga Hilir Kotabaru Temukan Mayat Bayi dalam Kardus Setelah Kakak, Sang Adik yang Hilang di Hampang Kotabaru Ditemukan Meninggal

Catcalling Mahasiswi Banjarmasin, BEM Uniska Beberkan Bukti, Apa Respons Rektor?

- Apahabar.com     Rabu, 13 Oktober 2021 - 15:59 WITA

Catcalling Mahasiswi Banjarmasin, BEM Uniska Beberkan Bukti, Apa Respons Rektor?

Dugaan kasus catcalling di Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) Banjarmasin, mulai sedikit menemui titik terang. Foto: Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Penyelesaian dugaan kasus catcalling di Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) Banjarmasin, perlahan menemui titik terang.

Terbaru, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Uniska bersama petinggi kampus menggelar audiensi di Aula Rektorat pada Sabtu (9/10) lalu.

Dalam audiensi tersebut, lembaga eksekutif tertinggi di Kampus Hijau ini membeberkan sederet bukti isi pesan catcalling yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai kemahasiswaan.

“Kemaren rektor minta bukti kan untuk penguat, jadi kami sudah membeberkan bukti-bukti itu,” ucap Ketua BEM Uniska MAB, Zikri Nur Abadi kepada apahabar.com, Rabu (13/10).

Zikri mengakui bahwa pihak rektorat meminta korban melaporkan langsung kejadian yang dialaminya ke petinggi kampus.

Namun menurutnya, korban mesti wajib dilindungi. Pihaknya hanya mengirim perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan BEM Uniska untuk hadir dan menjadi saksi dalam audiensi itu.

“Korban wajib dilindungi, kita tidak bisa menampilkan korban. Kita hanya mengirim perwakilan sebagai saksi,” ujarnya.

Menurut Zikri usai audiensi dan sederet bukti sudah terkumpul, Rektor Prof Abdul Malik bakal melakukan tindakan tegas.

“Seperti penonaktifan [pegawai] sementara di samping ada surat peringatan. Kita tunggu saja 3-4 hari atau maksimal sepekan,” tuntasnya.

Selain membeberkan sederet bukti itu, BEM Uniska MAB juga memberikan sejumlah tuntutan kepada petinggi kampus.

Pertama, pihak kampus harus mengadakan layanan konseling maupun Badan atau Lembaga khusus untuk penyelesaian atau penanganan kasus pelecehan.

Kedua, melakukan sosialisasi terkait adanya layanan tersebut baik kepada Pejabat Kampus, mahasiswa maupun civitas akademika di Uniska guna menciptakan rasa aman dan nyaman di lingkungan kampus.

Kemudian, BEM Uniska menilai perlu adanya peraturan mengikat sebagai bentuk upaya preventif terkait kasus pelecehan seksual. Hal ini agar kampus bisa menindak tegas bila kasus serupa masih terulang.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Akhirnya, Jasad ‘Sahrukhan’ Ditemukan Mengapung di Sungai Martapura
Banjarbaru

Kalsel

Dari Soft Opening Kedai Biji Kopi Banjarbaru: “Revolusi Hijau Jangan Hanya Menanam”
apahabar.com

Kalsel

Momen Hari Anak, Forum Anak Batola Sampaikan Sejumlah Permintaan ke Bupati
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Karhutla, Tim Patroli Terpadu Monitoring Daerah Rawan
Dukung Paman Birin

Kalsel

Mardani H Maming Ajak Warga Kalsel Dukung Paman Birin Atasi Pandemi
Banjarmasin

Kalsel

Dilarang Mudik, Sopir AKDP di Banjarmasin Curhat Kesulitan Cari Nafkah
apahabar.com

Kalsel

Viral Aksi Koboi Pria di Kalsel, Polisi Turun Tangan!

Kalsel

Waswas Covid-19, RT Surgi Mufti Siasati Pembagian Sembako
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com